Madiun, Berita Nusantara 89. Final Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi panggung terbesar sepak bola dunia saat Argentina vs Spanyol di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (19/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga menjadi duel dua generasi Lamasia, antara Lionel Messi dan Lamine Yamal.
Argentina datang sebagai juara bertahan Piala Dunia 2022 sekaligus juara Amerika Latin, sedangkan Spanyol berstatus juara Eropa 2024 dan tampil sebagai tim paling konsisten sepanjang turnamen. Kedua negara sama-sama menunjukkan performa impresif sehingga laga final yang berlangsung ketat.
Spanyol masih mengandalkan formasi menyerang 4-1-2-3 dengan Olmo dan Yamal di sayap kiri dan kanan, sementara Oyarzabal di penyerang tengah. Sementara Argentina menerapkan formasi andalannya 4-4-2 dengan Messi dan Alvarez di depan.
Argentina vs Spanyol : Duel Minim Peluang
Spanyol langsung menekan di menit-menit awal pertandingan, melalui Lamine Yamal di menit ke 5 yang hanya menghasilkan shot on target. Emi Martinez masih mampu melakukan pencegahan upaya tersebut.
Hingga jeda minum menit 24, kedua tim masih belum menemukan ritme permainannya, praktis hanya peluang Yamal di awal laga yang menjadi satu satunya percobaan ke gawang. Duel Argentina vs Spanyol merupakan pertempuran kekuaran gelandang mereka di tengah.
Hal ini tergambar dalam statistik permainan dengan imbangnya posession Argentina vs Spanyol (46:50) dan tingginya pelanggaran (masing-masing 5 pelanggaran). Permainan ngotot dengan stategi umpan-umpan pendek dengan pertahanan masing-masing yang ketat.
Upaya percobaan tembakan baru terjadi lagi di menit 39, namun tendangan datar Oyarzabal masih terlampau lemah di tangan Emiliano Martinez. Kemudian percobaan Cucurella menit 43 dari sayap kiri yang juga masih menyamping di kiri gawang Argentina.
Duel kemudian berakhir dengan skor kacamata dan Argentina belum berhasil mendapatkan satupun peluang tembakan ke gawang. Argentina sedikit kesulitan mengalirkan bola ke Messi dengan taktisnya permainan Spanyol.
Total di babak pertama, Spanyol berhasil melepaaskan 3 upaya tembakan ke gawang dengan 2 tepat sasaran, keduanya dari dalam kotak penalti. Selanjutnya Spanyol mendominasi distribusi umpan dengan 308 umpan sukses dari 348 percobaan. Sementara Argentina melakukan 149 umpan sukses dari 191 percobaan.
Argentina : Nol Tembakan ke Gawang
Memasuki babak kedua laga Argentina vs Spanyol, La Furia Roja langsung menekan melalui Alex Baena di menit 46 yang lagi-lagi masih terlalu lemah untuk Emi Martinez.
Selanjutnya di menit 55 Argentina berhasil menyapu umpan satu dua Olmo dan Oyarzabal, semenit berselang Olmo kembali berhasil menusuk ke kotak penalti, sayangnya umpan pendeknya masih tersapu pemain Argentina.
Kemudian di menit 58, Spanyol mendapatkan peluang melalui tendangan bebas di depan kotak penalti, setelah Leandro Paredes melakukan pelanggaran. Sayangnya, tendangan Yamal kemudian terblok denngan sempurna oleh pagar pemain Argentina.
Spanyol masih terus menekan dengan taktis, termasuk beberapa kali mberhasil memotong aliran umpan Argentina. Peluang kemudian melalui Pedri yang baru masuk di menit 62, yang sayangnya masih berhasil Martinez tepis. Tekanan berlanjut dengan peluang Spanyol melalui dua tendangan sudut berturu-turut yang juga belum mampu menjadi gol.
Tusukan Yamal dari kanan menit 67 yang kemudian berhasil melepaskan umpan ke depan kotak penalti, lagi-lagi Martinez melakukan save dari tandukan pelan Ferran Torres.
Giliran Torres, Cubarsi dan Nico Williams bergiliran mengancam gawang Argentina di menit-menit akhir laga. Tekanan semakin setelah Enzo Fernandez melakukan pelanggaran keras terhadap Cubarsi yang menghasilkan kartu merah kedua untuknya. Argentina kini bermain dengan defisit satu pemain.
Peluang terakhir Spanyol di injury time saat Paredes melanggar Yamal di depan kotak penalti. Eksekusi tendangan bebasnya kembali gagal usai Martinez sukses melakukan penyelamatan. Skor Argentina vs Spanyol 0-0 bertahan, laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Sementara dominasi Spanyol di lapangan, Argentina masih kesulitan mengalirkan serangan. Hingga akhir 2×45 laga Messi cs masih belum mampu melakukan upaya tembakan ke gawang, sedangkan Spanyol telah melakukan 14 upaya dengan 9 on target.
Argentina vs Spanyol : 1 Gol Torres Antar La Furia Roja Jadi Juara
Argentina yang defisit satu pemain, kembali mendapatkan tekanan, tandukan Williams menit 93 di depan gawang sukses Martinez tepis. Spanyol terus mengurung pertahanan Argentina yang menyisakan Messi sendirian di depan.
Kemelut terjadi di depan gawang Argentina menit 96 dan Williams sukses menceploskan bola ke gawang Martinez yang sudah kosong. Namun wasit meniup peluit menganulir gol karena Merino sebelumnya melakukan pelanggaran, skor masih 0-0.
Memasuki babak kedua perpanjangan waktu, kebuntuan Spanyol pecah lewat gol Ferran Torres di menit 106. Bermula dari umpan Yamal di kanan ke depan gawang, Nico Williams menanduk bola ke depan kotak penalti dan Torres sukses mengkonversinya menjadi gol.
Setelah unggul, Spanyol sedikit mengendurkan tekanan dengan memperlambat tempo permainan. Wasit kemudian menganulir gol kedua Torres karena offside setelah ia berhasil melakukan gol solo run dari tengah lapangan.
Upaya percobaan ke gawang akhirnya muncul melalui Messi di menit 117, namun masih gagal menemui sasaran. Selanjutnya peluang di menit 119, umpan Messi dari sisi kanan kotak penalti hanya menghasilkan sepak pojok. Tiga sepak pojok beruntun dengan peluang terbaik dari Simeone yang sayangnya masih melambung di atas mistar gawang.
Memasuki injury time, Argentina yang tertinggal mencoba menyamakan skor dengan menekan pertahanan Spanyol. Namun aliran bola masih sulit menembus tembok kokoh Spanyol yang selalu menekan setiap pemain Argentina yang membawa bola.
Menit 120+5 peluit akhir pertandingan berbunyi, Argentina vs Spanyol berakhir 0-1 dan Spanyol sukses meraih gelar Juara Piala Dunia 2026.
Magis Messi Akhirnya Padam.


















