WFH Jatim Menjadi Jumat, Berlaku Juni 2026

Berita, Daerah434 Dilihat

Surabaya, Berita Nusantara 89. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi mengubah jadwal work from home atau WFH ASN Jatim mulai Juni 2026. Kebijakan baru itu menetapkan aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jatim bekerja dari rumah setiap Jumat. Perubahan jadwal ini untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus menyesuaikan pola kerja yang lebih fleksibel.

Pemerintah provinsi juga menilai sistem tersebut dapat mendukung efisiensi mobilitas pegawai. Kebijakan baru ini langsung menjadi perhatian publik dan kalangan ASN di Jawa Timur.

WFH Jatim Berlaku Mulai Juni 2026

Gubernur Jawa Timur sebelumnya menerapkan WFH ASN setiap hari Rabu. Namun, mulai Juni 2026 jadwal tersebut berubah menjadi setiap Jumat. “WFH ASNN Pemprov Jatim hari Jumat. Harinya sinkron dengan pusat, mulai Juni,” tegas Khofifah.

Khofifah menjelaskan keputusan itu setelah melalui evaluasi internal terhadap pola kerja ASN selama beberapa waktu terakhir. Menurutnya, skema baru lebih efektif untuk menjaga produktivitas sekaligus kualitas layanan publik. Lebih jauh, sebagai bentuk sinkronisasi dengan pemerintah pusat.

Selain itu, penyesuaian jadwal juga mempertimbangkan efisiensi waktu perjalanan pegawai dan pengurangan kepadatan lalu lintas.

Khofifah menegaskan perubahan jadwal WFH ASN Jatim tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah tetap memastikan layanan berjalan optimal. “Pelayanan publik harus tetap maksimal,” ujar Khofifah.

Ia juga meminta kepala OPD melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan sistem kerja baru tersebut. Menurutnya, fleksibilitas kerja harus dibarengi disiplin dan tanggung jawab pegawai. Di sisi lain, ASN tetap wajib memenuhi target kerja sesuai aturan yang berlaku.

Wakil Gubernur : WFH Bukan Libur

Sementara Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, mengungkapkan dampak positif WFH yang sebelumnya sudah berjalan. Program ini efektif menekan konsumsi BBM dan kinerja ASN juga tetap terjaga.

Selanjutnnya juga ada mekanisme video conference untuk memantau dan memastikan ASN bekerja dari rumah. “Positif, Alhamdulillah kinerja ASN bisa kita jaga. Ada penghematan BBM dan mekanisme video conference untuk memastikan kinerja dari rumah,” ungkapnya.

Namun demikian ia tidak memungkiri ada pelanggaran kecil selama WFH dam sudah dalam proses di BKD Jatim. Emil menambahkan bahwa insiden ini tidak signifikan dan tidak menjadi inti dalam laporan efektiifitas WFH.

“Jadi WFH jangan artikan libur, tapi ini kan sudahh era digital. Harusnya produktifitas bisa terjaga meskipun tidak secara fisik hadir di kantor,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan