Madiun, Berita Nusantara 89. Lionel Messi kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Di usia 39 tahun, kapten Timnas Argentina itu sukses membawa Albiceleste melaju ke final Piala Dunia FIFA 2026. Magis Messi kembali tercipta dalam kemenangan atas Inggris pada laga semifinal yang berlangsung dramatis.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi Argentina sekaligus memperpanjang kisah magis Messi di panggung Piala Dunia. Tak hanya membawa negaranya selangkah lagi menuju gelar juara, Messi juga terus memecahkan berbagai rekor individu yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Magis Messi : Keajaiban 2 Assist Untuk Comeback
Semifinal melawan Inggris berlangsung ketat sejak awal. Selain mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, laga tersebut juga sarat sejarah akibat rivalitas kedua negara yang telah berlangsung sejak Perang Malvinas 1982.
Di tengah tekanan pertandingan, Lionel Messi kembali tampil sebagai pembeda. Sang kapten memimpin permainan Argentina dengan visi, ketenangan, serta kreativitas yang membuat pertahanan Inggris terus berada dalam tekanan.
Meski tidak lagi mengandalkan kecepatan seperti saat muda, Messi mampu mengontrol ritme permainan melalui umpan-umpan akurat, pergerakan tanpa bola, serta penyelesaian akhir yang tetap mematikan. Kontribusinya kembali menjadi faktor utama yang membawa Argentina mengamankan tiket menuju partai puncak.
Meskipun tidak mencetak gol, namun Magis Messi melalui mental kepemimpinan dan assistnya telah menjadi pencapaian tersendiri yang sulit terlampaui.
Saat ini secara total Messi telah mencetak 4 assist dan bertengger di posisi kedua pencetak Assist Piala Dunia 2026. Michael Olisse memimpin dengan 5 assist, sementara Messi, Brahim Diaz, Odeegaard dan Bruno Guimarez sama-sama cetak 4 assist di posisi kedua.
2 Comeback Dramatis Argentina
Setelah tertinggal 1 gol di menit 55, Messi membawa Albiceleste menekan sepanjang sisa laga. Hingga magis Messi kembali hadir di menit 85 dan 90+2 melalui assist dramatisnya. Comeback yang dramatis kembali terjadi di kaki Messi dalam laga semifinal ini.
Aksi Magis Messi ini bukan kejadian pertama, sebelumya Argentina di babak 16 besar comeback dramatis juga tercipta. Bahkan Argentina sudah tertinggal dua gol di menit 67. Kemudian saat laga melawan Mesir tersebut akan berakhir dan Messi telah habis pasca gagal eksekusi penalti di babak pertama.
Namun selanjutnya, Argentina berhasil mengejar defisit dua gol melalui Romero dan Messi, sedangkan Enzo mencetak gol kemenangan di menit 90+2. Magis Messi juga hadir dalam gol pertama oleh Romero, saat ia berhasil memberikan assist sempurna sebelum terjadinya gol.

Magis Messi : Statistik Semakin Sulit Terkejar
Performa Messi sepanjang Piala Dunia 2026 terbilang luar biasa, hingga babak semifinal, ia telah mencatat statistik mentereng.
- 8 gol sepanjang turnamen (masih bisa bertambah dengan sisa 1 laga di final).
- Top skor sementara bersama Kylian Mbappé.
- 30 penampilan di Piala Dunia (rekor terbanyak).
- 21 gol sepanjang sejarah Piala Dunia.
- 4 assist Piala Dunia 2026 (masih bisa bertambah dengan sisa 1 laga di final).
- 21 kemenangan di Piala Dunia (rekor terbanyak).
- Rating rata-rata FIFA mencapai 8,7.
- 12 Assist Sepanjang Sejarah Piala Dunia (masih bisa bertambah dengan sisa 1 laga di final).
Messi tercatat selalu mencatatkan minimal satu assist sejak Piala Dunia 2006, dengan rincian :
- 1 Assist pada Piala Dunia 2006, 2010 dan 2014.
- 2 Assist pada Piala Dunia 2018.
- 3 Assist pada Piala Dunia 2022.
- 4 Assist pada Piala Dunia 2024 dan masih bisa bertambah dengan sisa 1 laga di final.
