MADIUN, Berita Nusantara 89. Penguatan peran Posyandu menjadi perhatian serius Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Madiun. Melalui kegiatan pembinaan dan koordinasi, para kader serta pemangku kepentingan agar terus meningkatkan sinergi demi menghadirkan layanan yang lebih optimal bagi masyarakat.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, menyampaikan pesan tersebut dalam kegiatan yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Turut hadir mendampingi, Wakil Ketua TP PKK Madiun, Fitriya Purnomo Hadi dalam kunjungan ke Posyandu ILP Mekarsari, Dolopo, Rabu (10/6/2026)
Posyandu memiliki peran strategis karena kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung berbagai aspek pelayanan dasar masyarakat.
Peran Posyandu Semakin Luas
Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) adalah bentuk yang mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer dalam satu kegiatan, bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dan melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia.
Dalam hal ini, Erni mengatakan bahwa penurunan stunting menjadi salah satu prioritas utama yang secara langsung berhubungan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di Kabupaten Madiun.
“Posyandu adalah garda terdepan bagi putra putri kita. Pemberian makanan tambahan, dan agar nanti menjadi anak yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Untuk mewujudkan generasi emas 2045”, jelasnya.
Ia berpesan kepada kader posyandu untuk selalu memberikan sosialisasi tentang penyakit menular dan tidak menular.
“Salah satunya penyakit menular, yaitu TBC (Tuberculosis). Karena kasus TBC masih tinggi. Mohon kesehatannya untuk selalu dijaga”, harapnya.
Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan
Ketua TP PKK Kabupaten Madiun menegaskan bahwa Posyandu saat ini telah mengalami transformasi yang cukup signifikan. Layanan yang tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan, melainkan mencakup enam bidang pelayanan dasar yang terintegrasi.
Bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Karena itu, membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, kader, dan seluruh elemen terkait.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan warga secara menyeluruh.
Dalam kesempatan tersebut, TP PKK Kabupaten Madiun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dalam membina Posyandu di setiap wilayah.
“Posyandu kini melayani enam bidang pelayanan. Karena itu perlu sinergi yang kuat agar pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Madiun bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Selain itu, ia berharap kegiatan koordinasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya perannya sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
TP PKK Kabupaten Madiun menilai Posyandu memiliki posisi penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Keberadaan kader lapangan akan mampu menjadi penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan warga.
Dengan semangat pengabdian yang tinggi dan dukungan berbagai pihak, Posyandu akan mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan warga Kabupaten Madiun.
Kegiatan tersebut turut hadir sejumlah perwakilan instansi dan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat serta pelayanan kesehatan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan Posyandu sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Melalui penguatan sinergi, TP PKK Kabupaten Madiun berharap Posyandu mampu memberikan layanan yang lebih luas, responsif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, perannya tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.













