11 Fitur Baru Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi di Indonesia

Berita300 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. 11 Fitur Baru Telegram menghadirkan pembaruan besar dengan sejumlah fitur baru untuk memperkaya pengalaman pengguna di seluruh dunia.

Pembaruan tersebut membawa berbagai kemampuan baru untuk pengguna biasa maupun pengelola channel. Fitur yang tersedia mencakup rekomendasi channel, repost cerita, transkripsi suara, hingga pengembangan fitur komunitas.

Di Indonesia, pembaruan Telegram tersebut hadir bersamaan dengan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memasukkan Telegram dalam kategori platform digital berisiko tinggi bagi anak.

11 Fitur Baru Telegram

Pembaruan Telegram menghadirkan sejumlah fitur yang berkaitan dengan komunikasi, personalisasi, channel, serta komunitas.

Berikut 11 Fitur Baru Telegram dalam pembaruan tersebut:

  1. Similar Channels
    Telegram kini dapat merekomendasikan channel publik lain berdasarkan kesamaan topik dan jumlah pelanggan. Fitur ini membantu pengguna menemukan channel dengan konten serupa.
  2. Story Repost
    Pengguna dapat membagikan ulang cerita milik teman atau channel favorit ke cerita pribadi. Pengguna juga dapat menambahkan audio, video, maupun komentar.
  3. Pesan Video di Story
    Pengguna dapat menambahkan pesan video ketika membuat cerita. Ukuran dan posisi video dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  4. Warna Profil dan Latar Obrolan
    Telegram memberikan pilihan personalisasi tampilan profil dan latar belakang percakapan. Pengaturan tersebut dapat terlihat oleh kedua pihak dalam percakapan.
  5. Statistik Story untuk Channel
    Pengelola channel memperoleh kemampuan analitik cerita yang lebih mendalam. Admin juga mendapatkan opsi untuk mengatur reaksi khusus dari anggota.
  6. Voice-to-Text Gratis
    Pengguna gratis dapat mengubah pesan suara menjadi teks hingga dua kali dalam sepekan. Pelanggan Premium memperoleh akses transkripsi tanpa batas.
  7. Level Grup dengan Boost
    Grup dapat meningkatkan level melalui dukungan Boost dari anggota. Level tersebut dapat membuka sejumlah kemampuan tambahan.
  8. Story untuk Grup
    Grup dengan level tertentu dapat memperoleh akses ke fitur cerita grup untuk berbagi konten kepada anggota komunitas.
  9. Forum Terintegrasi
    Telegram mengembangkan kemampuan komunitas melalui forum dan sub-channel tematik. Fitur ini memungkinkan pembahasan berdasarkan topik tertentu.
  10. Status Emoji
    Grup dengan level tertentu dapat memperoleh opsi personalisasi tambahan, termasuk penggunaan status emoji.
  11. Marketplace Komunitas
    Pengembangan fitur komunitas juga mencakup kemampuan marketplace yang terintegrasi dengan ekosistem grup.

Telegram Sempat Mengalami Gangguan Global

Sebelum pembaruan tersebut, Telegram sempat mengalami gangguan layanan di sejumlah wilayah.

Pada 8 September 2026, ribuan laporan gangguan tercatat di platform pemantau layanan. Pengguna melaporkan kendala ketika mengakses akun maupun mengirim pesan.

Gangguan juga dilaporkan terjadi di Singapura dengan jumlah laporan yang cukup tinggi.

Hingga informasi tersebut beredar, belum ada penjelasan resmi dari Telegram mengenai penyebab gangguan layanan tersebut.

Telegram Masuk Kategori Risiko Tinggi di Indonesia

Di tengah pengembangan fitur baru, Telegram juga menghadapi kebijakan baru terkait perlindungan anak di Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Digital memasukkan Telegram dalam kategori platform digital berisiko tinggi bagi anak.

Kebijakan tersebut berkaitan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa platform dalam kategori risiko tinggi harus menerapkan verifikasi usia.

Aturan tersebut juga mengharuskan platform membatasi akses bagi pengguna anak di bawah usia 16 tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

Komdigi Nilai Ratusan Layanan Digital

Komdigi menyebut penilaian risiko dilakukan terhadap ratusan layanan digital yang beroperasi di Indonesia.

Hingga 6 September 2026, terdapat 252 layanan yang telah masuk dalam proses penilaian.

Sebanyak 22 platform kemudian dikategorikan memiliki risiko tinggi bagi anak. Telegram menjadi salah satu layanan yang masuk dalam daftar tersebut bersama sejumlah platform digital lainnya.

Kebijakan ini menempatkan Telegram pada dua sisi perkembangan digital di Indonesia. Di satu sisi, fitur baru Telegram terus dikembangkan untuk memperluas fungsi komunikasi dan komunitas. Di sisi lain, platform tersebut harus menyesuaikan operasionalnya dengan ketentuan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.Telegram menghadirkan pembaruan besar dengan sejumlah fitur baru untuk memperkaya pengalaman pengguna di seluruh dunia.

