Soeharto, Hikayat Sosok Penguasa Yang Terkudeta

Berita, Opini115 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Sosok Soeharto selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Sebagai presiden kedua Republik Indonesia yang memimpin selama lebih dari tiga dekade dengan segala pencapaian dan kontroversinya. Kehidupannya penuh warna, mulai dari masa muda di medan tempur hingga akhir kekuasaan yang penuh intrik politik.

Hari ini, tepat dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025, Soeharto mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Gelar Pahlawan ini menjadi pro kontra di masyarakat. Terlepas keberhasilannya dalam 30 tahun pembangunan Indonesia, Soeharto memiliki sisi kelam dalam sejarah kekuasaannya.

Soeharto lahir di Desa Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, Soeharto berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang petani, sementara ibunya terkenal tekun beribadah. Meski bukan berasal dari keturunan bangsawan, Soeharto tumbuh dengan nilai-nilai disiplin, kesederhanaan, dan tanggung jawab.

Silsilah keturunannya kemudian menjadi bahan kajian banyak sejarawan karena ada kaitan dengan tokoh-tokoh spiritual Jawa yang dipercaya memiliki pengaruh kuat dalam perjalanan sejarah Tanah Air.

Jejak Pertempuran Sang Jenderal

Perjalanan hidup Soeharto sebagai prajurit sejak masa pendudukan Jepang. Ia sempat tergabung dalam PETA (Pembela Tanah Air), organisasi bentukan Jepang yang melatih banyak calon perwira Indonesia. Dari sinilah ia belajar disiplin, strategi, dan kepemimpinan militer yang kelak membentuk karakter tegasnya.

Setelah proklamasi kemerdekaan, Soeharto turut serta dalam berbagai pertempuran mempertahankan kedaulatan bangsa. Ia pernah memimpin pasukan di Yogyakarta dan menjadi bagian penting dalam operasi militer melawan penjajah Belanda. Namanya mulai mencuat setelah terlibat dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, yang berhasil menegaskan eksistensi Republik Indonesia di mata dunia.

Rahasia “Kesaktian” Soeharto

Salah satu bagian paling menarik adalah pembahasan mengenai “kesaktian” Soeharto. Banyak kisah dari orang dekat yang menyebut bahwa Soeharto memiliki kekuatan spiritual luar biasa. Ia sering bersemedi di tempat-tempat sunyi dan memiliki hubungan khusus dengan dunia spiritual Jawa.

Walau sebagian orang menganggapnya mitos, kesaksian para mantan ajudan dan tokoh di sekitarnya menunjukkan bahwa Soeharto memiliki keyakinan mendalam terhadap “wangsit” dan tanda-tanda gaib. Baginya, kepemimpinan tidak hanya soal strategi politik, tapi juga soal keseimbangan batin dan restu alam.

Hampir Dipecat karena Kasus Korupsi

Tak banyak yang tahu bahwa sebelum menjadi presiden, Soeharto sempat menghadapi masa sulit. Dalam salah satu fase karier militernya, ia hampir berhenti dari dinas karena kasus penyalahgunaan wewenang terkait pengelolaan logistik militer. Namun, berkat kecakapannya dalam membangun jaringan dan loyalitas prajurit, Soeharto berhasil bertahan dan membalik keadaan.

Kisah ini menunjukkan sisi manusiawi Soeharto: pemimpin yang juga pernah tergelincir, tetapi belajar dari kesalahan untuk bangkit lebih kuat.

Enggan Menggantikan Sukarno

Menariknya, bahwa ia sempat menolak ketika mendapat tawaran untuk menggantikan Presiden Sukarno. Ia merasa belum layak dan masih menghormati sang proklamator sebagai bapak bangsa. Namun, situasi politik dan keamanan pada 1965 memaksanya mengambil langkah tegas demi menyelamatkan stabilitas negara.

Peralihan kekuasaan itu menjadi salah satu bab paling sensitif dalam sejarah Indonesia modern. Ia naik ke tampuk kekuasaan bukan melalui ambisi pribadi, melainkan karena dinamika politik yang mengharuskannya mengambil keputusan besar.

Takut pada Wangsit Sarwo Edhie

Salah satu bagian menarik lain adalah kisah kedekatan sekaligus ketegangan antara Soeharto dan Sarwo Edhie Wibowo, tokoh militer penting yang berperan dalam penumpasan G30S/PKI. Bahwa ia pernah menerima “wangsit” atau firasat yang membuatnya berhati-hati terhadap Sarwo Edhie.

Hubungan keduanya yang dulu sangat erat mulai merenggang setelah Orde Baru berdiri. Meskipun begitu, ia tetap menghormati Sarwo Edhie sebagai sahabat seperjuangan, meski ada perbedaan pandangan politik di kemudian hari.

Orde Baru Soeharto

Sebagai arsitek pembangunan ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Orde Baru berhasil menurunkan inflasi drastis, membangun infrastruktur besar-besaran, serta meningkatkan produksi pangan lewat program Revolusi Hijau.

Masa itu sebagai “keajaiban ekonomi” karena Indonesia berhasil keluar dari krisis dan mencapai pertumbuhan stabil. Meski begitu, banyak pihak juga mengkritik karena pembangunan tidak merata dan praktik korupsi mulai tumbuh di lingkaran elite.

Cara Soeharto Memenangkan Golkar

Keberhasilannya mempertahankan kekuasaan selama tiga dekade tak lepas dari strategi politik yang matang. Melalui Partai Golkar, ia membangun jaringan politik hingga ke akar rumput. Dengan pendekatan birokrasi, dukungan militer, dan program pembangunan desa, Soeharto memastikan stabilitas politik tetap terjaga.

Golkar menjadi kendaraan politik utama Orde Baru yang memenangkan pemilu berulang kali dengan mayoritas suara.

Intrik di Balik Mundurnya Soeharto

Memasuki akhir 1990-an, badai krisis ekonomi melanda Indonesia. Tekanan sosial dan politik semakin besar. Dokumenter ini menggambarkan suasana mencekam di Istana menjelang pengunduran dirinya pada Mei 1998.

Ia sempat berusaha mencari solusi, tetapi gelombang reformasi sudah tak terbendung. Ia akhirnya memilih mundur demi mencegah pertumpahan darah dan menjaga keutuhan bangsa.

Apakah kejatuhan Soeharto merupakan proses alami reformasi, atau ada kekuatan politik di baliknya. Beberapa narasumber menyebut adanya “kudeta terselubung” yang melalui tekanan ekonomi dan diplomasi internasional.

Tinggalkan Balasan