Jakarta, Berita Nusantara 89. Sebanyak 86.118 pendaftar KIP Kuliah lolos dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Namun, tidak seluruh peserta otomatis menjadi penerima bantuan pendidikan tersebut.
Selanjutnya pemerintah menyebut hanya sebagian peserta yang memenuhi syarat atau berstatus eligible sebagai calon penerima KIP Kuliah. Sementara itu, ribuan peserta lainnya masih harus melalui proses verifikasi lanjutan.
Kemudian, Sandro Mihradi, Plt. Kepala PPAPT mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers pengumuman SNBT 2026 di Gedung Kemdiktiristek, Jakarta, Senin (25/5/2026).
“Total yang lulus 86.118. Namun demikian yang eligible penerima atau calon penerima KIP Kuliah sejumlah 39.662,” ucap Sandro.
Lebih jauh, pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN sebagai dasar utama penyaluran bantuan sosial pendidikan. Sistem tersebut menggantikan DTKS yang sebelumnya dalam penentuan penerima bantuan.
KIP Kuliah Untuk Desil 1 sampai 4
Sementara itu, prioritas penerima KIP Kuliah bagi masyarakat kategori sangat miskin hingga rentan miskin. Kelompok tersebut berada pada desil 1 sampai desil 4 dalam DTSEN.
Sandro mengungkapkan bahwa 46.456 peserta non eligible dan 2.656 peserta belum terdata. Selanjutnya ia menambahkan bahwa hal tersebut bukan karena kesalahan peserta.
” dari 46.456ini ada 2.656 yang tidak masuk desil atau belum terdata. Nantinya akan ada verifikasi dan validasi oleh pihak perguruan tinggi. Bila layak mereka akan menjadi calon penerima KIP Kuliah,” jelasnya.
Sementara dasar penetapan KIP Kuliah mengacu pada Inpres Nomor 44 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DataSain. Lebih jauh, DataSain ini yang menggantikan DTKS sebagai acuan penyaluran bantuan sosial termasuk KIP.
Selanjutnya ada Permendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Indonesia Pinter Pendidikan Tinggi. Lebih jauh, peruntukan KIP Kulah bagi masyarakat sangat miskin hingga miskin, setara dengan desil 1 sampai desil 4 DataSain.
Distribusi KIP Kuliah Merata
Kemudian sebaran peserta eligible ini rata-rata 24-26 persen dalam setiap desil DataSains. Selanjutnya 60 persennya merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) SMA. Hal ini menunjukkan adanya kontinuitas dalam program bantuan sosial di pendidikan.
“Persentase distribusi mirip 24-26 persen dari desil 1 hingga 4. Rata-rata 60 persen penerima PIP SMA. Jadi berkelanjutan, kontinuitas dari PIP SMA,” ujar Sandro.
Selanjutnya Sandro menegaskan ada 20 PTN dengan penerimaan KIP kuliah terbanyak jalur SNBT. Lebih jauh, ia mencatat bahwa PTN tersebut mayoritas ada di luar Pulau Jawa.
“Kalau kita perhatikan 10 terbesar ini di luar Jawa kecuali satu, Universitas Negeri Surabaya. Yang mungkin dari sini bisa kita lihat cerminan mungkin ya atau refleksi sebaran begitu ya. Jadi cukup banyak para calon mahasiswa begitu ya yang mereka itu eligible KIP Kuliah itu umumnya dari luar Jawa atau mereka mendaftar di perguruan tinggi luar Jawa,” ujar Sandro.
Selanjutnya bagi peserta yang tidak masuk KIP Kuliah, Sandro mendorong PTN untuk membeerikan akses pendidikan melalui jalur lain. Lebih jauh, bisa dengan menetapkan mereka pada kategori UKT atau mengupayakan pembiayaan beasiswa lainnya.
Saat ini, kementerian juga tengah melakukan penjajakan kerjasama dengan mitra untuk alternatif beasiswa untuk mahasiswa di luar KIP Kuliah.
PTN Akademik
- Universitas Negeri Surabaya: 3.107 peserta
- Universitas Negeri Medan: 3.060 peserta
- Universitas Negeri Padang: 2.705 peserta
- Universitas Negeri Makassar: 2.576 peserta
- Universitas Negeri Lampung: 2.209 peserta
- Universitas Nusa Cendana: 1.959 peserta
- Universitas Tadulako: 1.946 peserta
- Universitas Negeri Malang: 1.905 peserta
- Universitas Pendidikan Indonesia: 1.887 peserta
- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa: 1.736 peserta
PTN Vokasi
- Politeknik Negeri Lampung: 1.028 peserta
- Politeknik Negeri Jember: 927 peserta
- Politeknik Negeri Malang: 759 peserta
- Politeknik Negeri Kupang: 690 peserta
- Politeknik Negeri Sriwijaya: 630 peserta
- Politeknik Negeri Medan: 558 peserta
- Politeknik Negeri Padang: 506 peserta
- Politeknik Negeri Lhokseumawe: 496 peserta
- Politeknik Negeri Pontianak: 477 peserta
- Politeknik Negeri Samarinda: 381 peserta













