Madiun, Berita Nusantara 89. Bupati Madiun terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan pada fasilitas kesehatan milik daerah. Puskesmas dan RSUD agar mampu memberikan layanan yang profesional, cepat, ramah, serta memiliki standar yang sama bagi seluruh masyarakat.
Hal tersebut Bupati Madiun Hari Wuryanto sampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Semester I Tahun 2026 di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Caruban, Senin (15/9/2026).
Dalam evaluasi tersebut, Pemkab Madiun meninjau sejumlah indikator, mulai dari capaian pendapatan BLUD, kualitas pelayanan, kelengkapan fasilitas hingga kesiapan sumber daya manusia.
Bupati Hari Wuryanto mengatakan evaluasi perlu untuk memastikan pengelolaan BLUD terus berkembang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita ukur pencapaian pendapatan BLUD, juga kualitas layanan, fasilitas, dan lainnya. Evaluasi ini terus kita lakukan agar BLUD dapat bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan yang profesional,” ujar Hari Wuryanto.
Bupati Madiun Tekankan Kepuasan Pasien
Hari Wuryanto menegaskan Puskesmas dan RSUD tidak hanya harus memiliki kemampuan dalam memberikan penanganan medis. Peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien juga menjadi bagian penting yang harus terus berjalan.
Menurutnya, fasilitas kesehatan daerah harus mampu menjadi pilihan utama masyarakat dengan memberikan pelayanan yang unggul, baik dari aspek medis maupun pengalaman pasien selama mendapatkan layanan.
Karena itu, standardisasi pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan Kabupaten Madiun menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi BLUD.
Bupati menginginkan masyarakat memperoleh kualitas pelayanan yang konsisten tanpa membedakan lokasi fasilitas kesehatan.
“Mengutamakan kepuasan pasien itu yang utama, karena yang kita layani itu adalah manusia, masyarakat. Jadi, saya minta pelayanan di seluruh Puskesmas ataupun RSUD memiliki standar yang baik, sehingga masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan mana pun mendapatkan layanan yang sama,” tegasnya.

Pelayanan BLUD Harus Cepat dan Tidak Berbelit
Selain standardisasi, Bupati Madiun juga meminta jajaran pengelola fasilitas kesehatan memperhatikan kecepatan respons terhadap kebutuhan pasien.
Menurut Hari Wuryanto, prosedur pelayanan harus sederhana sehingga masyarakat tidak menghadapi proses administrasi yang panjang dan berbelit-belit.
Petugas kesehatan juga agar mampu memberikan pelayanan secara ramah sekaligus responsif terhadap kondisi pasien.
“Petugas harus cepat merespon kebutuhan dan kondisi pasien, prosedur pelayanan sederhana dan tidak terbelit-belit. Kemudian memberikan pelayanan dengan ramah dan evaluasi kualitas pelayanan. Selanjutnya manfaatnya benar-benar terasa oleh masyarakat,” paparnya.
Ia menambahkan, keberhasilan BLUD tidak semata-mata berdasarkan kemampuan meningkatkan pendapatan. Hal yang lebih utama adalah seberapa besar keberadaan BLUD memberikan manfaat melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
BLUD Agar Berkelanjutan
Pemkab Madiun berharap penguatan BLUD dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan keberlanjutan pengelolaan keuangan.
Dengan pengelolaan yang sehat, fasilitas kesehatan daerah agar memiliki ruang yang lebih luas untuk pengembangan. Termasuk pengembangan sarana, meningkatkan kompetensi pelayanan, serta menghadirkan berbagai inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Hari Wuryanto menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berkelanjutan. Evaluasi BLUD menjadi salah satu instrumen untuk melihat capaian sekaligus menemukan aspek yang masih perlu diperbaiki.
Melalui evaluasi tersebut, Pemkab Madiun menargetkan Puskesmas dan RSUD mampu berkembang menjadi fasilitas kesehatan yang profesional, memiliki standar pelayanan yang jelas, serta mengutamakan kepuasan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan BLUD kesehatan di Kabupaten Madiun diharapkan tidak hanya terlihat dari sisi pengelolaan pendapatan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
















