Jakarta, Berita Nusantara 89. Kapolri kembali melakukan mutasi besar-besaran di tubuh Polri dengan merotasi ratusan perwira tinggi dan menengah. Dalam kebijakan terbaru tersebut, mutasi sembilan Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan kinerja institusi.
Mutasi itu tertuang dalam surat telegram Mabes Polri ST/960/V/KEP./2026Â tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polri pada 7 Mei 2026.
Pergantian jabatan terhadap sejumlah pejabat strategis, mulai dari Kapolda, pejabat utama Mabes Polri, hingga beberapa kapolres di berbagai wilayah Indonesia.
Mutasi Polri : 9 Kapolda Bergeser Jabatan
Kebijakan mutasi perwira Polri sebagai langkah pembinaan karier sekaligus penyegaran di lingkungan kepolisian. Pergantian pejabat penting untuk menjaga efektivitas organisasi serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam daftar mutasi tersebut, beberapa Kapolda yang sebelumnya menjabat ke posisi baru di Mabes Polri maupun lembaga pendidikan kepolisian. Sementara itu, sejumlah perwira lain mendapat promosi jabatan untuk memimpin kepolisian daerah.
Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Gatot Tri Suryantana sebagai perwira tinggi Lemdiklat Polri. Irjen Djati Wiyoto sebagai Kapolda Sumbar. Karowabprof Divisi Propam Polri Brigjen Agus Wijayanto menjadi Kapolda Kaltara.
Kemudian Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Rudi Setiawan menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri. Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pipit menggantikan Irjen Rudi sebagai Kapolda Jabar.
Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar menjadi Kapolda Kalbar, mengisi posisi Irjen Pipit.
Selanjutnya Kapolda Maluku Utara (Malut) Irjen Waris Agono sebagai perwira tinggi Polda Malut. Danpas Brimob II Korps Brimob Polri Brigjen Arif Budiman menjadi Kapolda Malut.
Selain itu, Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Edy Murbowo menjadi perwira tinggi Polda NTB. Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Kalingga Rendra Raharja sebagai Kapolda NTB.
Kapolda Bengkulu Irjen Mardiyono sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri. Karorenmin Bareskrim Polri Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid menjadi Kapolda Bengkulu.
Rotasi ini juga mencakup pergantian pejabat pada tingkat inspektur hingga brigadir jenderal. Dengan perubahan tersebut, Polri berharap koordinasi dan pengawasan di daerah dapat berjalan lebih optimal.
Sejumlah Jabatan Strategis Ikut Berganti
Selain pergantian sembilan Kapolda, mutasi juga menyasar posisi penting lain di lingkungan Polri. Beberapa pejabat utama di Mabes Polri memperoleh tugas baru sesuai kebutuhan organisasi.
Langkah ini sebagai bagian dari strategi peningkatan profesionalisme aparat kepolisian. Pergantian jabatan juga untuk menyesuaikan tantangan keamanan dan dinamika masyarakat di berbagai daerah.
Mutasi perwira tinggi Polri rutin dalam rangka regenerasi kepemimpinan. Selain itu, kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja pejabat yang selama ini bertugas di wilayah masing-masing.
Pergantian pejabat kepolisian mampu memperkuat pelayanan publik dan menjaga stabilitas keamanan nasional. Para pejabat baru segera menyesuaikan diri dengan kondisi wilayah tugas masing-masing.
Polri juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Dengan adanya mutasi ini, muncul inovasi dan semangat baru dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Kebijakan rotasi jabatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun organisasi yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta tantangan keamanan yang terus berkembang.













