Madiun, Berita Nusantara 89. Ledakan Gudang Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad). Lokasi ledakan di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu prajurit TNI gugur, empat personel mengalami luka berat, dan dua lainnya mengalami luka ringan.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan tersebut. Sementara ledakan terjadi saat pelaksanaan tugas di lingkungan gudang amunisi.
“TNI Angkatan Darat turut berduka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Gupusmu II Puspalad. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dalam tugas serta mendoakan seluruh korban yang saat ini masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).
Ledakan Terjadi Saat Pemeriksaan AMunisi
Berdasarkan laporan awal, ledakan terjadi ketika sejumlah personel sedang melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi di salah satu gudang penyimpanan.
Hingga kini, aparat belum mengetahui penyebab pasti ledakan. Namun, TNI AD memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis, sementara keluarga korban juga memperoleh pendampingan.
Selain itu, koordinasi dengan rumah sakit terus terjadi untuk memastikan seluruh korban luka memperoleh perawatan secara optimal.
Sebagai tindak lanjut, TNI Angkatan Darat membentuk tim investigasi untuk mengungkap penyebab ledakan di Gudang Pusat Amunisi II Puspalad Saradan.
Tim tersebut akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi kejadian, prosedur kerja, serta seluruh aspek yang berkaitan dengan insiden.
“TNI AD telah membentuk tim untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh guna mengungkap kronologi maupun penyebab insiden,” kata Brigjen Donny Pramono.
Ia menegaskan proses investigasi akan berjalan secara profesional, objektif, dan transparan sehingga ada pertanggunjawaban setiap hasilnya.
Selama proses penyelidikan berlangsung, TNI AD mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum hasil pengumuman hasil investigasi resmi.

TNI : Evaluasi Standar Keselamatan
Menurut Donny, pihaknya mengumupulkan seluruh fakta akan terlebih dahulu agar kesimpulan benar-benar berdasarkan bukti di lapangan.
“TNI AD mengajak seluruh pihak memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai,” ujarnya.
TNI AD juga memastikan hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat penerapan standar keselamatan kerja pada seluruh kegiatan pengelolaan munisi di lingkungan Angkatan Darat.
Evaluasi tersebut agar dapat meminimalkan potensi kecelakaan serupa sekaligus meningkatkan sistem keamanan dalam penyimpanan maupun perawatan materiil amunisi.
Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan sterilisasi area gudang serta mengumpulkan berbagai bukti untuk mendukung proses penyelidikan.
Pemakaman Korban Ledakan Gudang Amunisi
Sementara, TNI telah melakukan pemakaman secara militer untuk Prajurit TNI yang gugur dalam insiden ledakan Gudang Amunisi, Kamis (16/7/2026) malam.
Prajurit yang gugur bernama Henki Noto Susanto, warga Dusun Jomblang, Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Prosesi pemakaman berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sidorejo dengan penghormatan militer.
Kepala Desa Sidorejo, Ana Setyawati, membenarkan berita tersebut di rumah duka. “Sudah dimakamkan,” ujarnya saat konfirmasi.
Jenazah korban telah berada sejak pukul 10.00 WIB di kamae jenazah RSUD Caruban, kemudian malamnya sampai di rumah duka untuk pemakaman. Ana menambahkan menyampaikan prosesi pemakaman pada pukul 20.30 secara militer di TPU desa. Almarhum sendiri meninggalkan seorang istri dan dua anak.
“Tadi sudah pemakaman secara militer, beliau punya dua anak,”pungkasnya.