Pembaruan tersebut membawa berbagai kemampuan baru untuk pengguna biasa maupun pengelola channel. Fitur yang tersedia mencakup rekomendasi channel, repost cerita, transkripsi suara, hingga pengembangan fitur komunitas.

Di Indonesia, pembaruan Telegram tersebut hadir bersamaan dengan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memasukkan Telegram dalam kategori platform digital berisiko tinggi bagi anak.

11 Fitur Baru Telegram

Pembaruan Telegram menghadirkan sejumlah fitur yang berkaitan dengan komunikasi, personalisasi, channel, serta komunitas.

Berikut sejumlah fitur baru yang diperkenalkan dalam pembaruan tersebut:

  1. Similar Channels
    Telegram kini dapat merekomendasikan channel publik lain berdasarkan kesamaan topik dan jumlah pelanggan. Fitur ini membantu pengguna menemukan channel dengan konten serupa.
  2. Story Repost
    Pengguna dapat membagikan ulang cerita milik teman atau channel favorit ke cerita pribadi. Pengguna juga dapat menambahkan audio, video, maupun komentar.
  3. Pesan Video di Story
    Pengguna dapat menambahkan pesan video ketika membuat cerita. Ukuran dan posisi video dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  4. Warna Profil dan Latar Obrolan
    Telegram memberikan pilihan personalisasi tampilan profil dan latar belakang percakapan. Pengaturan tersebut dapat terlihat oleh kedua pihak dalam percakapan.
  5. Statistik Story untuk Channel
    Pengelola channel memperoleh kemampuan analitik cerita yang lebih mendalam. Admin juga mendapatkan opsi untuk mengatur reaksi khusus dari anggota.
  6. Voice-to-Text Gratis
    Pengguna gratis dapat mengubah pesan suara menjadi teks hingga dua kali dalam sepekan. Pelanggan Premium memperoleh akses transkripsi tanpa batas.
  7. Level Grup dengan Boost
    Grup dapat meningkatkan level melalui dukungan Boost dari anggota. Level tersebut dapat membuka sejumlah kemampuan tambahan.
  8. Story untuk Grup
    Grup dengan level tertentu dapat memperoleh akses ke fitur cerita grup untuk berbagi konten kepada anggota komunitas.
  9. Forum Terintegrasi
    Telegram mengembangkan kemampuan komunitas melalui forum dan sub-channel tematik. Fitur ini memungkinkan pembahasan berdasarkan topik tertentu.
  10. Status Emoji
    Grup dengan level tertentu dapat memperoleh opsi personalisasi tambahan, termasuk penggunaan status emoji.
  11. Marketplace Komunitas
    Pengembangan fitur komunitas juga mencakup kemampuan marketplace yang terintegrasi dengan ekosistem grup.

Telegram Sempat Mengalami Gangguan Global

Sebelum pembaruan tersebut, Telegram sempat mengalami gangguan layanan di sejumlah wilayah.

Pada 8 September 2026, ribuan laporan gangguan tercatat di platform pemantau layanan. Pengguna melaporkan kendala ketika mengakses akun maupun mengirim pesan.

Gangguan juga dilaporkan terjadi di Singapura dengan jumlah laporan yang cukup tinggi.

Hingga informasi tersebut beredar, belum ada penjelasan resmi dari Telegram mengenai penyebab gangguan layanan tersebut.

Telegram Masuk Kategori Risiko Tinggi di Indonesia

Di tengah pengembangan fitur baru, Telegram juga menghadapi kebijakan baru terkait perlindungan anak di Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Digital memasukkan Telegram dalam kategori platform digital berisiko tinggi bagi anak.

Kebijakan tersebut berkaitan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa platform dalam kategori risiko tinggi harus menerapkan verifikasi usia.

Aturan tersebut juga mengharuskan platform membatasi akses bagi pengguna anak di bawah usia 16 tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

Komdigi Nilai Ratusan Layanan Digital

Komdigi menyebut penilaian risiko dilakukan terhadap ratusan layanan digital yang beroperasi di Indonesia.

Hingga 6 September 2026, terdapat 252 layanan yang telah masuk dalam proses penilaian.

Sebanyak 22 platform kemudian dikategorikan memiliki risiko tinggi bagi anak. Telegram menjadi salah satu layanan yang masuk dalam daftar tersebut bersama sejumlah platform digital lainnya.

Kebijakan ini menempatkan Telegram pada dua sisi perkembangan digital di Indonesia. Di satu sisi, fitur baru Telegram terus dikembangkan untuk memperluas fungsi komunikasi dan komunitas. Di sisi lain, platform tersebut harus menyesuaikan operasionalnya dengan ketentuan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.

Tinggalkan Balasan