Wakapolri Tekankan Smart Policing di Rakernis Korlantas

Korlantas Adalah Etalase Polri

Berita93 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, menekankan pentingnya penerapan smart policing dan pelayanan humanis. Hal ini Wakapolri sampaikan saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korlantas Polri, Jumat (22/5/2026). Penegasan tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat di era digital.

Rakernis Korlantas 2026 menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan strategi kepolisian lalu lintas nasional. Selain itu, forum tersebut juga membahas transformasi pelayanan berbasis teknologi modern.

Fungsi lalu lintas memiliki peras strategis dalam mendukung stabilitas ekonomi, karena itu digitalisasi pelayanan lalu lintas harus menjadi prioritas utama.

“Digitalisasi layanan lalu lintas bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, terintegrasi, dan masyarakat mudah akses,” kata Komjen Dedi.

Wakapolri : Korlantas adalah Etalase Polri

Dalam arahannya, Wakapolri meminta jajaran Korlantas Polri terus mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan kepolisian harus profesional, cepat, dan mampu membangun kepercayaan publik.

Kemudian apresiasi keberhasilan Operasi Ketupat 2026 yang mencatatkan angka penurunan kecelakaan yang signifikan. Serta hasil survei yang menunjukkan kepuasan masyarakat selama mudik 2026 (85,3 persen) yang mendorong tingkat kepercayaan publik kepada Polri hingga 63,7 persen.

“Jajaran Korlantas adalah etalase Polri. Setiap perilaku anggota di lapangan akan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” tegasnya.

Namun demikian, Wakapolri mengingatkan agar Korlantas tidak berpuas diri. Terutama masih tingginya tingkat kemacetan di kota-kota besar di Indonesia serta blackspot dan troublespot yang masih tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam sistem pelayanan lalu lintas. Konsep smart policing akan menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan keamanan dan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

“Pelayanan kepada masyarakat harus semakin modern, responsif, dan tetap mengedepankan sisi humanis,” ujar Wakapolri dalam sambutannya.

Penguatan Melalui Transformasi Digital

Rakernis Korlantas 2026 turut membahas penguatan sistem digital dalam pelayanan lalu lintas. Penggunaan teknologi agar mampu meningkatkan efektivitas pengawasan dan penanganan pelanggaran di lapangan.

Selain itu, modernisasi sistem pelayanan juga dapat mempercepat proses administrasi bagi masyarakat. Korlantas Polri harus memanfaatkan inovasi digital dalam mendukung tugas kepolisian.

Sementara itu, pengembangan smart policing Korlantas tidak hanya berkaitan dengan teknologi. Pendekatan tersebut juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pola pelayanan yang lebih terbuka.

Memperkuat penerapan smart policing Korlantas melalui ETLE, CCTV hingga Artificial Inteligent untuk pengembangan sistem data lalu lintas real time.

Rakernis Korlantas 2026 jajaran kepolisian lalu lintas dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menjadi ajang evaluasi program kerja sekaligus penyusunan strategi pengamanan ke depan.

Di sisi lain, tantangan lalu lintas yang semakin kompleks membuat Polri perlu memperkuat koordinasi dan kesiapan personel. Karena itu, Wakapolri meminta seluruh jajaran tetap menjaga profesionalisme dalam bertugas.

“Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui pelayanan yang baik dan berintegritas,” tegasnya.

Penekanan terhadap smart policing dan pelayanan humanis menunjukkan komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Modernisasi sistem mampu memberikan kenyamanan dan keamanan lebih baik bagi masyarakat.

Selanjutnya, hasil Rakernis Korlantas 2026 agar menjadi pijakan untuk memperkuat transformasi pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan keepercayaan publik.

Tinggalkan Balasan