Pemkab Madiun Siapkan Langkah Jamin Kesehatan Mata Inklusif

sejak April 2022, program I-SEE telah menghasilkan sejumlah capaian di Kabupaten Madiun

Berita, Daerah230 Dilihat

Madiun, Berita Nusantara 89. Pemkab Madiun terus mematangkan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan mata yang inklusif bagi masyarakat. Upaya tersebut dalam Pertemuan Lintas Sektor (Stakeholder) Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE), Rabu (24/9/2026).

Selanjutnya, pembukaan pertemuan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana. Pertemuan juga melibatkan sejumlah OPD, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga organisasi penyandang disabilitas.

Forum tersebut menjadi momentum penting karena pendampingan program bersama Yayasan Paramitra telah memasuki tahun ketiga dan akan berakhir pada April mendatang. Pemkab Madiun akan menyiapkan formulasi agar berbagai capaian program dapat terus berjalan setelah masa pendampingan selesai.

Pemkab Madiun Dorong Program Berkelanjutan

Dr. Heri Setyana mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak selama pelaksanaan program I-SEE. Menurutnya, perlu memikirkan keberlanjutan program bersama agar layanan tidak berhenti setelah pendampingan berakhir.

“Perjalanan program bersama Yayasan Paramitra di Kabupaten Madiun sudah memasuki tahun ketiga. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk kita pikirkan bersama, bagaimana agar program yang telah dirintis ini tetap berlanjut dan tidak berhenti saat masa pendampingan usai,” ujar dr. Heri.

Ia mengatakan kesehatan mata memang belum masuk dalam jajaran program prioritas nasional seperti stunting, TBC maupun diabetes. Namun, Pemkab Madiun tetap memberikan perhatian terhadap persoalan gangguan penglihatan karena berkaitan dengan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

“Selama ada niat dan kemauan, pasti ada banyak jalan. Namun jika tidak ada kemauan, pasti ada banyak alasan. Apa yang sudah kita capai jangan sampai surut—minimal harus kita pertahankan dan tingkatkan demi masyarakat Madiun,” tegasnya.

Pemkab Madiun : I-SEE Catat Sejumlah Capaian

Selama pelaksanaan sejak April 2022, program I-SEE telah menghasilkan sejumlah capaian di Kabupaten Madiun.

Di antaranya penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bagi tenaga kesehatan di 26 Puskesmas, guru, kader kesehatan serta insan media.

Program tersebut juga mendorong layanan kesehatan yang lebih inklusif melalui pelatihan Disability Inclusive Development (DID). Pelatihan ini untuk meningkatkan komunikasi dan akses pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Intervensi langsung kepada masyarakat juga melalui skrining kesehatan mata, pembagian kacamata gratis, penyediaan alat bantu uji visus serta penanganan dan rujukan medis.

Selain itu, program I-SEE telah membentuk sembilan Desa Sehat Mata (Desmat) sebagai desa percontohan. Dari jumlah tersebut, empat desa telah mengalokasikan anggaran khusus untuk kesehatan mata melalui APBDes.

Stakeholder Turun Langsung ke Lapangan

Direktur Yayasan Paramitra, Aisiah Sugianti, mengatakan pertemuan kali ini menggunakan metode evaluasi yang berbeda daripada tahun sebelumnya.

Para peserta tidak hanya menerima paparan mengenai perkembangan program, tetapi juga menjadi empat kelompok untuk melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi.

Lokasi kunjungan meliputi Puskesmas Sumbersari Saradan, Desa Sehat Mata Pucanganom Kebonsari, SMPN 1 Geger, serta Sekolah Luar Biasa (SLB).

Menurut Aisiah, kunjungan lapangan memungkinkan para pemangku kepentingan melihat secara langsung pelaksanaan program sekaligus mendengarkan pengalaman penerima manfaat.

“Melalui interaksi langsung dengan penerima manfaat di lapangan, para stakeholder dapat mendengarkan cerita, pengalaman, hingga tantangan secara riil. Dengan begitu, kolaborasi ke depan untuk mengoptimalkan program dapat terbangun lebih tepat sasaran,” jelas Aisiah.

Kolaborasi lintas sektor melibatkan sejumlah pihak, antara lain Bapperida, Dinas Sosial, Kementerian Agama, Bagian Hukum, fasilitas kesehatan dan komunitas. Sinergi tersebut agar dapat mendukung integrasi layanan kesehatan mata inklusif ke dalam kebijakan daerah.

Orang Tua Berharap Dukungan untuk Pengobatan Anak

Di sisi lain, pengalaman penerima manfaat turut menjadi bagian penting dalam melihat dampak program I-SEE di masyarakat.

Sri Wulandari, orang tua Zenita, anak berusia lima tahun yang mengalami low vision, menceritakan kondisi putrinya yang mengalami gangguan penglihatan sejak lahir.

Zenita bersekolah di SDLB Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu. Ia telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Surabaya dengan dukungan pendaftaran dan fasilitasi dari Yayasan Paramitra.

Zenita sebelumnya mendapatkan jadwal untuk menjalani tindakan operasi. Namun, berdasarkan kondisi medisnya, tindakan tersebut untuk sementara tertunda.

Sri Wulandari berharap putrinya dapat memperoleh penanganan lanjutan ketika kondisinya sudah memungkinkan.

“Zenita dijadwalkan menjalani tindakan operasi lanjutan saat usianya menginjak 6 tahun. Semoga adanya perhatian dan bantuan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Madiun untuk kelancaran proses operasi sang anak di masa mendatang,” harap Sri Wulandari.

Keberlanjutan program I-SEE selanjutnya diharapkan tidak hanya menjaga capaian yang telah dibangun selama masa pendampingan, tetapi juga memperkuat akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, melalui kolaborasi dan kebijakan daerah.

Tinggalkan Balasan