Ponorogo, Berita Nusantara 89. Sebanyak 31 grup reog dari berbagai daerah akan ambil bagian dalam Festival Reog Ponorogo 2026 yang menjadi agenda utama Grebeg Suro tahun ini. Ajang budaya tahunan tersebut kembali menjadi magnet wisata sekaligus wadah pelestarian seni tradisional khas Ponorogo.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo menargetkan penyelenggaraan tahun ini mampu menarik lebih banyak wisatawan dari tahun sebelumnya. Selain itu, kehadiran puluhan grup reog semakin memperkuat posisi Ponorogo sebagai pusat budaya reog nasional.
Selanjutnya agenda budaya tahunan yang menjadi ikon Bumi Reog tersebut mulai berlangsung pada 6 Juni 2026 dan kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).
Grebeg Suro 2026 : 31 Grup Reog
Panitia mencatat sebanyak 31 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31. Seluruh grup tersebut akan menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan masyarakat dan dewan juri.
Jumlah peserta tahun ini menunjukkan tingginya antusiasme komunitas reog dari berbagai daerah. Mereka siap menyuguhkan atraksi yang memadukan seni, kreativitas, serta kekuatan fisik para pemain.
Setelah pembukaan, panggung kompetisi langsung bergulir. Festival Reog Remaja akan berlangsung pada 7-10 Juni 2026, selanjutnya Festival Nasional Reog Ponorogo pada 11-14 Juni 2026.
“Untuk FRR tanggal 7 sampai 10 Juni. Kemudian FNRP berlangsung pada 11 hingga 14 Juni,” kata Agus.
Puncak kegiatan pada 15 Juni melalui malam penutupan yang sekaligus menjadi momentum pengumuman para juara dari kedua festival tersebut.
Sementara itu, panitia memastikan seluruh rangkaian acara telah siap secara matang. Berbagai fasilitas pendukung juga siap untuk menunjang kenyamanan peserta maupun pengunjung.
Festival Nasional Reog Ponorogo menjadi salah satu agenda penting dalam perayaan Grebeg Suro. Kegiatan tersebut rutin menghadirkan ribuan penonton yang datang dari berbagai daerah.
Selain FNRP, rangkaian Grebeg Suro juga mencakup Festival Reog Remaja (FRR), pameran ekonomi kreatif, kirab budaya, dan berbagai pertunjukan seni lainnya. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati beragam atraksi sepanjang pelaksanaan festival.
Di sisi lain, pemerintah daerah berharap seluruh kegiatan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal.
Pemkab Optimistis Kunjungan Wisatawan Meningkat
Pemerintah Kabupaten Ponorogo menilai Grebeg Suro bukan sekadar perayaan budaya. Event ini juga menjadi instrumen penting untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Menurut panitia penyelenggara, tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa reog masih memiliki daya tarik kuat di tingkat nasional. Oleh karena itu, mereka optimistis kunjungan wisatawan akan meningkat selama berlangsungnya festival.
Selain itu, sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM akan merasakan dampak positif dari ramainya pengunjung.
“Kami berharap pelaksanaan FNRP dan FRR dapat berjalan sukses serta berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Agus.
Menjaga Warisan Budaya Reog Ponorogo
Pelaksanaan Festival Reog Ponorogo 2026 menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi kesenian reog di tengah perkembangan zaman. Ajang ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus melestarikan budaya daerah.
Meski demikian, festival tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya Ponorogo kepada masyarakat luas.
Dengan kehadiran 31 grup peserta, Festival Reog Ponorogo 2026 akan menjadi salah satu agenda budaya terbesar tahun ini. Pemerintah daerah berharap kemeriahan Grebeg Suro mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari.













