Jakarta, Berita Nusantara 89. Polymarket mendadak ramai setelah munculnya nama Presiden Prabowo dalam platform pasar prediksi digital berbasis blockchain tersebut. Jabatan Presiden Republik Indonesia menjadi topik yang ramai dalam bentuk prediksi oleh pengguna platform tersebut.
Pemicunya dalah munculnya taruhan mengenai masa depan Presiden Prabowo Subianto. Taruhan bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by …?” mengajak pengguna untuk menebak Prabowo akan mundur atau lengser di tahun 2026 atau tidak.
Kemunculan nama Prabowo di Polymarket langsung menarik perhatian publik dan memunculkan berbagai reaksi di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan mekanisme platform tersebut serta dampaknya terhadap isu politik di Indonesia.
Sebelumnya, kejadian serupa tercatat pada 2025 juga memunculkan nama Presiden Prabowo Subianto. Namun saat itu tidak terjadi kehebohan dan prediksinya saat itu juga rendah.
Apa itu Polymarket ? Sampai Nama Joe Biden Juga Pernah Masuk Dalam Taruhan
Kasus yang menghebohkan juga menimpa pemimpin dunia termasuk di Amerika Serikat. Adalah Joe Biden yang juga masuk dalam Polymarket terkait kampanye Pilpres 2024. Saat itu, Polymarket membuka kontrak taruhan apakah Presiden AS, Joe Biden, akan mundur dari pencalonan Pilpres 2024.
Namanya muncul setelah penampilannya dalam debat publik melawan Donald Trump. Selanjutnya, Joe Biden memberikan pengumuman resmi kepada publik muncur dan para petaruh di Polymarket sudah “meramal” dengan jitu.

Polymarket terkenal sebagai platform prediksi berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna memasang prediksi/taruhan terhadap berbagai peristiwa global. Topiknya tidak hanya berkaitan dengan ekonomi dan olahraga, tetapi juga isu politik internasional.
Selanjutnya pengguna dapat bertaruh berbagai jenis isu global yang tersaji dalam bentuk saham Yes atau No seharaga 0.01 – 0.99 USD. Saham akan bergerak dinamis sesuai dengan persentasi peluang kemungkinan terjadi peristiwa dalam taruhan tersebut. Namun memang ini hanya terkait berdasarkan penilain pasar saja.
Kemudian apabila mereka menebak benar, maka saham mereka akan menjadi USD 1.00. Namun jika salah, maka saham mereka menjadi nol.
Prediksi Jabatan Prabowo di Polymarket
Sebelumnya pasar prediksi di Polymarket muncul nama Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Munculnya pasar taruhan ini tersinyalir terkait dengan berbagai isu pemerintahan Prabowo saat ini. Lebih jauh, termasuk kritikan dari Amnesty Internasional terhadap kebebasan berpendapat.
Selanjutnya dari The Economist, yang mengkhawatirkan oposisi dan resiko fiskal dalam program Makan Bergizi Gratis dan anjloknya nilai tukar Rupiah.
Dalam taruhan terkait Prabowo Subianto ini, Polymarket memungkinkan pengguna membeli saham “Yes” atau “No”. Penentu kemenangan nantinya akan berdasarkan pada informasi resmi pemerintah Indonesia. Kemudian juga konsensus media kredibel terkait skenario pengunduran diri Prabowo Subianto sebagai Presiden indonesia. Pengumuman pengunduran diri sebelum batas waktu akan langsung menyelesaikan saham sebagai “Yes”.
Data terbaru di Polymarket per 21 Mei 2026, kemungkinan untuk pasar untuk pengunduran diri atau pemberhentian Prabowo terlihat sangat rendah. Akhir Mei, prediksi “Yes” di kisaran 1 persen, Juni 2 persen, dan akhir Desember 2026 12 persen dengan nilai taruhan mencapai volume USD 9.000.
Ramai di X
Nama Presiden Prabowo yang muncul di Polymarket ramai melalui cuitan di X oleh netizen dan bahkan pengamat teknologi keuangan. Kemudian banyak warganet yang mencoba melakukan analisanya.
“Wah Presiden Prabowo masuk polymarket, dibikin taruhan udah kaya Trump kemarin. Tingginya hadiah kalau Yes menang artinya kecil kemungkinan out dan rendahnya hadiah kalau No menang artinya kemungkinan No besar. Ga lah ga akan out,” tulis akun @TradingDiary2.
Lebih jauh, analisis ini sedikit banyak menjelaskan psikologi pasar spekulasi bahwa mayoritas memilih No (tidak mundur). Artinya potensi keuntungan pembeli saham No kecil karena resikonya rendah. Selanjutnya saham Yes memilki potensi sangat tinggi meraih keuntungan karena peristiwa ini hampir mustahil menurut pasar global.
Kemudian warganet juga berspekulasi dengan dinamika situasi fiskal belakangan ini serta mengaitkan dengan penggiringan opini publik.
Polymarket Ilegal di Indonesia
Polymarket dengan branding mereka yang canggih dengan basis teknologi blockchain memang legal di luar negeri. Perusahaan berbasi di Amerika Serikat ini termasuk dalam salah satu platform besar di tempat asalnya. Namun demikian, di Indonesia Polymarket merupakan salah satu platform ilegal, pemerintah melarang keras platform ini.
Secara aktivitas, mekanisme platform ini memenuhi unsur perjudian dengan menggunakan modal taruhan menebak peristiwa ke depan. Sehingga secara berkala Komdigi melakukan akses pemblokiran terhadap situs perjudian kripto seperti ini
Selanjutnya tidak adanya izin resmi dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lebih jauh, Polymarket tersinyalir memperdagangkan komoditas berupa aset kripto atau darivatif.
Platform ini juga beresiko memanipulasi pasar serta potensi memiliki kegagalan sistem yang berakibat pada pembekuan dana yang terkumpul. Namun demikian karena operasionalnya di luar yurisdiksi hukum Indonesia, maka hukum kita tidak dapat memberikan perlindungan atau ganti rugi kepada penggunanya.













