Jakarta, Berita Nusantara 89. Ade Armando bantah tuduhan fitnah terhadap Jusuf Kalla yang sempat mencuat di ruang publik. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak memiliki unsur pencemaran nama baik seperti yang dituduhkan. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Polemik ini menjadi perhatian masyarakat luas karena melibatkan tokoh publik. Reaksi yang muncul menunjukkan tingginya sensitivitas terhadap isu-isu yang berkaitan dengan figur nasional.
Ade Armando bantah tuduhan fitnah terhadap Jusuf Kalla dan menegaskan bahwa pernyataannya merupakan bagian dari opini publik. Klarifikasi ini agar dapat meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat.
Sebelumnya, sekitar 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Menjaga Kerukunan Umat melaporkan Ade Armando. Ormas tersebut juga melaporkan Abu Janda dan politisi Grace Natalie ke polisi terkait video ceramah Jusuf Kalla (JK).
Klarifikasi Ade Armando, Siap Apabila Ada Panggilan Polisi
Ade Armando menjelaskan bahwa pernyataannya tidak untuk menyerang pribadi Jusuf Kalla. Ia menegaskan bahwa komentar dalam konteks diskusi publik. Menurutnya, terdapat kesalahpahaman dalam menafsirkan isi pernyataan tersebut. Oleh karena itu, ia merasa perlu memberikan penjelasan secara terbuka.
“Kami tidak memfitnah, menuduh Pak JK penoda agama. Kami tidak pernah mengadu domba kelompokumat beragama di Indonesia.” kata Ade Armando di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ia juga menekankan bahwa tidak ada niat untuk menyebarkan informasi yang merugikan pihak mana pun. Semua pernyataan, kata dia, bersifat opini dalam ruang demokrasi. Siapa pun yang menuduh saya dan saya dan teman-teman melakukan itu, saya akan tantang. Tolong sampaikan di bagian mana dari video saya, saya melakukan itu,” ujarnya.
Selanjutnya Ade Armando juga menegaskan bahwa dirinya siap memenuhi panggilan polisi untuk klarifikasi. “Kalau ada panggilan polisi, saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya,” kata Ade.
Isu yang berkembang di publik dinilai telah meluas dan menimbulkan berbagai interpretasi. Ade Armando menyayangkan adanya anggapan yang tidak sesuai dengan maksud awal pernyataannya.
Ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Menurutnya, penting untuk memahami konteks sebelum menarik kesimpulan.
Selain itu, ia juga mengajak publik untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh.
PSI Tidak Berikan Bantuan Hukum
PSI tak beri bantuan hukum untuk Grace Natalie terkait laporan polisi atas unggahan video ceramah Jusuf Kalla. Partai menegaskan bahwa perkara tersebut merupakan tanggung jawab pribadi, bukan urusan kelembagaan. Sikap ini sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip penegakan hukum yang berlaku di Indonesia.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menjelaskan bahwa setiap pernyataan kader merupakan tanggung jawab individu. Oleh karena itu, proses hukum yang berjalan harus secara personal oleh yang bersangkutan.

Meski demikian, ia menyebut bahwa dukungan tetap dalam konteks hubungan personal. Namun, bantuan tersebut tidak mewakili sikap resmi partai secara kelembagaan.
Ahmad Ali menekankan sikap ini tidak hanya berlaku dalam kasus ini saja. Tetapi merupakan prinsip umum PSI dalam menegakkan hukum di Indonesia. Siapa pun dengan dugaan melakukan tindak pidana, baik kader atau bukan, tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.







