Pocong Teror Warga Jawa Timur, Hoaks !!!

Berita, Daerah937 Dilihat

Surabaya, Berita Nusantara 89. Teror pocong di sejumlah daerah Jawa Timur belakangan memicu keresahan warga. Kemunculan sosok menyerupai pocong yang viral di media sosial membuat masyarakat panik, terutama saat malam hari.

Fenomena itu terjadi di beberapa wilayah, mulai dari Lamongan, Nganjuk, Sidoarjo, Malang, Probolinggo hingga Kediri. Warga bahkan sempat melakukan pengejaran setelah menduga sosok tersebut membawa senjata tajam.

Di sisi lain, polisi sebagian besar kejadian merupakan aksi iseng yang kemudian menyebar luas melalui media sosial.

Geger Pocong di Lamongan

Penampakan pertama pocong di wilayah Lamongan, Jawa Timur. Warga resah setelah muncul video pendek menampakkan sosok pocong di area gang pemukiman warga. Salah seorang warga bernama Faisol kaget karena lokasi penampakan tersebut tepat di depan rumahnya.

“Heboh setelah video viral. Penasaran penampakan atau orang yang mau menakut-nakuti,” ujarnya. Kemudian ia menambahkan kejadian tersebut terekam pada Jumat dini hari (22/5/2026) tepat di depan rumahya.

“Tak lihat itu memang depan rumah saya, istri kasih tahu habis Jumatan tadi,” ungkapnya.

Sementara Ketua RT setempat juga membenarkan bahwa lingkungannya mendadak ramai setelah viral video pocong tersebut. Namun ia sendiri belum bisa memastikan kebenarannya dari video viral itu.

Ternyata Prank Konten Medsos

Pertanyaan warga akhirnya terjawan setelah aparat kelurahan turun tangan menelusuri. Kemudian mereka menemukan dua orang remaja MA (17) dan AB (17) yang merupakan sosok dalam video viral pocong tersebut.

Keduanya mengaku membuat konten prank di media sosial setelah Lurah menanyakan tujuan mereka melakukan hal tersebut. “Mereka jawab hanya bercanda untuk ngeprank,” ungkap Lurah Junaidi.

Selanjutnya MA berperan sebagai pocong dan AB sebagai inisiator sekaligus perekam video. Pelaku kemudian menyampaikan permohonan maaf terbuka atas dampak konten mereka yang menimbulkan kegaduhan.

Poster Pocong Berclurit di Nganjuk

Sementara di Nganjuk beredar posteer digital dengan narasi teror pocong jadi-jadian membawa clurit dan mengetuk rumah warga. Selanjutnya kepanikan segera melanda warga di Desa Kacangan, Berbek, Nganjuk.

Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, memastikan kabar ini tidak dari sumber resmi dan hingga kini belum ada laporan terkait.

Namun pihaknya tetap melakukan antisipasi melalui Bhabinkamtibmas di seluruh Nganjuk. “Polres Nganjuk tetap antisipasi dengan peran Bhabinkamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ungkapnya pada Jumat (22/5/2026).

Lebih jauh, ia juga menghimbau masyarakat tidak ikut menyebarluaskan kabar yang belum jelas kebenarannya di dunia maya.

Pocong Jadi Jadian Sidoarjo

Kemudian teror pocong juga mampir ke wilayah Sidoarjo. Kabar ini hampir mirip dengan kejadian di Nganjuk, bahwa ada pocong jadi-jadian mendatangi rumah warga. Isu ini menyebar melalui video di grup WhatsApp.

Namun setelah melakukan penelusuran, video tersebut merupakan kejadian di wilayah Tangerang dan bukan di Sidoarjo. Warga yang mendengar viralnya video tersebut mengaku belum ada laporan informasi dan kejadian. Lebih jauh, banyak warga yang tidak merespon karena menganggapnya kabar bohong.

Sementara Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihartono, mengaku belum menerima laporan resmi dari warga. Namun ia menegaskan tetap akan meningkatkan patroli keamanan di wilayahnya mengantisipasi isu tersebut.

