BGN : Suspend SPPG Yang Tidak Beli Telur Peternak Magetan

Menyusul Anjloknya Harga Telur di Peternak Magetan

Berita589 Dilihat

Magetan, Berita Nusantara 89. Harga telur anjlok di tingkat peternak membuat Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib membeli telur ayam ras langsung dari peternak lokal guna membantu pemulihan harga yang terus melemah dalam beberapa waktu terakhir.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur yang terdampak penurunan harga jual. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang dinilai turut memengaruhi harga di tingkat produsen.

Peternak : Kami Tidak Minta Harga Telur Tinggi !

Ketua Asosiasi Pinsar Petelur Nasional Magetan, Surohman, menjeelaskan harga telur yang anjlok lagi di bawah acuan nasional. “Harga telur di peternak hanya 19.000-21.000 per kilogram. jauh di bawah acuan nasional 22.800 per kilogram,” juar Surohman.

Menurutnya, hal ini terjadi karena over suplai sementara pasar belum mampu menyerap secara optimal termasuk SPPG. “Kalau berdasarkan harga pakan seharusnya di kisaran 26.000 per kilogram. Tapi peternak jual agar usaha tetap berjalan,” tambahnya, Senin (1/6/2026).

Kemudian terkait penyerapan produksi telur lokal, Surohman belum bisa menghitung dampak kebijakan dapur MBG dengan menu telur tiga kali sepekan. Selanjutnya ia menambahkan karena kemungkinan pembelian masih secara perorangan beelum melalui koperasi maupun asosiasi peternak.

“Kami tidak minta harga telur tinggi. Minimal di kisaran 24.000-25.000 per kilogram agar tidak rugi,” ujarnya. Karena itu, peternak berharap kebutuhan telur MBG dapat melalui koperasi atau asosiasi sehingga penyerapan dan manfaatnya juga dapat peternak rasakan.

BGN : SPPG Beli Telur Langsung dari Peternak Atau Suspend

Sementara Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan seluruh SPPG, khususnya yang beroperasi di Magetan, wajib membeli telur langsung dari peternak. Langkah ini telah menjadi kesepakatan bersama dua minggu kemarin antara Pemda Magetan dan Peternak menyusul aksi bagi telur gratis sebelumnya.

Menurutnya, langkah tersebut agar harga jual telur di tingkat peternak kembali membaik setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. BGN menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi instrumen penting untuk menyerap produksi lokal dan membantu stabilisasi pasar.

Namun, Nanik mengungkapkan bahwa saat ini laporan yang masuk bahwa kenaikan harga telur hanya di tingkat pasar dan pengecer. Sedangkan harga di tingkat peternak belum terdongkrak naik.

Selanjutnya Nanik menegaskan telah mengeluarkan instruksi baru agar seluruh SPPG membeli langsung dari peternak. Lebih jauh, hal ini juga harus dengan harga beli yang mengacu pada angka keuntungan wajar untuk peternak agar usaha mereka tetap bisa berjalan.

“Saya instruksikan mulai hari ini seluruh SPPG, khususnya di Magetan meembeli langsung ke peternak, kalau tidak dapur saya suspend,” tegasnya.

“Khusus Magetan, sunah luar Magetan harus meningkatkan penggunaan telur. Mungkin hanya 1 atau 2 kali menjadi 3-4 kali sepekan,” imbuhnya.

Pemda Magetan : Kesepakatan Menu SPPG & Akses Pakan Murah

Penurunan harga telur telah memicu keresahan peternak ayam petelur di Magetan. Sebelumnya, para peternak bahkan menyuarakan protes terhadap kondisi harga yang tidak sebanding dengan biaya produksi. Peternak melakukan aksi bagi telur gratis untuk masyarakat di Magetan.

Menanggapi protes tersebut, pemerintah berencana menambah menu dalam paket MBG menjadi tiga kali dalam sepekan. Hal ini menjadi kesepatakan dalam rapat koordinasi sektor pangan dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Satgas MGB Magetan, Awang Arifani,, menjelaskan Pemerintah daerah merespons aspirasi tersebut dengan menyiapkan evaluasi menu MBG. Salah satu opsi adalah menambah frekuensi penyajian menu menjadi tiga kali setiap minggu.

“Selama ini ada yang sekali dan dua kali menu telur dalam seminggu. Kemudian tadi kesepakatannya tambah sekali, bisa sampai tiga kali seminggu,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Pemda juga telah memberikan kemudahan melalui akses pakan ayam murah melalui Bulog/ Menurut Awang, pemerintah juga memberikan bantuan jagung murah untuk peternak kecil. Dengan prediksi serapan yang meningkat, tentu saja peternak juga harus ikut menikmati.

“Bagian dari upata agar peternak bertahan dengan harga telur yang rendah,” pungkas Awang.

Instruksi BGN

BGN telah menginstruksikan SPPG di Jawa Timur untuk meningkatkan penggunaan menu berbahan dasar telur dalam program MBG. Kebijakan itu bertujuan memperluas penyerapan hasil produksi peternak lokal.

Namun, kondisi harga telur masih belum cukup membaik. Karena itu, BGN kemudian mengeluarkan instruksi yang lebih tegas agar pembelian langsung dari peternak tanpa melalui perantara.

Langkah pembelian langsung dapat meningkatkan harga yang diterima peternak sekaligus memastikan pasokan bahan baku program MBG berasal dari sumber yang lebih dekat.

Selain itu, kebijakan tersebut agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada pelaku usaha lokal. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, peternak berpeluang memperoleh harga yang lebih layak, sementara kebutuhan program makan bergizi tetap terpenuhi.

Di sisi lain, pemerintah berharap keterlibatan peternak lokal dalam program MBG dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan dan menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Harga telur anjlok di Magetan kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Melalui instruksi pembelian langsung oleh SPPG, BGN berharap harga di tingkat peternak segera pulih dan aktivitas usaha peternakan kembali berjalan sehat. Keberhasilan kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat program Makan Bergizi Gratis sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Tinggalkan Balasan