Kupas Bawang di Nganjuk Hanya Rp600/Kg Bukan 700Ribu/Kg

Berita, Daerah377 Dilihat

Nganjuk, Berita Nusantara 89. Panen raya bawang merah di Kabupaten Nganjuk turut membawa berkah bagi para pekerja kupas bawang di Nganjuk. Sepanjang Agustus hingga September 2026, mereka mendapat pekerjaan setiap hari dengan penghasilan yang cukup menjanjikan.

Aktivitas pritil di Nganjuk terlihat di Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor. Sejumlah pekerja, mayoritas perempuan, tampak membersihkan bawang merah dari sisa akar dan daun sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Kupas Bawang di Nganjuk Merah Serap Banyak Tenaga Kerja

Pekerjaan kupas bawang di Nganjuk menjadi bagian penting dalam proses penanganan bawang merah setelah panen. Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian sekaligus kecepatan karena upah pekerja berdasarkan jumlah bawang yang berhasil terkupas.

Salah seorang pekerja kupas bawang, Waimo, mengatakan ia mampu menyelesaikan hingga ratusan kilogram bawang merah dalam sehari. Namun, jumlah tersebut bergantung pada ketersediaan bawang merahnya.

“Sehari saya bisa sampai 300 kilogram, tergantung bawangnya banyak apa tidak,” ujar Waimo, Rabu (9/9/2026).

Dengan sistem pembayaran berdasarkan hasil kerja, Waimo memperoleh upah Rp600 untuk setiap kilogram bawang merah.

Jika mampu menyelesaikan 300 kilogram dalam sehari, penghasilannya mencapai sekitar Rp180.000 per hari.

Ketelitian Jadi Kunci Pekerja

Meski terlihat sederhana, pekerjaan kupas bawang di Nganjuk membutuhkan ketelatenan. Para pekerja harus membersihkan bagian akar dan daun bawang merah dengan cepat tanpa mengurangi kualitas hasil panen.

Selain itu, kemampuan mencapai target harian menjadi penting karena besarnya pendapatan bergantung pada jumlah bawang yang berhasil dikerjakan.

Panen raya membuat kebutuhan tenaga kerja pritil di Nganjuk meningkat. Kondisi tersebut memberikan tambahan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar sentra produksi bawang merah.

Aktivitas pritil bawang di Kecamatan Bagor juga menjadi bagian dari rantai pengolahan dan distribusi bawang merah Nganjuk.

Kabupaten Nganjuk dikenal sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah utama di Jawa Timur. Karena itu, musim panen tidak hanya memberikan pemasukan bagi petani, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat yang terlibat dalam proses pascapanen.

Bagi pekerja kupas bawang di Nganjuk, panen raya menjadi momentum untuk menambah penghasilan. Selama pasokan bawang tetap tersedia, aktivitas tersebut menjadi sumber pekerjaan harian bagi masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan