Liverpool Dibantai PSV Di Anfield

Berita, Olahraga516 Dilihat

Liverpool, Berita Nusantara 89. Liverpool kembali mengalami malam kelam ketika bermain di Anfield dalam laga lanjutan Liga Champions 2025/2026. The Reds harus menelan kekalahan telak 1–4 dari PSV Eindhoven, sebuah hasil yang semakin memperpanjang tren negatif mereka dalam beberapa pekan terakhir. Kekalahan ini sekaligus menegaskan krisis performa yang sedang menghantam klub era Arne Slot.

Hasil ini menjadi rentetan kekalahan terburuk bagi Liverpool di semua kompetisi. Sebelumnya Manchester City dan Nottingham Forest, masing-masing membantai The Reds 3 gol tanpa balas. Kemudian ini merupakan kekalahan ke 9 dari 12 pertandingan The Reds musim ini di semua ajang.

Di sisi lain, hasil ini menjadi rekor positif PSV saat melawan tim-tim Inggris. Lebih jauh, PSV hanya sekali menang dari 14 laga tandang ke Inggris. Kemenangan terakhir PSV di kandang tim Inggris saat lag Piala UEFA 2007/2008 lawan Tottenham Hotspur.

Hasil Imbang Liverpool vs PSV Babak Pertama

Liverlpool memulai pertandingan dengan sangat buruk. PSV langsung mendapat kesempatan emas melalui hadiah penalti menit 5, dan Ivan Perisic berhasil mengkonversi menjadi gol. Adalah van Dijk yang melakukan handsball di kotak terlarang yang menyebabkan penalti ini.

Liverpool sempat merespons melalui penyelesaian apik Dominik Szoboszlai pada menit ke-16. Gol penyama kedudukan itu sempat membangkitkan harapan publik Anfield bahwa tim bisa bangkit dan menguasai pertandingan.

Beberapa peluang sempat memberikan asa untuk fans Liverpool. Namun tak kunjung tercipta gol hingga babak pertama berakhir. Liverpool mendominasi dengan 66 persen penguasaan bola dan 9 tembakan ke gawang. Berbanding 34 persen penguasaan dan 1 tembakan PSV ke gawang.

Dominasi Berujung Lebur

Memulai babak kedua, Liverpool memulai laga dengan optimis dengan statistik yang dominan. Namun, PSV tampil jauh lebih efektif. Selanjutnya Guus Til membawa PSV kembali unggul di menit 56, mengkonversi umpan Mauro Juniro menjadi gol.

Kemudian ada Couhaib Driouech yang mencetak brace untuk PSV di menit 74 dan injury time. Blunder fatal Konate membuat Driouech mudah menceploskan gol ketiga PSV. Para pemain Liverpool terlihat kehilangan fokus dan kepercayaan diri, sementara PSV memanfaatkan setiap kelengahan dengan sangat tajam.

Liverpool mendominasi selama pertandingan dengan 63 persen penguasaan bola berbading PSV dengan 37 persen. Kemudian tembakan dan on target, Liverpool (27-10) juga mendominasi PSV (9-6). Namun dominasi total the Reds kandas dengan efektivitas PSV. PSV berhasil menghukum kelengahan Liverpool yang dominan menekan.

Rentetan Hasil Buruk Arne Slot

Kekalahan ini menjadi yang ketiga berturut-turut bagi Liverpool dengan selisih tiga gol atau lebih. Sebelumnya, mereka tumbang 0–3 oleh Manchester City dan 0–3 oleh Nottingham Forest. Rentetan kekalahan telak seperti ini sangat jarang terjadi dalam sejarah klub. Bahkan, situasi sekarang tercatat sebagai periode terburuk Liverpool dalam lebih dari tujuh dekade. Dari 12 laga terakhir di semua ajang, mereka sudah menelan sembilan kekalahan — sesuatu yang tak pernah terjadi selama 72 tahun.

Manajer Arne Slot mengakui bahwa tekanan mental pemain sudah sangat besar. Menurutnya, skuad sebenarnya bermain lebih berani setelah turun minum, tetapi inkonsistensi dan kurangnya ketenangan dalam mengambil keputusan membuat tim gagal menjaga momentum. Slot menilai bahwa kekalahan beruntun sebelumnya membuat para pemain sulit tampil lepas, dan setiap kesalahan kecil langsung berkembang menjadi masalah besar.

Tak hanya berdampak pada posisi mereka di klasemen grup Liga Champions, kekalahan ini juga menambah tekanan dalam kompetisi domestik. Kritik terhadap Slot mulai menguat, terutama karena Liverpool terlihat kehilangan karakter permainan yang selama ini menjadi ciri khas mereka: agresif, kompak, dan penuh intensitas.

Selain pertahanan yang rapuh, serangan Liverpool juga terlihat tidak lagi seefektif sebelumnya. Beberapa peluang emas tidak mampu dikonversi menjadi gol. Hubungan antar lini tampak tidak sinkron, dan koordinasi dalam bertahan semakin sering goyah. Para pemain senior pun belum mampu memberi stabilitas yang dibutuhkan tim untuk keluar dari tekanan.

Pada akhirnya, kekalahan 1–4 di Anfield menunjukkan bahwa Liverpool tengah berada di fase krisis serius. Situasi ini menuntut evaluasi menyeluruh — baik dari segi taktik, mental, kebugaran pemain, hingga kedalaman skuad. Tanpa perubahan signifikan, Liverpool terancam terus terpuruk di kompetisi Eropa maupun domestik.

LIVERPOOL

(4-3-3): Giorgi Mamardashvili; Milos Kerkez, Virgil van Dijk, Ibrahima Konate (Chiesa 76′), Dominik Szoboszlai; Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch, Curtis Jones; Cody Gakpo, Hugo Ekitike (Isak 61′), Mohamed Salah.

PSV

(4-4-2): Matej Kovar; Anass Salah-Eddine, Yarek Gasiorowski, Jerdy Schouten, Sergino Dest; Ivan Perisic (Driouech 69′), Joey Veerman, Mauro Junior, Dennis Man (Bajraktarevic 88′); Guus Til (Pepi 69′), Ismael Saibari.

Tinggalkan Balasan