Lumajang, Berita Nusantara 89. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mulai menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah.
Operasi tersebut telah mulai sejak Sabtu bersama Kementerian Kehutanan. Melalui rekayasa cuaca, pemerintah berupaya memaksimalkan potensi awan hujan agar menghasilkan hujan di kawasan yang membutuhkan pembasahan, terutama daerah yang masih rawan mengalami kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan hasil awal operasi menunjukkan sejumlah wilayah telah mengalami hujan. Meskipun sebagian besar masih memiliki intensitas rendah, kondisi tersebut dapat membantu proses pembasahan lahan.
“Kami bersama Kementerian Kehutanan sudah melakukan OMC yang dimulai sejak hari Sabtu. Dan dari kegiatan tersebut, kita tahu di beberapa wilayah sudah mengalami hujan meskipun intensitasnya kecil,” kata Gatot di Surabaya, Senin (7/9/2026).
Operasi Modifikasi Cuaca Wilayah Rawan
Menurut Gatot, hujan yang turun setelah pelaksanaan OMC memberikan manfaat dalam mengurangi kondisi kering di sejumlah kawasan. Pembasahan lahan menjadi penting untuk menekan potensi meluasnya titik api, khususnya pada wilayah yang rawan kebakaran.
Salah satu wilayah yang mendapatkan manfaat dari hujan tersebut adalah kawasan Lumajang. Berdasarkan data pos pengamatan hujan otomatis atau ARG, hujan ringan tercatat di wilayah Pasrujambe. Sementara itu, ARG Pronojiwo mencatat adanya hujan dengan intensitas sedang.
Kondisi tersebut menjadi perkembangan positif di tengah upaya penanganan karhutla di kawasan sekitar Gunung Semeru dan wilayah lainnya di Lumajang.
Selain Lumajang, hujan juga tercatat di sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Di Banyuwangi, hujan ringan terpantau melalui ARG Licin Jambu dan ARG Kalibaru. Sementara di Kabupaten Malang, hujan ringan tercatat melalui ARG Setyorojo dan ARG Dampit.
Hujan ringan juga terpantau di Jember melalui ARG Rekayasa Panti. Kondisi serupa tercatat di Trenggalek dan Pacitan.
Sejumlah Daerah Mulai Turun Hujan
Gatot menjelaskan distribusi hujan tersebut menunjukkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca mulai memberikan dampak terhadap kondisi di sejumlah wilayah.
Meski belum seluruh kawasan memperoleh hujan dengan intensitas tinggi, turunnya hujan tetap memberikan manfaat karena dapat meningkatkan kelembapan permukaan tanah dan membantu proses pembasahan kawasan yang sebelumnya kering.
Pembasahan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla. Lahan yang lebih lembap agar tidak mudah terbakar dan dapat membantu petugas dalam menangani bara api yang masih tersisa.
Karena itu, pelaksanaan OMC tidak hanya untuk menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi, tetapi juga untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di kawasan yang membutuhkan.
Operasi Modifikasi Cuaca Juga Antisipasi Kekeringan
Selain menangani karhutla, Pemprov Jatim juga melihat OMC sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Gatot mengatakan keberadaan hujan sangat butuh untuk menjaga kondisi lahan pertanian, terutama di tengah ancaman kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas tanaman.
“Artinya OMC yang dilakukan ini sangat bermanfaat dan juga bisa membantu proses-proses pemadaman serta untuk sektor pertanian mencegah kekeringan atau gagal panen,” tandasnya.
Dengan demikian, operasi tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, membantu proses penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan kawasan rawan. Kedua, menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian agar risiko kekeringan dan menekan kegagalan panen.
Pemantauan Hujan Terus Berjalan
Pemprov Jatim bersama BPBD dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi wilayah yang terdampak karhutla.
Data dari sejumlah ARG menjadi salah satu bahan pemantauan untuk melihat persebaran dan intensitas hujan setelah pelaksanaan operasi. Informasi tersebut untuk menentukan wilayah yang masih membutuhkan intervensi lebih lanjut.
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, masyarakat di wilayah rawan karhutla tetap meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan dengan kondisi vegetasi kering.
Hujan yang mulai turun di sejumlah daerah dapat membantu mengurangi tingkat kekeringan dan memberikan waktu bagi petugas untuk melakukan penanganan karhutla secara lebih optimal.
Pemerintah juga terus mendorong koordinasi antarlembaga agar penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan mitigasi sejak dini.
Dengan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca, hujan yang turun di sejumlah wilayah Jawa Timur diharapkan dapat membantu membasahi kawasan rawan karhutla sekaligus menjaga sektor pertanian dari ancaman kekeringan.














