Jakarta, Berita Nusantara 89. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memamerkan 22 kendaraan dalam OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) dan sejumlah pihak terkait. Barang bukti itu terdiri dari 15 mobil dan 7 sepeda motor beragam merek dan tipe.
Pameran barang bukti itu di halaman dan lobi Gedung Merah Putih KPK, Kamis, 21 Agustus 2025. Langkah ini agar publik mengetahui transparansi hasil OTT sekaligus memberi pesan bahwa lembaga antikorupsi serius menindaklanjuti kasus besar ini.
Deretan Mobil Mewah Dalam OTT
KPK memajanng kendaraan di halaman hingga lobi Gedung Merah Putih KPK mencakup mobil-mobil mewah dan off-road seperti.
KPK Mengamankan Nissan GT-R dalam OTT
- Nissan GT-R, mobil sport premium ikonik.
- Toyota Corolla Cross Hybrid, SUV modern.
- Dua unit Hyundai Palisade, serta satu Suzuki Jimny.
- Tiga unit Honda CR-V, Jeep Cherokee, dan Toyota Hilux.
- Dua unit Mitsubishi Xpander, satu Hyundai Stargazer, satu BMW 3-Series, dan satu Mitsubishi Pajero Sport.
Di antara kendaraan roda dua terdapat:
- Dua unit Vespa, termasuk Vespa Sprint S 150.
- Lima motor merek Ducati, seperti Scrambler, Hypermotard, dan XDiavel.
KPK Tentukan Status OTT Wamenaker Dalam 1 x 24 Jam
OTT terhadap Wamenaker Noel karena dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). KPK mengamankan sekitar 10 orang dalam operasi tersebut, yang kini sedang menjalani pemeriksaan intensif.
Juru bicara KPK memastikan bahwa lembaganya memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum terhadap pihak-pihak dalam OTT tersebut. Publik masih menunggu pengumuman resmi KPK serta rincian lebih lanjut mengenai kepemilikan dan asal-usul kendaraan mewah tersebut.
Langkah KPK memamerkan barang bukti di depan publik sebagai simbol transparansi dan komitmen. Dengan menampilkan kendaraan mewah hasil OTT, KPK memberi pesan bahwa praktik korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga bisa memperlihatkan gaya hidup tak wajar pejabat atau pihak terkait.
Kasus ini menempatkan Noel sebagai pejabat kabinet pertama di era pemerintahan saat ini yang terjerat OTT. Sorotan publik pun semakin besar, terlebih karena skala kasus dan nilai aset yang hasil sitaan. Pemerintah menyatakan tidak akan memberikan toleransi jika Noel terbukti bersalah, dan menegaskan akan mengganti posisinya segera.
Publik kini menunggu hasil penyidikan resmi KPK. Jika dugaan pemerasan terbukti, kasus ini akan menjadi peringatan keras bagi pejabat lain untuk menjaga integritas. Dengan barang bukti yang ada, KPK dipandang memiliki pijakan kuat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum lebih lanjut.