Probolinggo, Berita Nusantara 89. Alun-Alun Probolinggo kembali menjadi sorotan setelah Squad Nusantara Probolinggo Raya mendapatkan beberapa temuan. Squad Nusantara menemukan puluhan pohon mati dan berbagai fasilitas umum yang mengalami kerusakan, Kamis, (9/7/2026).
Temuan tersebut mendorong organisasi tersebut mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo segera melakukan inspeksi lapangan. Hal ini untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mengambil langkah perbaikan sesuai ketentuan kontrak pemeliharaan.
Squad Nusantara : Puluhan Pohon Mati di Alun-Alun Probolinggo
Ketua Squad Nusantara Probolinggo Raya, Bambang Hartono, mengatakan pihaknya telah melayangkan permohonan klarifikasi secara resmi kepada DLH Kota Probolinggo. Langkah itu setelah tim investigasi organisasi melakukan pemantauan langsung di kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo, Kamis (9/7/2026).
Hasil investigasi menunjukkan sedikitnya 79 pohon berada dalam kondisi mati atau tidak lagi layak tumbuh sehingga harus segera mendapatkan pergantian. Selanjutnya, tim juga menemukan sejumlah kerusakan pada fasilitas pendukung yang berada di kawasan ruang terbuka hijau tersebut.
Fasilitas Publik di Alun-alun Probolinggo Banyak Mengalami Kerusakan
Selanjutnya, berdasarkan hasil pendataan, sekitar 75 lampu pot hias juga tidak berfungsi. Sementara itu, hampir seluruh tanaman yang berada di dalam pot hias mengalami kekeringan.
Di sisi lain, sekitar 50 persen lampu hias yang terpasang di bawah pohon bungur juga mengalami kerusakan. Hal ini selanjutnya berdampak mengurangi fungsi estetika maupun penerangan kawasan alun-alun.
“Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan secara langsung. Selama masa pemeliharaan masih berlangsung, tanaman mati harus ganti dan perbaikan fasilitas yang rusak sesuai ketentuan kontrak,” tegas Bambang Hartono.
Squad Nusantara Probolinggo Desak DLH Segera Gelar Sidak
Squad Nusantara menilai kondisi tersebut berpotensi menurunkan fungsi Alun-Alun Kota Probolinggo sebagai ruang terbuka hijau. Alun-Alun yang sekaligus salah satu ikon kota dan menjadi pusat aktivitas masyarakat, seharusnya mendapatkan perawatan yang memadai.
Karena itu, Bambang mendesak Kepala DLH Kota Probolinggo segera menggelar inspeksi mendadak (sidak). DLH harus segera melakukan verifikasi lapangan secara langsung untuk selanjutnya melakukan langkah penanganan.
Selanjutnya Squad Nusantara Probolinggo juga berharap DLH menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat. Terutama mengenai langkah penanganan sebagai bentuk transparansi pengelolaan fasilitas publik.
Proyek Bernilai Rp9,44 Miliar
Kemudian Bambang mengungkapkan bahwa pengerjaan pembangunan kawasan trotoar dan drainase Alun-Alun Kota Probolinggo oleh CV Probolinggo Cemerlang. Sedangkan nilai kontraknya mencapai Rp9.449.822.318,40. Perusahaan tersebut beralamat di Jalan KH Abdul Hamid Gang Kebun Mandek, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Menurutnya, selama masa pemeliharaan masih berlangsung, seluruh tanaman yang mati maupun fasilitas yang mengalami kerusakan seharusnya menjadi tanggung jawab penyedia jasa sesuai isi kontrak pekerjaan.
Hingga berita ini terbit, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo maupun pihak pelaksana proyek terkait hasil temuan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi Alun-Alun Probolinggo, sekaligus memastikan seluruh kerusakan diperbaiki agar ruang publik tersebut kembali hijau, aman, nyaman, dan layak dimanfaatkan oleh warga.














