Bupati Pati 7 Jam Diperiksa KPK

Berita223 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Bupati Pati, Sudewo, akhirnya menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu, 27 Agustus 2025. Ia hadir sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap proyek pembangunan jalur kereta api Solo Balapan–Jawa Tengah. Seusai pemeriksaan, ia menegaskan bahwa seluruh pertanyaan telah ia jawab dengan penuh kejujuran dan keterbukaan.

“KPK memanggil, untuk keterangan sebagai saksi. Semua pertanyaan saya jawab sejujurnya dan apa adanya,” ujarnya dengan tegas usai keluar dari ruang pemeriksaan. Ia menambahkan bahwa dana sitaan dalam kasus ini merupakan hasil jerih payahnya selama menjadi anggota DPR RI, serta telah ia jelaskan secara rinci dalam pemeriksaan sebelumnya.

Sebagai pengingat, Sudewo sebelumnya tidak hadir saat dipanggil pertama kali, namun akhirnya memenuhi panggilan ulang dan siap memberikan klarifikasi. Ia juga menyatakan tidak membawa dokumen—mengisyaratkan bahwa proses klarifikasi mengacu sepenuhnya pada ingatan dan penjelasan yang bersifat verbal.

KPK melalui juru bicaranya, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pemeriksaan fokus pada pengembangan kasus dugaan suap terkait pengadaan dan pemeliharaan jalur kereta api oleh Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah. Pemeriksaan untuk menggali pengetahuannya tentang aliran uang dalam proyek tersebut, terutama di wilayah Solo Balapan. Tim penyidik pun tengah mendalami keterlibatan berbagai pihak dan jejak aliran dana yang mungkin terjadi.

Kasus Yang Menyeret Bupati Pati

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan ASN Risna Sutriyanto sebagai tersangka dan menahannya hingga akhir bulan. Risna menjabat sebagai Ketua Pokja dalam beberapa paket pekerjaan proyek jalur ganda KA Solo Balapan–Kadipiro. KPK menduga Risna terlibat dalam kolusi, termasuk penggunaan perusahaan tertentu sebagai pemenang tender. Total, hingga kini sudah 14 orang telah menjadi tersangka dalam perkara ini—hasil dari pengembangan OTT pada April lalu.

Pemeriksaan terhadap Sudewo membawa harapan baru dalam penyelidikan, karena keterangannya bisa mengungkap jalur komunikasi proyek serta memungkinkan pihak penyidik menelusuri siapa saja yang terlibat dalam dugaan korupsi ini. Instrumen seperti dokumen kontrak, bukti transfer, dan jaringan komunikasi berperan penting dalam memperkuat proses investigasi.

Secara umum, kehadiran Sudewo di KPK ini sebagai langkah penting dalam rangka menjernihkan persoalan secara adil dan transparan. Meskipun demikian, publik menyadari bahwa seluruh proses hukum masih berjalan panjang—termasuk kemungkinan perluasan penyidikan dan pemeriksaan tambahan.