Piala Citra FFI 2025, Ini Pemenangnya !

Berita, Entertainment382 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Malam puncak Piala Citra FFI 2025 penuh prestise di Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (21/11/2025). Ajang Anugerah Piala Citra tahun ini menyajikan momen bersejarah bagi insan perfilman Tanah Air, dengan sejumlah nama besar dan film unggulan yang merebut penghargaan penting.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno turut mengghadiri acara tersebut. Selanjutnya capain terbaik dari Film Pengepungan Bukit Duri dalam gelaran Piala Citra FFI 2025. Film karya Joko Anwar ini meraih penghargaan terbanyak tahun ini.

Total sebanyak 5 Piala berhasil film ini raih dari lima kategori. Lebih jauh, dari tata rias, pemeran pendukung pria, efek visual, pengarah sinematografi dan penata musik terbaik. Dominasi ini menunjukkan kekuatan sisi teknis dan penjiwaan karakter dalam film ini.

Daftar Pemenang Piala Citra FFI 2025

Kategori Film

Film “Pangku” sukses meraih gelar Film Cerita Panjang Terbaik, menegaskan posisinya sebagai salah satu karya fenomenal di Piala Citra FFI 2025. Kemenangan ini menjadi sorotan karena film tersebut juga memenangkan beberapa kategori penting lainnya.

Sementara itu, penghargaan Sutradara Terbaik jatuh pada Yandy Laurens untuk film “Sore: Istri dari Masa Depan”. Karya Laurens berhasil menghadirkan narasi yang kuat dan visual yang menarik, menambah prestise film tersebut di malam puncak.

Kategori dokumenter juga mendapat tempat spesial di Piala Citra FFI 2025. Film Dokumenter Panjang Terbaik jatuh kepada “Tambang Emas Ra Ritek”. Sementara Film Dokumenter Pendek Terbaik oleh film “Sie”. Film-film ini berhasil mengangkat isu sosial dan budaya dengan pendekatan dokumenter yang tajam dan reflektif.

Di ranah animasi, “Jumbo” memenangkan Animasi Panjang Terbaik, sedangkan Animasi Pendek Terbaik oleh “So I Pray”. Keduanya mendapat pujian atas kreativitas visual dan kekuatan eksekusi cerita melalui animasi.

Kategori Film Cerita Pendek Terbaik oleh “Sammi, Who Can Detach His Body Parts”, sebuah film pendek yang menurut juri memiliki konsep unik dan mampu menyampaikan pesan mendalam dalam durasi singkat.

Kategori Akting

Piala Citra FFI 2025 jatuh kepada Ringgo Agus Rahman sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik lewat film “Panggil Aku Ayah”. Sementara Sheila Dara Aisha menyabet Pemeran Utama Perempuan Terbaik lewat perannya dalam “Sore: Istri dari Masa Depan”. Kedua pemenang ini memberikan performa emosional dan mendalam yang berhasil menyentuh juri.

Untuk kategori pendukung, Omara Esteghlal terpilih sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik atas perannya dalam “Pengepungan di Bukit Duri”. Sementara Christine Hakim menyabet Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik lewat film “Pangku”, menegaskan reputasinya sebagai aktris senior yang konsisten memberikan kontribusi besar di layar lebar.

Kategori Teknis

Penghargaan penulisan naskah juga menjadi ajang kompetisi dalam Piala Citra FFI 2025. Untuk Skenario Asli Terbaik, penghargaan kepada Reza Rahadian dan Felix K. Nesi atas karya mereka di film “Pangku”. Sedangkan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik oleh Widya Arifianti dan Sabrina Rochelle Kalangie lewat film “Home Sweet Loan”.

Penghargaan teknis turut dengan Sinematografi Terbaik oleh Ical Tanjung untuk “Pengepungan di Bukit Duri”. Untuk Artistik Terbaik kepada Eros Eflin atas karyanya di “Pangku”. Sedangkan di kategori efek visual, tim gabungan studio seperti GajaFX dan No3G Visual Effects memenangkan Penata Efek Visual Terbaik untuk film “Pengepungan di Bukit Duri”.

Kategori penyuntingan gambar oleh Hendra Adhi Susanto lewat “Sore: Istri dari Masa Depan”. Untuk Penata Suara Terbaik, penghargaan jatuh pada Ridho Fachri dan Indrasetno Vyatrantra dari film “Home Sweet Loan”. Sedangkan Penata Musik Terbaik oleh Aghi Narotama untuk karyanya di “Pengepungan di Bukit Duri”.

Sementara itu, Pencipta Lagu Tema Terbaik kepada trio Gerald Situmorang, Iga Massardi, dan Asteriska untuk lagu “Terbuang Dalam Waktu” dari “Sore: Istri dari Masa Depan”.
Di kategori Penata Rias Terbaik, piala Citra kepada Novie Ariyanti dari “Pengepungan di Bukit Duri”.

Tak ketinggalan, Penata Busana Terbaik oleh Victoria Esti Wahyuni atas karyanya di film “The Shadow Strays”.

Kategori Pilihan Piala Citra FFI 2025

Pemenang Kritik Film Terbaik kepada “Rambut dalam ‘Nana’. Tempat Trauma dan Rahasia Digelung Bersama” karya Catra Wardhana.

Selanjutnya serta penghargaan istimewa seperti Lifetime Achievement kepada tokoh perfilman senior seperti El Manik, Franki Raden, dan Hendrik Gozali.

Beberapa penghargaan pilihan penonton pun masuk dalam jajaran pemenang Piala Citra. Aktor pilihan penonton jatuh pada El Putra Sarira dari film “Rangga & Cinta”. Sementara aktris pilihan penonton oleh Leya Princy dari film yang sama.

Penghargaan Piala Antemas untuk film terlaris juga kepada “Jumbo”, sebagai apresiasi terhadap film yang meraih box office tinggi. Selain itu, ada penghargaan khusus dari dewan juri untuk film dokumenter pilihan yang menyoroti narasi penting di ranah perfilman.

Malam puncak FFI 2025 ini menjadi momen kebanggaan bagi para sineas Indonesia. Deretan pemenang menunjukkan keragaman tema, teknik, dan bakat yang terus berkembang di industri film Tanah Air. Ajang ini menjadi bukti bahwa perfilman Indonesia terus menguat dan mampu menghasilkan karya berkualitas di berbagai genre dan kategori.

Baca Juga :

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan