Madiun, Berita Nusantara 89. Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui Gemarikan di Kebonsari. Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, sebagai langkah nyata meningkatkan konsumsi ikan. Sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi balita, ibu hamil, dan keluarga berisiko stunting.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi yang sehat melalui pemenuhan protein hewani berkualitas. Selain edukasi, kegiatan juga dengan penyaluran bantuan ikan kepada ratusan penerima manfaat.
Kampanye Gemarikan di Kebonsari Dorong Konsumsi Ikan
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, mengatakan ikan memiliki kandungan gizi yang sangat penting bagi pertumbuhan anak.
Menurutnya, protein, vitamin, mineral, dan asam lemak omega-3 yang terdapat pada ikan berperan besar dalam mendukung perkembangan otak serta menjaga kesehatan tubuh.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan ikan sebagai menu utama dalam konsumsi sehari-hari, terutama bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan.
Kampanye Gemarikan : 300 Warga Terima Bantuan Ikan
Selain memberikan edukasi, Pemerintah Kabupaten Madiun juga menyalurkan bantuan kepada 300 penerima manfaat. Bantuan tersebut terdiri atas ikan nila segar dan berbagai produk olahan ikan.
Sebanyak 150 paket kepada warga Kecamatan Kebonsari, sementara 150 paket lainnya kepada masyarakat di Kecamatan Dolopo.
Melalui bantuan tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin mudah memperoleh sumber protein hewani yang bergizi sehingga dapat mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.

Konsumsi Ikan Masih Perlu Ditingkatkan
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sudjiono, menjelaskan bahwa Kampanye Gemarikan merupakan tindak lanjut program nasional untuk meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat.
“Kami ingin membantu masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan gizi protein yang bersumber dari ikan. Ini juga dalam rangka mencegah dan menangani stunting karena ikan kandungan proteinnya sangat tinggi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Madiun saat ini masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar konsumsi protein hewani terus meningkat.
Selain itu, Kabupaten Madiun yang tidak memiliki wilayah laut terus mengembangkan budidaya ikan air tawar sebagai solusi memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami terus mendorong para pembudidaya ikan agar produksi meningkat sehingga hasilnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Madiun,” tambah Sudjiono.
Komitmen Berkelanjutan Tekan Angka Stunting
Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup melalui pemberian bantuan pangan semata. Edukasi mengenai pentingnya pola makan bergizi dan perubahan perilaku masyarakat juga menjadi bagian penting dalam program tersebut.
Sementara itu, Kampanye Gemarikan di Kebonsari agar mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin mengonsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pembudidaya ikan, target penurunan angka stunting di Kabupaten Madiun diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan.