Menariknya, statistik fisik Messi justru menjadi sorotan. Data FIFA menunjukkan ia menjadi pemain yang paling banyak berjalan kaki di lapangan dari seluruh pemain lain di turnamen. Namun efisiensi permainannya sangat tinggi sehingga tetap menjadi pemain paling menentukan bagi Argentina.
FenomenaMagis Messi tersebut mengingatkan publik pada gaya bermain para legenda besar yang mampu membaca permainan jauh lebih cepat dibanding lawan.
Argentina Bidik Gelar Juara Berturut-turut
Keberhasilan mencapai final membuka peluang Argentina mempertahankan gelar setelah menjadi juara pada edisi 2022 di Qatar.
Apabila berhasil menjuarai Piala Dunia 2026, Argentina akan meraih gelar dunia keempat sepanjang sejarah. Rekor ini akan menyamai Jerman dan Italia yang juga telah mengoleksi jumlah gelar yang sama.
Sebelumnya Argentina menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 1978 dan berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Belanda 3-1. Pahlawan Argentina kala itu adalah sosok Mario Kempes yang juga berhasil menjadi top skor sekaligus pemain terbaik turnamen.
Selanjutnya pada edisi 1986 di Meksiko dan menjadi panggung kehebatan absolut Diego Maradona saat mengalahkan Inggris di perempat final. Maradona mencetak dua gol ikonik, dalam rentang empat menit yang menjadi catatan sejarah dunia sepakbola.
Pertama Hand of God, gol kontroversial Maradona menggunakan tangan. Selanjutnya Goal of the Century, aksi solo run melewati lima pemain Inggris sebelum mencetak gol. Selanjutnya di partai final, Jerman juga takluk dengan kekalahan tipis 3-2.
Kemudian edisi Piala Dunia 2022 yang menjadi titik Magis Messi menjadi legenda hidup Argentina setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti. Keduanya berbalas gol hingga akhir babak perpanjangan waktu dengan tercipta total 6 gol (skor 3-3). Messi kemudian berhasil mengangkat trofi setelah Argentina berhasil menang adu penalti 4-2.
Prestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi Albiceleste sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia.
Misi Terakhir Sang Kapten
Bagi Lionel Messi, Piala Dunia 2026 mungkin akan menjadi penampilan terakhirnya di ajang terbesar sepak bola dunia ini. Sejak debutnya pada 2006, Messi telah melewati enam edisi Piala Dunia dan kini menjadi pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut.
Ia juga memegang berbagai rekor penting, mulai dari jumlah pertandingan, kemenangan, hingga gol yang terus bertambah selama turnamen berlangsung.
Apabila Argentina mampu memenangkan laga final, maka Messi menutup karier internasionalnya dengan dua gelar Piala Dunia secara beruntun. Sebuah pencapaian yang belum pernah pemain modern raih.
Pemain terbanyak pemegang trofi Piala Dunia adalah legenda Brasil, Pele, dengan 2 trofi beruntun dan total 3 trofi. Selanjutnya ada legenda Argentina, Daniel Passarella (1978 dan 1986).
Kemudian Bellini, Castilho, Didi, Djalma Santos, Garrincha, Gilmar, Mauro, Nilton Santos, Pepe, Vava, Zagallo, Zito dan Zozimo (1958 dan 1962). Sementara Eraldo Monzeglio, Giovanni Ferrari, Giuseppe Meazza dan Guido Masetti (1934 dan 1938).
Sementara Cafu dan Ronaldo, menjadi pemain terakhir yang mendapatkan dua gelar Piala Dunia meskipun tidak beruntun di era Milenium (1994 dan 2002).

Magis Messi Masih Berlanjut ?
Banyak pihak sempat meragukan kemampuan Messi tampil kompetitif di usia 39 tahun. Namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
Alih-alih menurun, sang megabintang tetap menjadi pusat permainan Argentina. Pengalaman, kecerdasan membaca situasi, serta kualitas teknik membuatnya terus menjadi ancaman bagi setiap lawan.
Kini, Argentina hanya tinggal selangkah lagi menuju trofi Piala Dunia 2026. Apabila mampu mengangkat trofi untuk kedua kalinya secara beruntun, Lionel Messi tidak hanya mempersembahkan sejarah baru bagi negaranya, tetapi juga semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola dunia.


















