Jakarta, Berita Nusantara 89. Kompetisi Liga Champions UEFA musim 2025/26 menghadirkan nuansa berbeda dengan penerapan format baru yang membuat persaingan semakin ketat dan penuh drama. Perubahan ini menjadi langkah besar UEFA dalam meningkatkan daya tarik kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa, sekaligus memberi tantangan baru bagi para peserta.
Dalam format terbaru, mengganti fase grup dengan fase liga tunggal dengan 36 tim. Seluruh peserta akan berada dalam satu klasemen besar, di mana setiap tim menjalani delapan pertandingan melawan lawan yang berbeda. Sistem ini agar setiap laga memiliki bobot tinggi dan tidak ada lagi pertandingan yang mudah.
8 Pertandingan Home Away Setiap Tim di Liga Champions
Setiap klub akan melakoni empat pertandingan kandang dan empat laga tandang. Dengan lawan yang beragam, tim harus memiliki konsistensi performa sejak awal kompetisi. Perolehan poin di setiap pertandingan menjadi sangat krusial karena akan menentukan posisi akhir di klasemen fase liga.
Pada akhir fase liga, delapan tim teratas akan langsung mengamankan tiket ke babak 16 besar. Sementara itu, tim yang finis di peringkat 9 hingga 24 harus menjalani babak playoff dua leg untuk memperebutkan sisa tempat di fase gugur. Adapun tim yang berada di luar posisi klasemen tersebut tersingkir dari kompetisi.
Format ini akan mampu menghadirkan drama lebih awal, karena klub-klub besar berpotensi saling berhadapan sejak fase liga. Situasi tersebut berbeda dengan format lama yang cenderung mempertemukan tim unggulan dengan lawan yang relatif lebih lemah di fase grup. Dengan sistem baru, kejutan akan lebih sering terjadi.
Selain meningkatkan intensitas persaingan, format baru Liga Champions juga menuntut kecermatan strategi dari para pelatih. Jadwal yang lebih padat membuat rotasi pemain menjadi faktor penting, terlebih bagi klub yang juga bersaing di liga domestik. Manajemen fisik pemain dan kedalaman skuad menjadi kunci keberhasilan.
Dari sisi penggemar, perubahan format ini memberikan keuntungan tersendiri. Fans akan mendapat pertandingan-pertandingan berkualitas tinggi sejak awal musim, dengan variasi lawan yang lebih menarik. Atmosfer kompetisi pun terasa lebih kompetitif dan tidak monoton.
Tak hanya itu, perluasan jumlah peserta juga membuka peluang bagi klub dari liga non-elit untuk menunjukkan kualitas mereka di panggung Eropa. Kehadiran tim-tim tersebut berpotensi menghadirkan kejutan yang dapat mengubah peta kekuatan sepak bola Eropa.
Dengan format baru ini, Liga Champions 2025/26 akan menjadi salah satu musim paling menarik dalam sejarah kompetisi. Persaingan ketat, drama di setiap pekan, serta tantangan baru bagi klub peserta menjadikan pecinta sepak bola dunia menunggu turnamen ini.












