Jakarta, Berita Nusantara 89. Kapal induk ringan Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, resmi tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026) pagi. Kedatangan kapal perang tersebut menjadi tonggak baru bagi TNI Angkatan Laut karena kapal ini akan menjadi kapal induk pertama Indonesia dan selanjutnya menggunakan nama KRI Sriwijaya.
Kementerian Pertahanan RI menyebut ITS Giuseppe Garibaldi tiba setelah menempuh pelayaran dari Taranto, Italia, sejauh sekitar 6.870 mil laut. Kapal tersebut berangkat pada 24 Agustus 2026 dan menempuh rute melalui Terusan Suez, Laut Merah, Samudra Hindia, kemudian memasuki wilayah Indonesia melalui ALKI I.
Setibanya di Jakarta, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turut meninjau langsung kondisi dan kelayakan kapal, termasuk geladak penerbangan, anjungan, Pusat Informasi Tempur, serta hanggar.
Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia
ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal perang berjenis Through-deck Aviation Cruiser. Kapal ini dari Italia dan memiliki panjang 180,2 meter.
Menurut data resmi Angkatan Laut Italia, lebar kapal mencapai 23,4 meter pada garis air, sedangkan lebar pada geladak penerbangan mencapai 30,4 meter. Panjang geladak penerbangannya mencapai 173,8 meter dengan draft 6,7 meter.
Kapal memiliki bobot benaman sekitar 13.850 ton untuk menjalankan berbagai misi dengan dukungan operasi kekuatan udara dari atas kapal.
Mesin dan Kecepatan
Dari sisi tenaga, Giuseppe Garibaldi menggunakan sistem COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) yang terdiri dari empat turbin gas FIAT/GE LM-2500.
Sistem propulsi tersebut menghasilkan daya sekitar 60.400 kW atau hampir 81.000 tenaga kuda. Tenaga tersebut tersalurkan melalui dua poros dengan baling-baling tetap.
Dengan konfigurasi tersebut, kapal mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Sementara itu, jarak jelajahnya mencapai sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis. Kemampuan ini membuat kapal dapat untuk operasi jarak jauh tanpa harus terlalu sering melakukan pengisian bahan bakar.

Mampu Membawa Belasan Helikopter
Salah satu kemampuan utama ITS Giuseppe Garibaldi terletak pada fasilitas penerbangannya. Kapal ini dapat membawa sejumlah helikopter untuk mendukung berbagai jenis operasi.
Data Marina Militare Italia menyebut konfigurasi sayap udara kapal dapat mencakup helikopter seperti EH101, SH90A, dan AB212. Dalam konfigurasi sebelumnya, kapal juga untuk mengoperasikan pesawat STOVL AV-8B Plus Harrier II.
Dalam peninjauan di Jakarta, Kementerian Pertahanan RI menyebut kapal mampu mengangkut belasan helikopter. Fasilitas ski-jump pada bagian depan geladak memungkinkan hingga empat helikopter melakukan lepas landas secara bersamaan sesuai konfigurasi dan kebutuhan operasi.
Kapal juga memiliki fasilitas hanggar dan berbagai kompartemen untuk mendukung operasi penerbangan.
Dapat Mengangkut Ratusan Personel
Selain sebagai platform penerbangan, Giuseppe Garibaldi juga untuk membawa personel dalam jumlah besar. Data resmi Angkatan Laut Italia mencatat kapasitas awak sekitar 825 orang. Kapasitas tersebut mencakup kebutuhan operasional kapal dan unsur pendukung penerbangan.
Kemampuan tersebut menjadi penting apabila kapal untuk operasi yang membutuhkan mobilitas personel dan peralatan dalam jumlah besar.
Kapal Induk Pertama Indonesia Akan Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya
Setelah proses serah terima, ITS Giuseppe Garibaldi akan menggunakan nama KRI Sriwijaya. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa proses serah terima dan pergantian bendera Italia menjadi bendera Indonesia dijadwalkan pada 24 September 2026.
Dengan demikian, kedatangan Giuseppe Garibaldi di Tanjung Priok pada 18 September menjadi tahapan penting sebelum kapal tersebut resmi masuk ke jajaran TNI AL.
Tidak Hanya untuk Operasi Pertahanan
Kehadiran kapal ini tidak semata-mata diarahkan untuk kebutuhan pertahanan. Kementerian Pertahanan menyebut kapal tersebut dapat dioptimalkan untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama dalam penanggulangan bencana alam dan distribusi bantuan ke wilayah terpencil.
Kemampuan membawa helikopter, personel, serta perlengkapan dalam jumlah besar membuat kapal ini dapat menjadi salah satu platform pendukung ketika terjadi bencana yang membutuhkan mobilitas udara dan laut secara bersamaan.
Dengan masuknya Giuseppe Garibaldi ke Indonesia, TNI AL kini memiliki platform berukuran besar dengan kemampuan penerbangan yang sebelumnya tidak dimiliki dalam bentuk kapal induk. Setelah proses serah terima dan pengibaran bendera Indonesia, kapal tersebut akan resmi menyandang nama KRI Sriwijaya.













