Surabaya, Berita Nusantara 89. Komunitas warga RW 3 Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, memulai produksi Film Pendek Si Paman Boyo. Film ini menjadi wadah menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Proyek film berdurasi sekitar 10 menit itu melibatkan seniman lokal, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap proses produksinya.
Inisiatif tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi warga mampu melahirkan karya kreatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan sosial dan semangat persatuan. Melalui film ini, masyarakat berharap lahir ruang ekspresi positif yang dapat menginspirasi generasi muda.
Film Pendek Si Paman Boyo : Kehadiran Seniman Lokal
Produksi film melibatkan sejumlah seniman terkenal di kalangan masyarakat Surabaya. Di antaranya Yayak Bonek, Ning Rona, Lupus Suzana, Ning Ita, Ning Karni, Ning Ratna, Cak Mamat, Cak Andre, Cak Hartono, hingga Cak Agung Ch.
Sementara itu, Sri Rama Wijaya sebagai sutradara yang mengarahkan keseluruhan proses produksi. Ia berupaya menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus memudahkan penyampaian pesan moral ke berbagai kalangan.
Harapannya, film tersebut akan mampu menyentuh hati penonton melalui kisah sederhana yang menggambarkan kehidupan warga Surabaya.
Produksi film memperoleh dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari SLB Bhakti Asih pimpinan Edi Sukiswo sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan komunitas seni.
Selain itu, CV Rukun Jaya Sejahtera (RJS) di bawah pengelolaan Markat Jonny Doser turut memberikan bantuan fasilitas untuk menunjang proses produksi.
Di sisi lain, Ketua Squad Nusantara DPW Jawa Timur, Kemas Elfiansyah Baky, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, proyek kreatif warga seperti ini sejalan dengan upaya memperkuat persaudaraan, budaya, dan semangat kebangsaan.
Kontribusi juga dari PT Pacific Angkasa Abadi dan Pipe Factory yang membantu kelancaran pelaksanaan produksi Film Pendek Si Paman Boyo.
Angkat Kearifan Lokal Surabaya
Judul Film Pendek Si Paman Boyo untuk merepresentasikan karakter lokal yang lekat dengan identitas masyarakat Surabaya. Cerita film mengangkat dinamika kehidupan sehari-hari warga beserta berbagai tantangan yang ada di lingkungan perkotaan.
Meski demikian, tim produksi belum mengungkapkan secara rinci alur cerita maupun pesan utama dalam Film Pendek Si Paman Boyo. Selanjutnya rilis informasi tersebut akan bertahap hingga proses produksi selesai.
Film Pendek Si Paman Boyo : Ruang Kreativitas Komunitas
Kegiatan ini akan menjadi contoh kolaborasi positif antara masyarakat, pelaku seni, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. Selain menghasilkan karya, proyek tersebut juga membuka ruang bagi warga untuk menyalurkan kreativitas secara produktif.
Namun, tim produksi mengakui masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia maupun peralatan berbanding dengan produksi film profesional. Kendati demikian, kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk membuktikan bahwa kualitas karya tidak selalu dengan fasilitas yang mewah.
Pihak SLB Bhakti Asih menegaskan dukungan sepenuhnya untuk mendorong partisipasi masyarakat tanpa ikut campur terhadap isi cerita maupun proses kreatif.
Sementara itu, CV Rukun Jaya Sejahtera menyampaikan bahwa bantuan berupa fasilitas pendukung dan tidak memiliki kepentingan komersial terhadap hasil karya tersebut.
Harapan Menjadi Inspirasi bagi Masyarakat
Pemeran Yayak Bonek mengaku antusias dapat terlibat dalam film yang mengangkat kisah dari lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Ia berharap penonton dapat merasakan kedekatan cerita dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Hingga saat ini, jadwal penayangan perdana Film Pendek Si Paman Boyo masih belum diumumkan. Tim produksi akan menyampaikan informasi terbaru setelah seluruh proses syuting dan penyuntingan rampung.
Melalui Film Pendek Si Paman Boyo, warga Simomulyo Baru berharap lahir karya yang mampu memperkuat semangat berkarya, mempererat kebersamaan, sekaligus menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus mengembangkan potensi kreatif di lingkungan masing-masing.













