Puskas Award, Penghargaan Gol Terbaik Tahunan FIFA

Berita, Olahraga287 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. FIFA Puskas Award pertama kali pada 2009 sebagai bentuk apresiasi terhadap gol-gol terbaik. Sejak saat itu, baru ada dua pesepak bola asal Asia yang berhasil meraih trofi bergengsi tersebut. Fakta ini kembali mencuat setelah berita publikasi bahwa Rizky Ridho, pemain Indonesia, masuk dalam nominasi Puskas Award 2025.

“Dengan waktu 61 menit dan 33 detik, kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, berada di dekat bendera sudut timnya. Sepuluh detik kemudian, bek tengah tersebut membuka skor setelah pertukaran umpan yang rapi, lari cepat ke setengah lapangan lawan, dan tendangan jarak jauh yang berani yang melambung di atas kiper dan melengkung tepat di bawah mistar gawang. Sayangnya bagi pemain internasional Indonesia tersebut, timnya akhirnya kalah dalam pertandingan Liga 1 Indonesia ini dengan skor 3-1.” melansir dari situs FIFA, (13/11/2025)

Jejak Asia Dalam Puskas Award

Nama pertama yang mencatatkan prestasi emas adalah Mohd Faiz Subri dari Malaysia. Dia memenangkan Puskas Award pada 2016 berkat tendangan bebas indah dari jarak jauh yang membengkok di udara dan menaklukkan kiper lawan. Tendangan bebas dari jarak 30 meter ini masuk ke gawang dari sudut yang cukup sulit. Prestasi ini menjadikannya pemain Asia pertama yang meraih penghargaan tersebut.

Penerusnya datang beberapa tahun kemudian, yaitu Son Heung-min dari Korea Selatan. Pada 2020, pemain bintang Tottenham Hotspur tersebut memenangkan Puskas Award atas gol spektakulernya, menjadikannya sebagai pesepak bola Asia kedua yang pernah menyabet penghargaan gol terbaik versi FIFA.

Gol spektakuler Son ini tercipta di Premier League saat Totenham Hotspur melawn Burnley. Son melakukan solo run dari kotak penalti timnya. Kemudian ia melewati tujuh pemain lawan sebelum melepaskan tembakan ke gawang.

Puskas Award ?

FIFA memberikan penghargaan Puskas Award untuk gol terindah setiap tahunnya. Perhitungannya berdasarkan kalender tahunan, bukan kalender kompetisi. FIFA mulai memberikan penghargaan ini sejak 20 Oktober 2009. Setiap tahun FIFA mengumumkan 3 orang finalis dalam The Best FIFA Football Awards. Puskas Award tidak memandang kategori gender pria atau wanita, estetika gol menjadi syarat utamanya.

Puskas Award FIFA berikan untuk menghormati legenda sepakbola Hungaria dan Real Madri, Ferenc Puskas. Sebelumnya ia mendapatkan gelar pencetak gol terbaik sepanjang abad 20 pada 1997. Selama karirnya, Puskas mencetak total 806 gol dalam 793 pertandingan klub dan 86 gol di laga tim nasional.

Kemudian, Cristiano Ronaldo adalah pemenang Puskas Award pertama pada 2009. Selanjutnya rival abadi Ronaldo, Lionel Messi, memegang rekor nominasi terbanyak dengan 7 kali nominasi.

Cara dan Syarat Penilaian FIFA

FIFA memiliki penilain sendiri untuk gol indah yang masuk dalam nominasi. Pertama, harus merupakan gol yang benar-benar indah. Penilaian ini lebih bersifat subyektif, namun keputusan tetap dengan melalui penilaian ahli dan tahap voting.

Kemudian gol akan meliputi salah satu dari kriteria tertentu. Seperti tendangan jarak jauh, team gol, salto, individu, back shot dan lainnya. Lalu, gol bukan dari lucky shot, deflect atau kesalahan pemain. Selanjutnya penghargaan ini untuk pemain tanpa membedakan kompetisi maupun kewarganegaraan.

Terakhir nominasi hanya untuk 1 gol setiap pesepakbola. Dengan catatan pemain harus berperilaku fair play di dalam dan luar lapangan, termasuk di dalamnya tanpa adanya catatan dopping.

Barisan Pemenang Gol Terbaik

Deretan pemenang Puskas Award sejak pertama muncul terdapat nama nama besar dunia sepakbola internasional. Namun juga ada nama nama yang tidak terkenal di dunia sepakbola internasional. Mengingat FIFA memberikan penghargaan ini tanpa ada batasan kompetisi.

Cristiano Ronaldo, Manchester United (2009), Hamit Altintop, Turki (2010), Neymar, Santos (2011), Miroslav Stoch, Fenerbahce (2012). Selanjutnya ada nama Zlatan Ibrahimovic, Swedia (2013) dan James Rodriguez, Kolombia (2014) dan Wendel Lira, Goianesia (2015).

Kemudian Mohd Faiz Subri, Penang FC (2016), Gol kalajengking Olivie Giroud, Arsenal (2017), dan gol Mohamed Salah, Liverpool (2017). Lalu ada Daniel Zsori, Debrecen (2018) dan berturut-turut 2 pemain Tottenham Hostpur Son Heung Min dan Erik Lamela pada 2020 dan 2021.

Pada 3 edisi terakhir ada Marcin Elsky (Warta Poznan/2022), Guilherme Madruga (Botafogo/2023) dan Alejandro Garnacho dari Manchester United pada 2024.

Tinggalkan Balasan