Begal Pocong di Malang

Kemudian yang lebih meresahkan adanya teror begal pocong di Malang. Isu ini merebak dengan mengaitkan aksi kriminal jalanan di malam hari.

“Menghimbau agar tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Dan sampai saat ini belum ada laporan resmi,” ungkapnya Sabtu (23/5/2026).

Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menghimbau masyarakat untuk tidak panik melakukan aksi main hakim sendiri. “Apabila ada aktifitas mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian,” tegasnya.

Sementara dari Polresta Malang, petugas menegaskan siap menindak tegas oknum yang menyebarkan teror hoaks begal pocong ini. Bahkan Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Aryana turun langsung untuk menghidupkan peran poskamling untuk menangkal isu ini.

“Di wilayah Kota Malang tidak ada aksi begal pocong dari pantauan di lima polsek,” ujar Kasi Humas Polresta Malang, Ipda Lukam Sobhikin, Sabtu (23/5/2026).

Pocong Muncul di Dekat Makam Probolinggo

Kasus serupa muncul di kawasan Mangunharjo, Kota Probolinggo. Warga mengaku melihat sosok putih menyerupai pocong berdiri di dekat area pemakaman pada dini hari.

Kabar itu awalnya disampaikan seorang warga kepada ketua RT setempat. Setelah informasi menyebar, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Beberapa warga mengaku sempat melihat sosok tersebut bergerak menjauh saat didekati massa. Bahkan, muncul isu bahwa pocong itu membawa celurit di bagian dada.

“Warga langsung ramai menuju lokasi karena takut kejadian membahayakan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Sosok Pocong yang meneror warga di Probolinggo berhasil tertangkap kamera
Sosok Pocong yang meneror warga di Probolinggo berhasil tertangkap kamera

Foto Penampakan Viral di Media Sosial

Salah seorang warga bernama Soffa Marissa mengaku sempat memotret sosok putih tersebut menggunakan telepon genggamnya. Foto itu kemudian tersebar luas di media sosial hingga menjadi viral.

Awalnya, Soffa mengira informasi itu hanya candaan warga. Namun, ia mengaku kaget setelah melihat langsung sosok menyerupai pocong di dekat makam.

“Saya kira hanya bercanda, ternyata memang ada sosok putih,” ungkapnya.

Sementara itu, unggahan tersebut memicu berbagai spekulasi dan membuat warga semakin resah.

Kediri Heboh, Pocong Ternyata Ulah Remaja

Tidak lama setelah kejadian di Probolinggo, warga Desa Kandat, Kabupaten Kediri, juga dihebohkan kemunculan pocong pada malam takbiran.

Namun, polisi kemudian mengungkap fakta bahwa sosok tersebut hanyalah ulah remaja berusia 15 tahun yang ingin menakuti teman-temannya.

Kapolsek Kandat, Iptu Abdul Aziz, menjelaskan bahwa remaja tersebut memakai kain putih menyerupai pocong lalu berkeliling kampung menggunakan sepeda motor.

“Tujuannya hanya untuk menakuti teman-temannya di musala,” kata Aziz.

Meski demikian, aksi itu membuat warga panik karena mengira teror pocong kembali terjadi.

Polisi Imbau Warga Tidak Mudah Percaya Hoaks

Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Aparat juga mengimbau orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat malam hari.

Selain itu, masyarakat agar segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Menurut polisi, penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kepanikan massal dan mengganggu keamanan warga.

Rentetan isu pocong di Jawa Timur menjadi perhatian publik karena cepat menyebar melalui media sosial. Di sisi lain, fenomena tersebut menunjukkan besarnya pengaruh informasi viral terhadap kondisi psikologis masyarakat.

Meski sebagian kejadian hanya aksi iseng, aparat tetap meminta warga menjaga ketertiban dan tidak membuat konten yang menimbulkan keresahan.

Tinggalkan Balasan