Blitar, Berita Nusantara 89. Idul adha di Kabupaten Blitar berubah mencekam setelah petasan dengan balon udara meledak dan menewaskan seorang warga. Insiden tragis tersebut terjadi saat masyarakat masih merayakan momentum Hari Raya Kurban 1447 Hijriah. Ledakan keras dari petasan itu memicu kepanikan warga sekitar dan berujung korban jiwa.
Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat. Selain menelan korban meninggal dunia, insiden itu juga menimbulkan kekhawatiran terkait maraknya penerbangan balon udara liar yang membawa bahan peledak berbahaya.
Sementara itu, Polres Blitar langsung turun ke tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan setelah mendapatkan laporan dari warga. “Masih dalam penyelidikan.” ujar Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, Rabu (27/5/2026).
Petasan Balon Udara Meledak Sebelum Terbang
Insiden di tengah melaksanakan ibadah salat Id tersebut menelan tiga orang korban. Satu orang pemuda tewas mengenaskan, sementara dua anak-anak di bawah umur di dekat lokasi ikut menjadi korban dan menderita luka-luka.
Berdasakan laporan, peristiwa ledakan petasan balon udara ini terjadi pada jam 06.30 WIB saat sebagian besar warga berangkat untuk menunaikan shalat Ied. Namun tiga orang ini berada di area persawahan Dusun Tekik untuk menerbangkan balon udara. Mereka juga memodifikasinya dengan menambahkan rangkaian petasan.
Namun sayangnya petasan balon udara tersebut meledak duluan saat masih ada di tangan salah satu korban. “Lagi pasang petasan di balon udara, Kemudian meledak mengenai korban,” ujar Muheni.
Kemudian korban (23) yang memegang petasan langsung ambruk dan tidak sadarkan diri. Korban mendapatkan luka serius, lengan putus hingga siku serta luka bakar di area wajah hingga perut. Sementara dua korban lainnya berusia 11 dan 12 tahun hanya mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuh dan masih dalam keadaan sadar.
Warga yang mendengar ledakan langsung mendatangi lokasi dan segera membawa ketiga korban ke RSUD Ngudi Waluyo untuk mendapatkan pertolongan medis.
Polres Blitar mengungkapkan kondisi ketiga korban tersebut. “Tiga korban IH (23), ADR (11) dan DS (12) warga Desa Tambakan Kecamatan Gandusari,” ujar Aiptu Muheni.
Namun sayangnya salah satu korban (IH) usia 23 tahun tidak selamat karena kondisi lukanya yang cukup parah dengan pendarahan hebat dam luka bakar serius. Sedangkan dua korban lainnya masih menjalani perawatan untuk memulihkan luka dan trauma psikis mereka.
Penyelidikan Polisi
Selanjutnya Polisi telah memasang garis polisi di Tempat Kejadian Perkara. Tim Satreskrim Polres Blitar bersama unit INAFIS masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP susulan. Polisi mengumpulkan sisa-sisa material balon udara dan serpihan petasan sebagai barang bukti hukum.
Polres Blitar menegaskan tidak akan diam atas insiden ini dan akan terus mendalami asal-usul peledak serta pembuat balon udara ilegal tersebut.
“Untuk penyebab masih belum bisa pasti, masih dalam penyelidikan. Anggota sudah di TKP, mohon waktu,” ujar Muheni.
“Anggota masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman, untuk penanganan lebih lanjut. Mohon waktunya,” pungkasnya menegaskan komitmen penegakan hukum dalam kasus ini.
Kasus petasan balon udara di Blitar menjadi pengingat serius tentang bahaya tradisi tanpa memperhatikan keselamatan. Momentum Idul adha yang seharusnya berlangsung penuh kebahagiaan justru berubah menjadi duka akibat ledakan mematikan tersebut.
Aparat kini terus menyelidiki pelaku penerbangan balon udara liar. Masyarakat pun agar tidak lagi menggunakan petasan berbahaya demi menjaga keselamatan bersama.













