PACITAN, Berita Nusantara 89. PSHT Pacitan berhasil meraih juara umum dalam Kejurkab IPSI Kabupaten Pacitan 2026. Keberhasilan ini menegaskan dominasi PSHT Cabang Pacitan Pusat Madiun di ajang pencak silat tingkat daerah. Kompetisi yang berlangsung selama dua hari ini menjadi panggung pembuktian kualitas atlet muda dari berbagai perguruan.
PSHT Pacitan Dominasi Kejurkab IPSI 2026
Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat IPSI Kabupaten Pacitan 2026 pada 2 hingga 3 Mei 2026 di Gedung Gasibu Pacitan. Lebih jauh, atlet dari berbagai perguruan pencak silat se-Kabupaten Pacitan mengikuti ajang ini.
Selama pertandingan, para pesilat menampilkan teknik yang matang dan strategi bertanding yang terukur. Selain itu, nilai sportivitas juga terlihat kuat di setiap laga. Para atlet berupaya memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama perguruan masing-masing.
Berdasarkan hasil akhir, PSHT Pacitan tampil sebagai juara umum pertama. Sementara itu, perguruan Tapak Suci harus puas menempati posisi kedua dalam klasemen akhir Kejurkab IPSI 2026.
Apresiasi dan Pesan Ketua PSHT
Ketua PSHT Cabang Pacitan, Nurwiyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan pelatih atas kerja keras mereka. Ia menilai pencapaian ini merupakan hasil dari latihan yang konsisten serta semangat juang yang tinggi.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah berjuang keras,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar para atlet tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, konsistensi latihan dan kekompakan tim harus tetap menjaga demi menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Bangga boleh, tetapi jangan lengah. Tetap latihan rutin dan jaga kebersamaan,” tambahnya.
Dukungan dan Evaluasi Pembinaan Atlet
Dari sisi teknis, pelatih PSHT Pacitan, Moh Habib dan Angga, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Mereka menyebut peran rayon, ranting, cabang, hingga orang tua atlet sangat berpengaruh dalam proses pembinaan.
“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, mulai dari pengurus hingga orang tua atlet,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kejurkab IPSI ini menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet di tingkat daerah. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi kemampuan atlet sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
Keberhasilan PSHT Pacitan menjadi juara umum dapat memotivasi perguruan lain untuk terus meningkatkan kualitas latihan. Selain itu, kompetisi seperti ini juga memperkuat ekosistem olahraga pencak silat di daerah.
Dengan adanya Kejurkab IPSI, regenerasi atlet dapat berjalan secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk menjaga prestasi daerah di tingkat provinsi maupun nasional.











