Jakarta, Berita Nusantara 89. Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari atau sekitar 21 bulan masa pemerintahannya.
Pernyataan tersebut Prabowo sampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, sejumlah kebijakan tersebut untuk menyelesaikan berbagai persoalan nasional yang selama puluhan tahun belum terselesaikan.
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara.”
Prabowo : Satu Kebijakan Transformatif Setiap Lima Hari
Prabowo mengatakan intensitas pengambilan kebijakan tersebut menunjukkan kecepatan kerja pemerintah dalam menangani berbagai persoalan. Jika berdasarkan 663 hari masa pemerintahan, pemerintah rata-rata mengambil satu kebijakan transformatif dalam waktu sekitar lima hari.
“Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari,” kata Prabowo.
Presiden menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para menteri dan seluruh jajaran pemerintahan. Menurutnya, tingginya intensitas kerja bahkan membuat sejumlah pembantunya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit,” ujarnya.
Pemerintah Tetap Bekerja untuk Seluruh Rakyat
Dalam pidatonya di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD, Prabowo menegaskan pemerintahannya bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia.
Ia mengatakan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk warga yang tidak memberikan suara kepadanya dalam Pemilihan Presiden.
Menurut Prabowo, prinsip tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan janji politik sekaligus memenuhi sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa mandat rakyat harus berjalan tanpa membedakan latar belakang pilihan politik masyarakat.
Empat Pedoman Utama Pemerintahan Prabowo
Selama 21 bulan menjalankan pemerintahan, Prabowo menyebut terdapat empat pedoman utama yang menjadi landasan kerja pemerintah.
1. Menjalankan Amanat UUD 1945
Pedoman pertama adalah menjaga dan melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Prabowo menempatkan konstitusi sebagai dasar utama dalam menjalankan pemerintahan dan mengambil berbagai kebijakan nasional.
2. Menjaga Kepentingan Nasional
Pedoman kedua adalah menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang bersifat vital.
Kepentingan tersebut mencakup pengelolaan kekayaan Indonesia secara optimal agar manfaatnya sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
3. Menyelesaikan Kesulitan Rakyat
Pemerintah juga menargetkan berbagai kesulitan masyarakat dapat terselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin.
Prabowo menekankan pentingnya kecepatan pemerintah dalam merespons persoalan yang secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
4. Mengutamakan Kepentingan Rakyat
Pedoman keempat menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama pemerintahan.
Prabowo juga memasukkan kepentingan generasi berikutnya sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menentukan kebijakan.
Akui Belum Semua Persoalan Selesai
Meski menyampaikan capaian 121 kebijakan transformatif, Prabowo mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah.
Ia juga mengakui belum seluruh janji yang disampaikan kepada masyarakat dapat diwujudkan.
“Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum,” tegas Prabowo.
Namun, Presiden menilai berbagai langkah selama kurang dari dua tahun pemerintahan menunjukkan bahwa sejumlah persoalan yang sebelumnya dianggap sulit mulai dapat ditangani.
Ia menekankan pentingnya keberanian mengambil keputusan, kerja keras, ketulusan, orientasi terhadap kepentingan rakyat, serta semangat gotong royong.
Prabowo Singgung Kabinet yang Jarang Beristirahat
Prabowo juga menyinggung padatnya aktivitas para menteri dan jajaran pemerintahannya.
Dalam suasana lebih santai, ia bahkan mengaku sempat menjanjikan waktu istirahat lebih banyak kepada para pembantunya pada sisa masa pemerintahan.
“Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka.”
Namun, menurut Prabowo, para pembantunya justru menjawab dengan candaan.
“Janji tinggal janji,” kata Prabowo menirukan jawaban mereka.
Ia kemudian menceritakan komentar salah seorang pembantunya mengenai padatnya agenda Presiden.
“Menurut pembantu saya, dalam kalender saya tidak ada hari merah,” tuturnya.
Presiden : Amanah Rakyat Adalah Kehormatan
Di akhir penyampaiannya, Prabowo menegaskan bahwa mandat yang diberikan rakyat merupakan sebuah kehormatan.
Karena itu, pemerintah berkomitmen mengerahkan kemampuan secara maksimal untuk menjalankan tugas negara dan memenuhi kepentingan masyarakat.
“Yang ingin saya sampaikan, kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita.”
Prabowo menegaskan pemerintah akan terus bekerja keras untuk memenuhi amanah tersebut.
“Kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya. Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita.”
Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari Pidato Kenegaraan Prabowo pada Sidang Tahunan MPR 2026, menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.













