Pep Guardiola Kesel Banget City Kalah

Berita, Olahraga24 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya tumbang. Lebih jauh, City tumbang 1-2 di markas Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (23/11/2025).

Kekalahan tersebut bukan hanya membuat City kehilangan poin penting, tetapi juga memicu reaksi emosional dari Guardiola yang terekam kamera. Bahkan Pep sempat terlihat sampai marah-marah ke juru kamera.

Lebih jauh, dalam pertandingan yang berlangsung panas itu, Harvey James menjadi mimpi buruh City. James mencetak brace yang hanya bisa City balas melalui sebiji gol Ruben Dias.

Dalam pertandingan yang berlangsung panas itu, Guardiola terlihat beberapa kali menunjukkan gestur kesal. Eks pelatih Barcelona tersebut bahkan sempat meluapkan amarah kepada seorang juru kamera yang berada terlalu dekat dengannya di pinggir lapangan. Momen tersebut ramai dibicarakan di media sosial lantaran memperlihatkan kondisi Guardiola yang tidak seperti biasanya.

Tak hanya itu, Guardiola juga terlibat adu argumen dengan gelandang Newcastle, Bruno Guimarães. Ketegangan keduanya terjadi setelah beberapa keputusan wasit dianggap merugikan City. Gelandang Brasil tersebut tampak berbicara keras ke arah Guardiola, dan sang pelatih membalas dengan ekspresi penuh emosi sebelum akhirnya dipisahkan oleh staf.

Pep Soroti Kontroversi Keputusan Wasit

Salah satu faktor yang membuat Guardiola naik pitam adalah beberapa keputusan wasit yang tidak konsisten. Pada babak pertama, Phil Foden jatuh di kotak penalti, namun wasit tidak memberikan hadiah penalti. City juga mempertanyakan gol kedua Newcastle yang sempat berada dalam posisi offside sebelum dinyatakan sah setelah pengecekan.

Selanjutnya, Pep terlihat beradu argumen dengan pemain Newcastle, Bruno Guimaraes. Kemudian wasit Sam Barrot pun tak luput dari kemarahannya. Tak berhenti, Pep kemudian memarahi seorang juru kamera yang bertugas di lapangan.

Pep : Semua Baik-Baik Saja

Di konferensi pers setelah pertandingan, Guardiola mencoba meredam isu dan menyebut bahwa dirinya “baik-baik saja”. Namun gestur dan ekspresinya selama laga memperlihatkan rasa frustrasi yang cukup kuat. Ia enggan menyinggung detail insiden di lapangan, termasuk saat memarahi kameramen, dan memilih berfokus pada performa timnya. Guardiola enggan bicara mengenai kekesalannya di lapangan.

“Tidak ada pertanyaan, semua baik-baik saja,” kata Pep kepada Daily Mail. “Saya bilang betapa baiknya, hanya urusan pribadi. Semua baik-baik saja,” imbuhnya mengenai adu argumen dengan Bruno Guimaraes di pertandingan.

Secara statistik, Manchester City tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Guardiola menegaskan bahwa timnya bermain bagus, namun tidak efektif dalam penyelesaian akhir. Menurutnya, sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol karena para pemain tidak cukup tajam.

Ia juga mengingatkan bahwa intensitas dan pressing tim harus lebih konsisten, terutama ketika menghadapi tim seperti Newcastle yang tampil agresif. Guardiola menilai bahwa kegagalan memaksimalkan peluang memberikan celah bagi lawan untuk membalikkan keadaan.

Newcastle Layak Menang

Meski kecewa, Guardiola mengakui kualitas Newcastle. Ia menyebut tim asuhan Eddie Howe itu sebagai skuad dengan materi pemain yang kuat serta manajer yang berkompeten. Menurutnya, Newcastle mampu memanfaatkan momentum di kandang dan mendapatkan hasil yang pantas.

Kekalahan ini membuat posisi Manchester City tergeser ke peringkat ketiga klasemen sementara. Situasi tersebut semakin memperketat persaingan papan atas Liga Inggris musim ini, terutama mengingat City harus menjaga stabilitas untuk mempertahankan peluang dalam perebutan gelar.

Fokus Perbaikan Jelang Laga Berikutnya

Guardiola menegaskan bahwa timnya harus segera kembali fokus dan memperbaiki kelemahan. Ia meminta para pemain lebih tenang, efektif, dan disiplin dalam mengonversi peluang. Pertandingan melawan Newcastle sebagai pengingat bahwa dominasi permainan tidak selalu menjamin kemenangan.

Meski dugaan kontroversi wasit mewarnai laga, Guardiola memilih tidak memperpanjang polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa evaluasi utama tetap pada performa tim sendiri.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Manchester City, baik secara mental maupun posisi klasemen. Guardiola yang biasanya tenang terlihat kehilangan kesabaran, memperlihatkan tingginya tekanan yang tim juara bertahan tersebut. Publik kini menunggu bagaimana reaksi City dalam pertandingan berikutnya dan apakah Guardiola mampu membawa timnya bangkit dari situasi ini.

Tinggalkan Balasan