Bhayangkara FC : Insiden 12 Pemain Saat Lawan Persebaya

Berita, Olahraga5013 Dilihat

Lampung, Berita Nusantara 89. Pertandingan pekan ke-X Super League 2025/2026 antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya. Hasil pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1 di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (28/11) sore.

Namun, hasil akhir yang dramatis di penghujung laga tersebut terjadi oleh sebuah insiden langka dan kontroversial.

Bhayangkara FC vs Persebaya

Sejak awal, Bhayangkara yang berstatus sebagai tuan rumah berusaha mengambil inisiatif menyerang. Dendi Sulistyawan dan Fareed Sadat beberapa kali mengancam gawang Ernando Ari Sutaryadi, memaksa kiper Timnas tersebut bekerja keras.

Intensitas tinggi dan jual beli serangan mewarnai babak pertama, namun hingga peluit panjang babak pertama. Kemudian injury time hingga sembilan menit—berbunyi, skor tetap kacamata, 0-0.

Memasuki babak kedua, Persebaya langsung tancap gas. Bruno Moreira mengirimkan sinyal bahaya melalui tembakan kerasnya, meskipun masih melenceng tipis dari sasaran.

Namun, kemudian beralih ke salah satu kesalahan prosedural paling aneh dalam sejarah liga domestik.

Insiden 12 Pemain Bhaangkara FC

Pada menit ke-66, wasit menghentikan pertandingan tiba-tiba berhenti. Wasit melihat kejanggalan jumlah pemain di kubu The Guardians (Bhayangkara FC). Setelah hitungan cepat, terkonfirmasi bahwa Bhayangkara FC memiliki 12 pemain di lapangan, melanggar aturan mendasar dalam permainan sepak bola.

Penyelidikan singkat mengungkapkan bahwa gelandang Bhayangkara, Christian Ilic, seharusnya telah keluar lapangan dalam skema pergantian pemain. Namun, karena kesalahan komunikasi atau kelalaian tim pelatih dan ofisial, Ilic masih berada di rumput hijau, menyebabkan kelebihan satu pemain.

Insiden Insiden 12 Pemain Bhayangkara Persebaya ini memicu protes keras dari bangku cadangan Bajul Ijo. Hal ini juga menjadi catatan serius bagi pengawas pertandingan dan Komisi Disiplin.

Kesalahan fatal ini berpotensi membawa sanksi bagi klub dan perangkat pertandingan yang bertugas.

Gol Bunuh Diri dan Penyelamat Dramatis

Terlepas dari kontroversi tersebut, drama gol baru tercipta menjelang akhir laga. Persebaya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-82. Berawal dari umpan terobosan Milos Raickovic, Catur Pamungkas melepaskan sontekan yang melewati kolong kiper Bhayangkara, Aqil Savik.

Bek Putu Gede yang membuang bola justru mengenai badan Aqil Savik, menjadi gol bunuh diri. Saat kemenangan Persebaya di depan mata, Dendi Sulistyawan tampil sebagai penyelamat heroik.

Memasuki menit ke-90+9, atau detik-detik akhir injury time yang panjang. Sundulan keras Dendi berhasil merobek jala gawang Persebaya, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang yang dramatis. Namun perhatian publik dan media tidak terlepas dari Insiden 12 Pemain Bhayangkara Persebaya yang terjadi di tengah lapangan.

Kegemilangan kiper Persebaya, Ernando Ari, yang berhasil mementahkan sejumlah peluang emas Bhayangkara. Hal ini menjadi salah satu kunci bagi Persebaya untuk tetap membawa pulang satu poin dari Lampung.

Tinggalkan Balasan