Madiun, Berita Nusantara 89. Aktivitas Gunung Anak Krakatau erupsi tidak mengganggu operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kementerian Perhubungan memastikan penerbangan tetap berlangsung aman dan normal.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemantauan untuk mengantisipasi potensi sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan pihaknya memperoleh informasi awal mengenai erupsi dari Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi otoritas penerbangan untuk melakukan pemantauan terhadap kemungkinan abu vulkanik yang berada di sekitar jalur penerbangan.
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Berdasarkan ASHTAM Nomor VAWR3739 yang terbit pada pukul 09.10 WIB, terdapat informasi mengenai jarak sebaran abu vulkanik dari sejumlah bandara.
Sebaran abu tercatat berada sekitar 31,4 kilometer dari Bandara Soekarno-Hatta. Sementara itu, jaraknya sekitar 18,5 kilometer dari Bandara Pondok Cabe dan 31,4 kilometer dari Bandara Halim Perdanakusuma.
Meski terdapat laporan mengenai sebaran abu vulkanik, hasil pemantauan langsung di Bandara Soekarno-Hatta belum menemukan adanya abu vulkanik.
Pemeriksaan menggunakan paper test VA hingga saat ini juga belum menunjukkan adanya material abu vulkanik di kawasan bandara.
Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Berjalan
Kondisi tersebut membuat aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan seperti biasa.
“Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, normal, dan lancar,” kata Lukman dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Kemenhub juga terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Koordinasi bersama BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta maskapai penerbangan.
Langkah tersebut bertujuan memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap terjaga, terutama di bandara yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.
Maskapai Untuk Tingkatkan Kewaspadaan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengingatkan seluruh maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan agar meningkatkan kewaspadaan.
Mereka juga mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi terbaru dapat dipantau melalui pemberitahuan penerbangan berupa NOTAM maupun ASHTAM.
Kemenhub menegaskan pemantauan akan terus berjalan seiring perkembangan aktivitas vulkanik. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas dalam menentukan langkah operasional berikutnya.
Dengan kondisi terbaru, Bandara Soekarno-Hatta tetap beroperasi normal meski Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Penumpang juga agar mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang sebelum melakukan perjalanan udara.
















