Ponorogo, Berita Nusantara 89. Pembukaan Grebeg Suro 2026 secara resmi di Alun-Alun Ponorogo menghadirkan berbagai agenda budaya, seni, dan pariwisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Reog. Gelaran tahunan tersebut sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor wisata dan ekonomi daerah.
Pembukaan acara berlangsung meriah dengan kehadiran jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku budaya, serta ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan. Selain menjadi momentum menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam, Grebeg Suro juga menjadi etalase budaya Ponorogo yang telah terkenal hingga tingkat nasional maupun internasional.
Selanjutnya Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengungkapkan bahwa Grebeg Suro bukan sekedar pesta rakyat, tapi juga simbol persatuan dan pelestarian warisan leeluhur.
“Grebeg Suro adalah warisan leluhur nenek moyang kita, tradisi sakral yang hidup dan tumbuh di tanah Ponorogo selama berabad-abad. Perayaan ini menjadi jembatan indah yang menyatukan nilai spiritualitas dan kearifan budaya,” kata Lisdyarita, Sabtu (6/6/2026).
Grebeg Suro 2026 : Total 28 Agenda Selama Sebulan
Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan puluhan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama hampir satu bulan penuh. Lebih jauh, ada total 28 acara budaya, keagamaan, olahraga, hingga ekonomi kreatif menjadi bagian dari perayaan tahun ini.
Selain itu, dua agenda utama yang paling masyarakat nantikan adalah Festival Reog Remaja (FRR) XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI. Kedua festival tersebut menjadi ikon utama Grebeg Suro sekaligus ajang pelestarian kesenian reog yang telah mendunia.
”Grebeg Suro 2026 ini adalah panggung pembuktian bahwa budaya Ponorogo tidak pernah lekang oleh waktu. Melalui 28 rentetan acara yang kita siapkan, kita tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Terlebih dengan adanya perebutan Piala Presiden dan Trofi Suromenggolo, ini menunjukkan bahwa Reog Ponorogo telah berada di level tertinggi panggung budaya nasional,” ujarnya.
Menurutnya ini menjadi momentum perenungan diri, rasa syukur, dan harapan menatap masa depan lebih baik.
Baca Juga : Jadwal Grebeg Suro 2026
Salah satu rangkaian paling menarik minat dalam Grebeg Suro 2026 adalah Festival Reog Remaja (FRR) ke-22 dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31.
Jadi Magnet Wisata dan Budaya
Selanjutnya tahun ini, sebanyak 31 grup reog dari berbagai daerah akan ambil bagian dalam Festival Nasional Reog Ponorogo. Sementara itu, Festival Reog Remaja menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk melestarikan seni budaya khas Ponorogo. Kemudian Festival Reog Remaja akan berlangsung pada 7-10 Juni 2026, Festival Reog Ponorogo pada 11-14 Juni 2026.
Penutupan perayaan Grebeg Suro 2026 pada 15 Juni sekaligus pengumuman pemenang Festival Reog sebelumnya. Namun rangkaiian acaranya sendiri masih akan berlangsung hingga pertengahan bulan Juli.
Lebih jauh, ada Grebeg Suro Rockfest 2026 pada 20-21 Juni. Selanjutnya GrebegSuro Adventure Offroad, Grebeg Suro Jatim Racing Series hingga Grebeg Suro Adventure Trail.
Pemerintah daerah menilai Grebeg Suro tidak sekadar menjadi pesta rakyat tahunan. Kegiatan ini juga berperan sebagai sarana promosi wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Sementara itu, meningkatnya jumlah pengunjung akan memberikan dampak positif bagi sektor usaha lokal. Pelaku UMKM, perhotelan, kuliner, hingga jasa transportasi akan memperoleh manfaat ekonomi selama berlangsungnya acara.
Grebeg Suro 2026 : Pengakuan Nasional dan Internasional
Seementara Grebeg Suro telah mendapat perhatian setelah Ponorogo memperoleh pengakuan di tingkat nasional dan internasional. Lisdyarita meenegaskan, Ponorogo dengan Grebeg Suro menegaskan identitasnya sebagai daerah budaya sekaligus terbuka terhadap pariwisata.
Lebih jauh, pengakuan UNESCO sebagai Kota Kreatif untuk Ponorogo serta Reog yang seebelumnya telah menjadi Warisan Budaya Dunia.
Selanjutnya pemerintah Indonesia juga memberikan pengakuan dengan memasukkan Grebeg Suro dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
“Ponorogo sudah diakui sebagai Kota Kreatif UNESCO dan Reog Ponorogo tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, serta event ini masuk dalam Top Ten Karisma Event Nusantara 2026. Melalui Grebeg Suro ini, kita kembali menegaskan komitmen menjaga dan melestarikan kekayaan budaya kepada dunia, sekaligus menjadi kekuatan untuk pariwisata dan perekonomian daerah,” ungkapnya.
Reog Ponorogo Jadi Daya Tarik Utama
Keberadaan Reog Ponorogo yang telah memperoleh pengakuan dunia semakin memperkuat posisi Grebeg Suro sebagai salah satu festival budaya unggulan Indonesia. Di sisi lain, penyelenggaraan tahun ini juga masuk dalam jajaran agenda pariwisata nasional yang akan mampu meningkatkan citra Ponorogo sebagai destinasi wisata budaya.
Panitia mencatat sebanyak 31 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31. Seluruh grup tersebut akan menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan masyarakat dan dewan juri.
Jumlah peserta tahun ini menunjukkan tingginya antusiasme komunitas reog dari berbagai daerah. Mereka siap menyuguhkan atraksi yang memadukan seni, kreativitas, serta kekuatan fisik para pemain.
Setelah pembukaan, panggung kompetisi langsung bergulir. Festival Reog Remaja akan berlangsung pada 7-10 Juni 2026, selanjutnya Festival Nasional Reog Ponorogo pada 11-14 Juni 2026.
“Untuk FRR tanggal 7 sampai 10 Juni. Kemudian FNRP berlangsung pada 11 hingga 14 Juni,” kata Agus.
Puncak kegiatan pada 15 Juni melalui malam penutupan yang sekaligus menjadi momentum pengumuman para juara dari kedua festival tersebut.Panitia mencatat sebanyak 31 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31. Seluruh grup tersebut akan menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan masyarakat dan dewan juri.
Jumlah peserta tahun ini menunjukkan tingginya antusiasme komunitas reog dari berbagai daerah. Mereka siap menyuguhkan atraksi yang memadukan seni, kreativitas, serta kekuatan fisik para pemain.
Setelah pembukaan, panggung kompetisi langsung bergulir. Festival Reog Remaja akan berlangsung pada 7-10 Juni 2026, selanjutnya Festival Nasional Reog Ponorogo pada 11-14 Juni 2026.
“Untuk FRR tanggal 7 sampai 10 Juni. Kemudian FNRP berlangsung pada 11 hingga 14 Juni,” kata Sekda Ponorogo.
Puncak kegiatan pada 15 Juni melalui malam penutupan yang sekaligus menjadi momentum pengumuman para juara dari kedua festival tersebut.













