Grebeg Suro 2026 : Catatan Kekecewaan Penonton

Berita, Daerah579 Dilihat

Ponorogo, Berita Nusantara 89. Gelaran Grebeg Suro 2026 yang menjadi puncak perayaan budaya dan kesenian Reog Ponorogo kembali menyedot perhatian ribuan masyarakat, Minggu (14/6/2026). Namun di balik tingginya antusiasme pengunjung, sejumlah persoalan di lapangan memunculkan kekecewaan dari sebagian penonton yang berharap penyelenggaraan festival tahunan tersebut dapat berjalan lebih profesional.

Sejak siang hari, antrean pembelian tiket Grebeg Suro 2026 di kawasan Alun-Alun Ponorogo sudah mulai padat oleh masyarakat. Bahkan sejak pukul 14.00 WIB, calon penonton telah mengantre meski loket penjualan baru buka pukul 16.00 WIB. Situasi semakin tidak kondusif ketika sekitar pukul 15.30 WIB sejumlah orang mulai menyerobot antrean sehingga menyebabkan kerumunan menjadi semrawut.

Persoalan tidak hanya terjadi pada proses pembelian tiket. Sebelum memasuki area acara Grebeg Suro 2026, pengunjung mengaku kesulitan mencari lokasi parkir akibat minimnya informasi mengenai kantong parkir resmi acara. Kondisi tersebut semakin parah dengan adanya dugaan pungutan parkir tanpa karcis resmi dengan tarif mencapai Rp15.000 per kendaraan (mobil).

Tingginya minat masyarakat terhadap Grebeg Suro terlihat dari habisnya tiket online sejak sepekan sebelum acara berlangsung. Sementara pada malam hari, tiket penjualan langsung di lokasi juga ludes terjual.

Marak Calo Tiket Grebeg Suro 2026

Di tengah tingginya permintaan tersebut, sejumlah pengunjung mengeluhkan maraknya praktik percaloan tiket. Tiket Grebeg Suro 2026 kategori VIP yang secara resmi berbanderol Rp30.000, di tangan calo mencapai Rp125.000 dan menjadi sekitar Rp90.000 setelah proses tawar-menawar.

Andiek MPS satu pengunjung yang datang bersama keluarganya memilih tidak membeli tiket dari calo karena harga yang terlalu mahal. Akibatnya, kedua anaknya yang ingin menyaksikan Reog hanya dapat melihat dari sela-sela pagar pembatas berbahan triplek di luar area pertunjukan.

“Kami datang untuk menikmati kesenian kebanggaan Ponorogo. Tetapi anak-anak akhirnya hanya bisa mengintip dari luar karena tiket sudah habis dan harga dari calo terlalu tinggi,” ungkapnya.

Upaya mencari titik pandang lain di sekitar area pertunjukan juga tidak mudah. Kawasan di luar barikade telah dipenuhi lapak pedagang sehingga membatasi ruang pandang penonton. Beberapa pengunjung bahkan terlihat berusaha menyaksikan pertunjukan dari atas kendaraan atau di belakang gerobak.

Bahkan ada yang hingga memanggul anggota keluarga agar dapat melihat jalannya acara Grebeg Suro 2026.

Perlunya Evaluasi

Di dalam area pertunjukan, sejumlah penonton juga mengeluhkan keterbatasan tempat duduk. Beredar informasi mengenai rebutan kursi dan adanya pemegang tiket VIP yang terpaksa berpindah ke area reguler karena tidak memperoleh tempat sesuai kategori tiket yang dibeli.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan penyelenggara Grebeg Suro 2026 dalam mengelola acara budaya berskala besar yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Sebagai festival yang kini memasuki penyelenggaraan ke-31, sebagian masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem ticketing, manajemen parkir, pengendalian kapasitas penonton, hingga pengawasan terhadap praktik percaloan.

Selain itu, masyarakat juga mendorong peningkatan fasilitas publik, termasuk akses yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas serta penyediaan informasi yang lebih jelas dan mudah diakses melalui platform digital.

Meski demikian, kekecewaan terhadap sejumlah aspek teknis penyelenggaraan tidak mengurangi kecintaan masyarakat terhadap Grebeg Suro 2026 dan kesenian Reog Ponorogo. Bagi banyak warga, menyaksikan pertunjukan secara langsung di Alun-Alun Ponorogo tetap menghadirkan pengalaman yang tidak tergantikan meskipun saat ini tersedia layanan siaran langsung melalui internet.

“Masyarakat berharap berbagai catatan dan kritik yang muncul pada Grebeg Suro 2026 dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara agar festival budaya kebanggaan Ponorogo tersebut semakin profesional, nyaman, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pengunjung pada tahun-tahun mendatang,” pungkas Andiek.

Tinggalkan Balasan