Jakarta, Berita Nusantara 89. Manchester City harus menelan kekalahan mengejutkan saat bertandang ke markas Bodo/Glimt dalam lanjutan Liga Champion Eropa musim 2025/2026. Bermain di Aspmyra Stadion, Norwegia, tim asuhan Pep Guardiola tumbang dengan skor 1–3 dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tekanan, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
Sejak awal pertandingan, Manchester City sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun dominasi tersebut tidak mampu menjadi peluang berbahaya yang efektif. Sebaliknya, Bodo/Glimt justru tampil disiplin dan memanfaatkan setiap celah yang muncul di lini pertahanan tim tamu.
Tim tuan rumah membuka keunggulan melalui dua gol cepat yang tercipta di babak pertama. Pemain Bodo/Glimt memanfaatkan dengan baik kurangnya koordinasi di lini belakang Manchester City. Terutama dengan bermain dan tampil agresif dan percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri. Keunggulan dua gol tersebut membuat City berada dalam tekanan besar sejak paruh awal laga.
Memasuki babak kedua, Bodo/Glimt kembali menunjukkan efektivitas permainan dengan menambah satu gol tambahan. Situasi semakin sulit bagi Manchester City setelah harus bermain dengan sepuluh pemain akibat kartu merah Rodri. Kondisi tersebut membuat upaya mengejar ketertinggalan menjadi semakin berat.
Manchester City akhirnya hanya mampu mencetak satu gol hiburan menjelang akhir pertandingan. Meski terus berusaha menekan, rapatnya pertahanan Bodo/Glimt membuat City gagal menambah gol hingga peluit panjang akhir pertandingan.
Pep : Bukan Level Terbaik Manchester City
Usai laga, Pep Guardiola mengakui bahwa timnya tidak tampil pada level terbaik. Ia menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan kekalahan, mulai dari absennya sejumlah pemain penting, kurangnya ketajaman di lini depan, hingga kesalahan individu yang berujung fatal. Guardiola juga menyoroti duel satu lawan satu yang kerap kalah, terutama di sektor pertahanan.
Pelatih asal Spanyol itu turut memberikan apresiasi kepada Bodo/Glimt yang bermain sangat disiplin, berani, dan mampu menerapkan rencana permainan dengan baik. Menurutnya, kondisi lapangan dan atmosfer stadion juga menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
Kekalahan ini menambah tekanan bagi Manchester City yang tengah menjalani periode sulit di berbagai kompetisi. Guardiola menegaskan bahwa timnya harus segera melakukan evaluasi menyeluruh dan kembali fokus menghadapi pertandingan berikutnya agar peluang lolos ke fase selanjutnya tetap terbuka.
Bagi Bodo/Glimt, kemenangan atas raksasa Inggris tersebut menjadi catatan sejarah dan bukti bahwa klub dengan sumber daya terbatas mampu bersaing di level tertinggi Eropa melalui organisasi permainan dan semangat juang tinggi.











