Wapres Gibran Sorot Video Viral Pegawai SPPG

Berita516 Dilihat

Madiun, Berita Nusantara 89. Viral Video Pegawai SPPG di Bantul, DIY yang mengolok-olok korban dugaan keracunan program MBG viral di media sosial. Wapres Gibran memberikan sorotan khusus terkait hal tersebut.

Pegawai tersebut bernama Gerardus Permanaditya dan bertugas sebagai pengawas keuangan SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul. Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengonfirmasi pemberhentian tersebut pada Senin (21/9/2026).

“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah kita berhentikan,” kata Gagat.

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh personel yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG.

Video Pegawai SPPG Bantul Viral di Media Sosial

Kasus ini bermula dari video Gerardus yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat sedang menyantap ayam katsu.

Gerardus kemudian melontarkan guyonan mengenai kondisi ingatannya. Pernyataan tersebut menuai sorotan karena berkaitan dengan kondisi seorang siswi korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Dalam video itu, Gerardus menyebut ia mengalami kehilangan ingatan sebesar 70 persen. Video tersebut kemudian mendapat respons luas dari masyarakat.

BGN DIY kemudian memanggil dan meminta klarifikasi kepada Gerardus serta pihak SPPG Muntuk, Dlingo.

Sebelum keputusan pemberhentian keluar, BGN DIY telah memberikan teguran kepada pegawai tersebut dan SPPG tempatnya bekerja.

Wapres Gibran Soroti Video Pegawai SPPG Bantul

Video tersebut turut mendapat perhatian Wapres Gibran Gibran Rakabuming Raka. Gibran menyampaikan tanggapannya melalui akun Instagram resminya pada Minggu (20/9/2026).

Wapres Gibran menyayangkan pernyataan pegawai SPPG tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik agar tetap aman dan ramah.

Menurut Gibran, anak-anak tidak seharusnya menjadi sasaran perundungan.

Pernyataan tersebut ketika dua siswi asal Kabupaten Karo, yakni Agnesia Paruliana Silitonga dan Febiona Purba, masih menjadi perhatian setelah menjalani perawatan di Jakarta.

Keduanya kemudian telah membaik dan telah boleh kembali ke rumah.

Gerardus Berikan Klarifikasi soal Video

Setelah video tersebut menuai sorotan, Gerardus memberikan klarifikasi mengenai kontennya menjadi sorotan.

Ia menyebut video tersebut sebagai hiburan ketika ia sedang menyantap ayam katsu yang merupakan makanan sisa dari hari sebelumnya.

Gerardus juga menyatakan tidak bermaksud menyinggung program MBG maupun korban dugaan keracunan di Kabupaten Karo.

Namun, video tersebut telanjur menyebar luas dan menimbulkan berbagai respons publik. BGN DIY kemudian melakukan klarifikasi untuk mengetahui konteks pembuatan konten tersebut.

viral video pegawai SPPG ejek korban keracunan MBG

BGN DIY Akhirnya Berhentikan Pegawai SPPG

Setelah proses penanganan, BGN DIY mengambil keputusan untuk memberhentikan Gerardus dari pekerjaannya di SPPG.

Gagat mengatakan langkah tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran yang terlibat dalam program MBG.

“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan,” ujar Gagat.

Gagat menegaskan bahwa bekerja dalam program MBG tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Setiap personel juga harus memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.

BGN Ingatkan Pegawai SPPG Bijak Bermedia Sosial

BGN DIY juga mengingatkan seluruh personel SPPG agar lebih berhati-hati ketika menggunakan media sosial.

Pernyataan yang disampaikan di ruang publik dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan program MBG secara keseluruhan.

Karena itu, seluruh jajaran SPPG diminta menjadikan kasus tersebut sebagai pembelajaran. Selain menjaga etika komunikasi, mereka juga tetap perlu memperkuat penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan keamanan pangan.

BGN berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Kasus video pegawai SPPG Bantul tersebut kini berujung pada pemberhentian. Sementara itu, perhatian terhadap kondisi penerima manfaat yang diduga terdampak kejadian keamanan pangan tetap menjadi bagian penting dalam evaluasi penyelenggaraan program MBG.

Tinggalkan Balasan