Madiun, Berita Nusantara 89. Sidak Wabup Sidoarjo di tiga lokasi dengan dugaan menjadi pusat penyakit masyarakat pada Sabtu (11/7/2026) malam. Operasi gabungan tersebut menyasar praktik prostitusi, perjudian, hingga peredaran minuman keras sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan sehat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana memimpin langsung jalannya inspeksi bersama Satpol PP, TNI, Polri, dan jajaran Forkopimka.
Kegiatan Sidak Wabup Sidoarjo juga menjadi langkah pemerintah daerah untuk menekan potensi gangguan ketertiban umum sekaligus mencegah penyebaran HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Sidak Wabup Sidoarjo : Warung Remang-remang dan Lokalisasi
Lokasi pertama Sidak Wabup Sidoarjo dan tim gabungan berada di kawasan warung remang-remang Desa Mojoruntut. Tepatnya di sisi selatan Pabrik Gula Krembungyang kerap sebagai lokasi transaksi prostitusi.
Namun, saat petugas melakukan pemeriksaan, tidak ada aktivitas maupun barang bukti yang mengarah pada dugaan tersebut.
Selanjutnya, rombongan bergerak menuju kawasan lokalisasi Krengseng, Kecamatan Krian. Di lokasi ini, petugas memeriksa sejumlah gubuk dan warung menjadi tempat praktik prostitusi.
Selain itu, berdasarkan informasi warga, kawasan tersebut juga sering meenjadi arena sabung ayam dan perjudian kartu cap jiki.
Empat Wanita Penghibur
Dalam operasi di Krengseng, petugas mengamankan empat wanita penghibur. Meski demikian, sebagian besar lokasi sudah dalam kondisi sepi ketika tim tiba.
Petugas menduga informasi mengenai razia telah bocor sehingga para pelaku lebih dahulu meninggalkan lokasi. Menanggapi kondisi tersebut, Mimik Idayana meminta penertiban tetap tanpa kompromi.
“Kalau memang berpindah tempat, segera dibersihkan. Jangan sampai dibiarkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Begitu terlihat ada aktivitas lagi, langsung ditertibkan. Nanti lama-lama mereka akan bosan sendiri kalau tidak diberi ruang,” tegas Mimik.
Ia juga menginstruksikan agar bangunan liar yang berdiri di lokasi segera ditertibkan sesuai prosedur, kemudian kawasan dibersihkan agar tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.
Sidak Wabup Sidoarjo : Temukan Miras dan Pengunjung Tanpa Identitas
Sidak berlanjut ke Desa Lebo. Di lokasi ini, tim menemukan sejumlah lapak karaoke dan tempat berkumpul yang berdiri di atas tanah kas desa (TKD).
Selain itu, petugas mendapati berbagai jenis minuman keras di beberapa lapak serta menemukan sejumlah pengunjung yang tidak membawa kartu identitas.
Mimik meminta pemerintah desa segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh lapak yang berdiri di atas aset desa.
Menurutnya, pemanfaatan tanah kas desa harus memiliki administrasi yang jelas, termasuk jumlah lapak dan kontribusinya terhadap pendapatan desa.
Kebocoran Informasi Jadi Evaluasi
Wakil Bupati Sidoarjo mengakui adanya dugaan kebocoran informasi sebelum razia berlangsung. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi agar operasi serupa ke depan dapat berjalan lebih efektif.
“Ada tiga titik yang tadi kami datangi, tetapi sudah sepi karena diduga informasinya bocor. Ini menjadi evaluasi ke depan agar operasi berikutnya bisa lebih efektif,” ujarnya.
Di sisi lain, Mimik mengusulkan agar kawasan bekas lokasi penyakit masyarakat dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau atau taman sehingga lebih bermanfaat bagi warga.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan operasi penertiban tidak akan berhenti pada razia kali ini. Bersama aparat terkait, pemerintah berkomitmen terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik prostitusi, perjudian, maupun peredaran minuman keras yang meresahkan masyarakat.
Menutup kegiatan tersebut, Mimik menegaskan komitmennya menjaga ketertiban wilayah. “Razia akan terus kami lakukan. Sikat habis! Sidoarjo harus bersih, nyaman, dan asri,” pungkasnya.















