Madiun, Berita Nusantara 89. Babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 resmi berakhir hari ini. Selanjutnya kompetisi akan memasuki fase 16 besar dengan persaingan yang semakin menarik dengan sejumlah tim mulai menunjukkan dominasinya berdasarkan statistik turnamen. Redaksi mencatat beberapa statistik Piala Dunia 2026 yang menarik selama penyelenggaraan kompetisi sepakbola sejagad ini.
Sejumlah kejutan mewarnai fase gugur setelah Jerman tersingkir oleh Paraguay melalui adu penalti dan Belanda tumbang di tangan Maroko. Di sisi lain, tim-tim unggulan seperti Brasil, Argentina, Prancis, Spanyol, Inggris, dan Portugal berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Berdasarkan statistik hingga berakhirnya babak 32 besar, sejumlah tim tampil dominan di berbagai aspek permainan. Namun, beberapa negara yang sebelumnya tidak masuk unggulan juga mampu mencuri perhatian melalui performa impresif mereka.
Prancis Produktif, Messi Top Skor Dalam Statistik Piala Dunia 2026
Hingga babak 32 besar, total telah terjadi 257 gol, dengan 12 gol terjadi dari gol bunuh diri. Sementara Prancis menjadi yang paling tajam dengan koleksi 13 gol sepanjang turnamen. Produktivitas tersebut dengan duet Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele yang tampil tajam di lini depan.
Mbappe kini mengoleksi enam gol dan berada di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak, sementara Dembele telah menyumbangkan empat gol. Keduanya masih membayangi Lionel Messi yang memimpin klasemen top skor sementara dengan tujuh gol.
Tak hanya produktif dalam mencetak gol, Les Bleus juga menjadi satu-satunya tim yang selalu mencetak minimal tiga gol dalam setiap pertandingan sejak fase grup.
Skuad asuhan Deschamps ini membuka turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Senegal, kemudian menundukkan Irak 3-0, menghajar Norwegia 4-1 pada laga terakhir fase grup, dan mengalahkan Swedia 3-0 di babak 32 besar.
Selain produktif, Prancis juga tampil solid di lini belakang dengan dua kali mencatatkan clean sheet dan baru kebobolan dua gol sepanjang empat pertandingan.
Mbappe mencetak empat gol selama fase grup, masing-masing dua gol ke gawang Senegal dan Irak. Sementara itu, Dembele menyumbang satu gol saat menghadapi Irak sebelum mencetak hattrick ke gawang Norwegia pada laga terakhir fase grup.
Di bawah Prancis, Jerman, Belanda, dan Argentina sama-sama mengoleksi 11 gol meski dua negara Eropa tersebut telah tersingkir. Selanjutnya Norwegia, Senegal, dan Amerika Serikat mengikuti dengan torehan 10 gol.
Selain produktif mencetak gol, Prancis, Jerman, dan Belanda juga masih berada di papan atas statistik assist turnamen.
Michael Olise menjadi raja assist sementara dengan lima assist. Gelandang Prancis tersebut unggul atas Bruno Guimaraes (Brasil), Alexander Isak (Swedia), Martin Odegaard (Norwegia), Roberto Alvarado (Meksiko), dan Florian Wirtz (Jerman).

Statistik Lionel Messi Masih Sulit Tertandingi
Sementara itu, Lionel Messi kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai motor permainan Argentina.
Kapten La Albiceleste tersebut memimpin daftar pencetak gol sementara dengan koleksi tujuh gol dari empat pertandingan.
Tak hanya tajam, Messi juga menjadi pemain dengan jumlah percobaan tembakan terbanyak, yakni 24 kali, dengan 16 di antaranya mengarah tepat ke gawang dan tujuh berhasil teerkonversi menjadi gol.
Dari seluruh percobaan tersebut, 12 tembakan dari dalam kotak penalti, sedangkan 12 lainnya berasal dari luar kotak penalti.
Gawang Spanyol dan Meksiko Masih Suci
Sementara Spanyol dan tuan rumah Meksiko meenjadi tim dengan pertahanan terbaik hingga 32 besar Piala Dunia 2026. Keduanya masih mencatatkan clean sheet, unggul dari Kolombia (1 gol), Portugal, Prancis dan Brasil masing-masing dengan kebobolan 2 gol.
Sebaliknya, Irak dan Tunisia (12), Uzbekistan (11), Selandia Baru, Swedia dan Qatar menjadi tim dengan angka kebobolan dua digit.
Selanjutnya tim Matador dengan sepakbola khas tiki taka, memimpin statistik dengan melepaskan 2384 umpang dengan 92 persen umpan sukses. Dari total umpan tim Spanyol, Rodri memimpin total melepaskan 435 umpan dengan tingkat akurasi umpang 94 persen. Bahkan Spanyol juga menjadi tim dengan peenguasaan bola tertinggi dengan 61 persen, mengungguli Inggris dan Turki dengan 58 persen
Spanyol dan Meksiko Miliki Pertahanan Terbaik
Di sektor pertahanan, Spanyol dan Meksiko menjadi dua tim yang belum sekalipun kebobolan hingga berakhirnya babak 32 besar.
Keduanya unggul atas Kolombia yang baru kebobolan satu gol, serta Portugal, Prancis, dan Brasil yang masing-masing baru kemasukan dua gol.
Sebaliknya, Irak dan Tunisia menjadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak, masing-masing 12 gol. Uzbekistan menyusul dengan 11 gol, sedangkan Selandia Baru, Swedia, dan Qatar juga telah kebobolan dua digit.
Spanyol juga masih mendominasi statistik penguasaan bola. Tim Matador membukukan 2.384 umpan dengan tingkat akurasi mencapai 92 persen.
Rodri menjadi pemain dengan jumlah umpan terbanyak, yakni 435 operan, serta mencatat akurasi mencapai 94 persen.
Tak hanya itu, Spanyol juga menjadi tim dengan rata-rata penguasaan bola tertinggi sebesar 61 persen, mengungguli Inggris dan Turki yang sama-sama mencatat 58 persen.
Statistik Piala Dunia 2026 : Kedisiplin Jadi Sorotan
Di sektor disiplin, Paraguay menjadi tim dengan koleksi kartu terbanyak sejauh ini, yakni sembilan kartu kuning dan satu kartu merah.
Ekuador menyusul dengan delapan kartu kuning dan satu kartu merah, sedangkan Mesir telah mengoleksi delapan kartu kuning.
Sementara itu, Qatar dan Afrika Selatan menjadi dua tim dengan jumlah kartu merah terbanyak, masing-masing dua kartu merah.
Jumlah kartu merah tersebut bahkan melampaui tiga edisi Piala Dunia sebelumnya. Sebagai perbandingan, Piala Dunia 2018 dan 2022 masing-masing hanya menghasilkan empat kartu merah, sedangkan edisi 2014 mencatat 10 kartu merah sepanjang turnamen.
Di sisi lain, Prancis menjadi salah satu tim paling disiplin dengan hanya menerima satu kartu kuning, sejajar dengan Tunisia dan Republik Ceko.
Menariknya, hingga fase ini belum ada pemain yang menerima kartu merah langsung. Seluruh kartu merah yang tercatat merupakan hasil akumulasi dua kartu kuning dalam satu pertandingan.
Bosnia dan Herzegovina menjadi tim yang paling sering melakukan pelanggaran dengan total 59 kali, sedangkan Inggris menjadi tim yang paling banyak dilanggar lawan, yakni sebanyak 64 kali.

















