Jakarta, Berita Nusantara 89. – Aksi demo berlangsung serentak di sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Jogja, Makassar, Medan, dan lainnya. Gelombang protes ini merespons kematian tragis pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi di Jakarta sehari sebelumnya.
Demo Berbagai Titik Aksi di Jakarta
Ribuan pengemudi ojek online berkumpul di Mako Brimob Kwitang, melempari aparat dengan batu dan petasan. Di sisi lain, massa mahasiswa mengepung Polda Metro Jaya serta kantor DPR/MPR RI. Beberapa fasilitas umum pun rusak seperti halte TransJakarta, mobil dinas, hingga membakar Water Barrier. Hal ini menciptakan suasana tak terkendali dengan bentrokan berlanjut hingga malam hari.
Hal ini berimbas juga pada aktifitas kerja perkantoran di Jakarta. Sebagian besar kantor memilih memulangkan karyawannya lebih cepat untuk menghindari demonstrasi.
Bandung dan Surakarta (Solo)
Di Bandung, aksi berujung pada pembakaran water barrier di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Sementara itu, di Solo—di depan Mako Brimob—awal aksi berlangsung damai hingga akhirnya massa merangsek masuk dan merusak pagar setelah pernyataan resmi keluar.
Surabaya di Gedung Grahadi
Aksi solidaritas di depan Gedung Grahadi memanas saat massa mencoba menerobos pagar dan melempar batu serta bongkahan beton. Selanjutnya, sekitar 12 sepeda motor terbakar dan sejumlah fasilitas rusak. Aparat sempat menyemprotkan water cannon untuk membubarkan kerumunan.
Aksi demonstrasi yang di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Jumat siang berubah menjadi kerusuhan intens. Massa merangsek hingga ke dalam kompleks dan melakukan pembakaran terhadap puluhan sepeda motor yang terparkir, menyulut kobaran api dan asap hitam ke udara.
Menurut pengamatan di lokasi, sebanyak 21 motor terbakar di dalam area Grahadi. Namun, beberapa laporan juga menyebut angka yang lebih tinggi mencapai 25 unit. Saksi mata bahkan menyebut bahwa saat massa berhasil menerobos, mereka langsung membakar kendaraan menggunakan dugaan bahan bakar semacam molotov. Seorang pemilik motor yang menjadi korban mengaku pasrah melihat motornya yang ludes terbakar tanpa sempat menyelamatkannya.
Yogyakarta (DIY)
Di Yogyakarta, demonstrasi yang awalnya berlangsung tertib berubah menjadi rusuh. Markas Polda DIY menjadi sasaran pembakaran dan perusakan fasilitas. Kendaraan dinas ikut terbakar, pagar dan fasilitas pelayanan publik rusak hingga kerusuhan meluas ke area sekitarnya.
Aksi unjuk rasa yang di depan Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta berakhir ricuh pada Jumat sore. Sekitar pukul 18.13 WIB, massa melakukan pembakaran terhadap dua mobil dinas yang terparkir di halaman markas kepolisian. Selain itu, pagar di pintu timur dan barat kantor Polda juga hancur, sementara papan nama resmi rusak dan copot secara paksa.
Ribuan peserta aksi—terdiri dari pengemudi ojek online, mahasiswa, dan masyarakat umum—berkumpul sejak sore hari. Mereka semula berkordinasi di salah satu kampus Yogyakarta, kemudian bergerak menuju Mapolda DIY untuk menyuarakan tuntutan mereka. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan “Jogja Memanggil” yang menyerukan beberapa tuntutan serius, seperti pembubaran DPR RI, penegakan hukum atas kasus kematian pengemudi ojol Affan Kurniawan, hingga reformasi struktural dalam institusi kepolisian dan militer.
Aksi Demo di Makassar dan Medan
Di Makassar, massa membakar gedung DPRD Sulawesi Selatan serta kendaraan yang terparkir—termasuk ATM—dan merusak fasilitas kantor legislator. Di Medan dan kota lainnya, aksi juga terjadi dalam tuntutan serupa terhadap insiden Affan serta kebijakan tunjangan legislatif.
Gelombang aksi ini membuat sejumlah pusat perbelanjaan seperti Sarinah dan mal di Senayan tutup lebih awal, sementara jalanan di beberapa lokasi lumpuh akibat macet parah. Selain itu, pejabat seperti Jusuf Kalla menyerukan agar demonstrasi tetap damai dan meminta agar aparat yang terlibat dalam insiden hukum secara adil.