Apple Kirim Peringatan Spyware ke 110 Negara

Berita75 Dilihat

Madiun, Berita Nusantara 89. Apple Kirim Peringatan Spyware kepada sejumlah pengguna di 110 negara yang terdeteksi menjadi target serangan mercenary spyware. Informasi tersebut Apple sampaikan kepada TechCrunch pada Jumat (14/8/2026).

Peringatan tersebut kepada pengguna yang rentan menjadi sasaran perangkat lunak mata-mata berkemampuan tinggi. Apple menegaskan, serangan semacam ini berbeda dari upaya peretasan biasa karena untuk menargetkan individu tertentu.

Apple Kirim Peringatan Spyware Mercenary

Mercenary spyware merupakan perangkat lunak pengawasan canggih yang biasanya membutuhkan biaya sangat besar dan untuk mengincar target tertentu.

Kelompok yang berpotensi menjadi sasaran antara lain jurnalis, aktivis, diplomat, pejabat pemerintah, maupun individu lain yang memiliki posisi atau informasi strategis.

Apple menyebut mayoritas pengguna perangkatnya kemungkinan besar tidak akan menjadi sasaran serangan jenis ini. Namun, pengguna yang menerima notifikasi ancaman perlu menanggapinya secara serius.

Dengan peringatan terbaru tersebut, jumlah negara yang penggunanya pernah menerima notifikasi ancaman dari Apple dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai lebih dari 150 negara.

Apple Kirim Peringatan Spyware di Layar Kunci

Apple juga memperbarui cara penyampaian notifikasi ancaman kepada pengguna. Peringatan dapat muncul langsung melalui notifikasi push di layar kunci iPhone. Dengan mekanisme tersebut, pengguna agar lebih cepat mengetahui adanya potensi ancaman.

Notifikasi akan menjelaskan bahwa Apple mendeteksi aktivitas yang mengindikasikan perangkat pengguna kemungkinan menjadi target mercenary spyware.

Selain melalui perangkat, Apple juga mengirimkan pemberitahuan melalui email. Informasi serupa dapat tampil ketika pengguna masuk ke akun Apple mereka. Langkah tersebut agar pengguna tidak melewatkan peringatan penting terkait keamanan perangkat dan data pribadi.

Apple Minta Pengguna Mengaktifkan Lockdown Mode

Apple menyarankan pengguna yang menerima peringatan untuk segera meningkatkan keamanan perangkat. Salah satu langkah utama yang direkomendasikan adalah mengaktifkan Lockdown Mode atau Mode Isolasi pada iPhone maupun Mac.

Fitur tersebut untuk menghadapi serangan siber yang sangat canggih dengan membatasi sejumlah fungsi perangkat. Pembatasan tersebut bertujuan mengurangi permukaan serangan yang dapat menjadi celah oleh spyware.

Namun, menerima notifikasi ancaman dari Apple tidak otomatis berarti perangkat telah berhasil teretas. Pengguna tetap perlu mengikuti panduan keamanan Apple dan mempertimbangkan konsultasi dengan ahli keamanan siber.

Apple Rilis Panduan bagi Korban

Bersamaan dengan peringatan terbaru, Apple menerbitkan panduan keamanan bertajuk “About Apple threat notifications and protecting against mercenary spyware.”

Dokumen tersebut menjelaskan mengenai notifikasi ancaman, mekanisme pemberitahuan, serta sejumlah langkah yang dapat pengguna lakukan apabila menerima peringatan.

Apple juga merekomendasikan korban untuk mendapatkan bantuan dari organisasi nirlaba Access Now melalui layanan Digital Security Helpline. Layanan tersebut menyediakan pendampingan keamanan digital bagi orang-orang yang menjadi sasaran serangan siber berisiko tinggi.

John Scott-Railton, peneliti senior Citizen Lab, juga mengingatkan pengguna untuk tidak mengabaikan peringatan keamanan Apple. Menurutnya, notifikasi tersebut bukan hanya membantu pengguna melindungi perangkat, tetapi juga dapat menjadi titik awal untuk mengidentifikasi serangan yang lebih luas.

Cara Melindungi iPhone dari Ancaman Siber

Terlepas dari risiko mercenary spyware, Apple mengingatkan pengguna untuk tetap menerapkan langkah keamanan dasar.

Beberapa langkah yang Apple sarankan antara lain:

1. Selalu Perbarui Sistem

Pastikan iPhone, iPad, dan Mac menggunakan sistem operasi terbaru. Pembaruan perangkat lunak biasanya membawa perbaikan keamanan untuk menutup celah yang dapat dimanfaatkan penyerang.

2. Gunakan Face ID atau Touch ID

Lindungi perangkat menggunakan passcode yang kuat serta fitur biometrik seperti Face ID atau Touch ID.

3. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor

Gunakan kata sandi yang kuat dan aktifkan two-factor authentication (2FA) pada Apple Account untuk memberikan lapisan keamanan tambahan.

4. Aktifkan Stolen Device Protection

Fitur Stolen Device Protection dapat membantu melindungi informasi penting ketika iPhone jatuh ke tangan orang lain atau dicuri.

5. Unduh Aplikasi dari Sumber Resmi

Pengguna disarankan hanya mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya, terutama App Store, dan menghindari pemasangan aplikasi dari sumber yang tidak dikenal.

6. Gunakan Passkey

Apabila tersedia, gunakan passkey dan kata sandi unik untuk setiap layanan daring. Cara tersebut dapat mengurangi risiko ketika salah satu akun mengalami kebocoran.

7. Jangan Sembarangan Membuka Tautan

Pengguna harus berhati-hati terhadap tautan, lampiran, atau pesan dari pengirim yang tidak dikenal. Tautan berbahaya dapat digunakan sebagai bagian dari upaya phishing maupun serangan yang menargetkan kerentanan perangkat.

Apple Ingatkan Ancaman Tingkat Tinggi

Peringatan yang dikirim Apple menunjukkan bahwa ancaman mercenary spyware masih menjadi perhatian serius dalam keamanan perangkat digital. Meski sebagian besar pengguna iPhone tidak menjadi sasaran serangan seperti ini, kebiasaan menjaga keamanan perangkat tetap penting.

Pengguna yang menerima Apple threat notification (Apple Kirim Peringatan Spyware) sebaiknya tidak mengabaikannya. Segera perbarui perangkat, aktifkan Lockdown Mode, dan cari bantuan keamanan digital apabila diperlukan.

Tinggalkan Balasan