Jakarta, Berita Nusantara 89. Manchester United kembali menelan hasil mengecewakan di Liga Inggris setelah kalah 0-1 dari Everton pada laga di Old Trafford, Senin (25/11/2025). Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena MU sebetulnya unggul jumlah pemain, tetapi tetap gagal mencetak gol dan justru kebobolan lewat aksi Kiernan Dewsbury-Hall di babak pertama.
Usai pertandingan, manajer MU Ruben Amorim memberikan pernyataan tegas yang menyoroti mentalitas tim. Ia menegaskan bahwa para pemain tidak boleh terus-menerus meratapi hasil buruk. Bagi Amorim, kekalahan tersebut tidak bisa berubah, sehingga kembali fokus harus pada pertandingan berikutnya.
Amorim menilai, untuk kembali ke jalur kemenangan, MU perlu meningkatkan intensitas sejak awal permainan. Menurutnya, intensitas tinggi menjadi faktor penting agar tim mampu bersaing dan memaksimalkan peluang. Ia tidak ingin para pemain hanya melihat ke belakang dan memikirkan apa yang sudah terjadi. “Kami tidak bisa menangis. Kami tidak bisa terus memikirkan masa lalu,” ujarnya dalam konferensi pers.
Manajer asal Portugal itu menegaskan bahwa langkah terbaik saat ini adalah bekerja lebih keras, mengevaluasi kekurangan, dan mempersiapkan diri dengan lebih matang. Ia menyebut tim harus lebih agresif, fokus, dan menjaga determinasi dari menit pertama hingga pertandingan usai. Amorim mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu perbaikan agar Manchester United bisa keluar dari tekanan dan menghindari inkonsistensi performa.
Manchester United Tertahan di Posisi 10 Klasemen
Kekalahan dari Everton membuat MU tetap berada di papan tengah klasemen Liga Inggris. Dengan koleksi 18 poin, Setan Merah tertahan di peringkat ke-10, sementara Everton menguntit tepat di belakang mereka. Posisi ini memicu tekanan tambahan dari para pendukung yang berharap MU tampil lebih baik di musim ini.
Meski demikian, Amorim tetap mencoba menanamkan optimisme di tubuh tim. Ia menekankan bahwa perjalanan liga masih panjang dan kesempatan untuk memperbaiki peringkat masih sangat terbuka. Namun, peluang itu hanya bisa terwujud jika MU mampu menjaga fokus dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam kualitas permainan.
Selain soal taktik, Amorim juga menyoroti mentalitas. Ia menilai para pemain harus lebih kuat menghadapi tekanan, menjaga semangat, serta tidak mudah terguncang oleh kritik dan hasil buruk. Menurutnya, tim besar harus mampu merespons kekalahan dengan cara yang tepat, yaitu bekerja lebih keras dan menunjukkan karakter kuat di lapangan.
“Perlu mempersiapkan dan memperbaiki banyak hal. Penting memahami bahwa kami memainkan pertandingan intensitas tinggi untuk menang,” pungkasnya.
Bagi Amorim, kekalahan ini bisa menjadi momen penting untuk melakukan perubahan. Ia percaya, kejadian seperti ini justru bisa memicu kebangkitan jika dengan pendekatan yang benar. Ia meminta seluruh pemain untuk tetap bertanggung jawab dan tidak mencari alasan. Amorim menegaskan semua elemen tim, termasuk ia sebagai pelatih, memiliki kewajiban memperbaiki kondisi.
Secara keseluruhan, pesan Amorim jelas: Manchester United tidak boleh larut dalam kesedihan. Hasil buruk tidak boleh terulang, tetapi masih bisa memperjuangkan langkah ke depan. Ia mengajak seluruh pemain untuk menatap laga berikutnya dengan motivasi lebih tinggi, memperbaiki detail kecil yang selama ini menimbulkan masalah, dan tampil lebih agresif di setiap menit pertandingan.
Dengan komitmen, fokus, dan intensitas tinggi, Amorim yakin Manchester United bisa kembali menemukan bentuk terbaiknya dan bangkit dari periode sulit.













