Dentuman Anak Krakatau Sampai Bandung, Ini Jawabannya

Berita, Daerah368 Dilihat

Madiun, Berita Nusantara 89. Suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung. Dugaannya berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Rita Susilawati, menjelaskan energi akustik saat erupsi dapat merambat hingga jarak ratusan kilometer.

Penjelasan tersebut oleh Rita dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Badan Geologi, Sabtu (5/9/2026). Menurutnya, suara dentuman akibat aktivitas gunung api bukan merupakan sesuatu yang mustahil terdengar jauh dari sumber erupsi.

Dentuman Anak Krakatau Bisa Merambat Jauh

Rita menjelaskan, erupsi dengan karakter tertentu, khususnya erupsi eksplosif atau freatik, dapat menghasilkan pelepasan energi akustik yang cukup besar. Energi tersebut kemudian merambat melalui atmosfer dan memungkinkan suara terdengar hingga wilayah yang berada jauh dari gunung api.

“Ketika ini terjadi, pelepasan energi akustiknya itu bisa sangat besar, dan energi akustik inilah yang bisa merambat hingga ratusan kilometer,” ujar Rita.

Menurut dia, kondisi tersebut juga pernah terjadi dalam sejumlah erupsi gunung api di Indonesia. Salah satu contoh sebagai pembanding adalah erupsi eksplosif Gunung Kelud pada 13 Februari 2014.

Saat itu, kolom erupsi Gunung Kelud mencapai sekitar 17 kilometer. Besarnya energi menyebabkan suara dentuman terdengar di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang berjarak cukup jauh dari lokasi gunung.

Rita menyebut suara erupsi Gunung Kelud bahkan terdengar hingga Yogyakarta dan beberapa daerah lain di Jawa Tengah. Fenomena tersebut menjadi salah satu bukti bahwa suara dari aktivitas vulkanik dapat menjangkau wilayah yang cukup jauh.

PVMBG Duga Sumber Dentuman dari Anak Krakatau

Terkait dentuman yang terdengar di Bandung Raya dan sejumlah wilayah Jawa Barat pada Jumat hingga Sabtu, 4-5 September 2026, PVMBG masih melakukan pencocokan berbagai data pemantauan.

Rita mengatakan pihaknya menduga suara tersebut memiliki hubungan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada malam sebelumnya. Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan analisis lebih lanjut untuk memastikan hubungan antara aktivitas erupsi dengan suara dentuman masyarakat rasakan.

“Dugaan kuatnya memang itu berhubungan dengan gunung api Anak Krakatau,” katanya.

Menurut Rita, data historis aktivitas gunung api menunjukkan bahwa suara akibat erupsi dapat terdengar jauh dari pusat aktivitas. Karena itu, kemungkinan dentuman Anak Krakatau terdengar hingga Bandung secara ilmiah berdasarkan karakter energi akustik yang lepas.

Kondisi Atmosfer Pengaruhi Perambatan Suara

Selain besarnya energi akustik, kondisi atmosfer juga dapat memengaruhi sejauh mana suara dari sebuah sumber dapat merambat.

Rita menjelaskan perbedaan temperatur, arah angin, serta kecepatan angin menjadi sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi perjalanan gelombang suara di atmosfer.

Karena faktor cuaca memiliki peran dalam proses tersebut, perlu analisis lebih lanjut dari institusi yang memiliki kewenangan dan keahlian di bidang meteorologi untuk menjelaskan kondisi atmosfer saat dentuman terjadi.

Dengan demikian, suara dentuman yang terdengar di Bandung tidak serta-merta menunjukkan adanya aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. Sumber suara dapat berasal dari aktivitas vulkanik yang terjadi cukup jauh dari lokasi masyarakat yang mendengarnya.

Dua Kemungkinan Penyebab Suara Dentuman

Badan Geologi sebelumnya juga menjelaskan kemungkinan mekanisme yang dapat menghasilkan suara keras dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ada dua kemungkinan, yakni ekspansi cepat akibat pelepasan gas serta gesekan dan turbulensi aliran lava berkecepatan tinggi di dalam konduit atau lubang kepundan.

Kedua proses tersebut dapat menghasilkan energi akustik yang kemudian merambat melalui atmosfer. Dalam kondisi tertentu, suara tersebut bisa terdengar di wilayah yang berada ratusan kilometer dari sumbernya.

Fenomena inilah yang menjadi salah satu penjelasan mengenai dentuman Anak Krakatau yang terdengar hingga sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Masyarakat Agar Tetap Waspada

Meskipun suara dentuman masih dalam proses analisis, masyarakat agar tetap mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, dan instansi terkait.

Informasi mengenai aktivitas gunung api sebaiknya dari sumber resmi untuk menghindari kepanikan maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik dapat memberikan dampak yang dirasakan di wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi. Karena itu, pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau dan kondisi atmosfer menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab dentuman yang terdengar di Jawa Barat.

Dengan adanya dugaan keterkaitan tersebut, analisis lanjutan PVMBG dan Badan Geologi diperlukan untuk memastikan apakah dentuman yang terdengar di Bandung benar-benar berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Tinggalkan Balasan