Satgas Pangan Magetan : Stabilisasi Harga Telur Dengan Jagung SPHP

Stabilisasi Pasokan dan Harga Telur Ayam Ras dan Jagung di Kab. Magetan

Berita1 Dilihat

Magetan, Berita Nusantara 89. Satgas Pangan Magetan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Launching Penyaluran Jagung SPHP, Jumat (8/5/2026). Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut atas aksi peternak ayam petelur yang sebelumnya menyuarakan keluhan terkait anjloknya harga telur di tingkat peternak.

Sebelumnya, pada Rabu (6/5), sejumlah peternak ayam petelur di Magetan menggelar aksi damai. Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai simbol protes terhadap anjloknya harga telur.

Merespon aksi damai tersebut, Pemerintah Daerah melalui satgas pangan, telah memberikan instruksi kepada SPPG di Magetan. Satgas MBG, Awang Arifani, menjelaskan Pemerintah daerah merespons aspirasi tersebut dengan menyiapkan evaluasi menu MBG. Salah satu opsi adalah menambah frekuensi penyajian telur menjadi tiga kali setiap minggu.

“Selama ini ada yang sekali dan dua kali menu telur dalam seminggu. Kemudian tadi kesepakatannya tambah sekali, bisa sampai tiga kali seminggu,” ujarnya, Kamis (7/8/2026).

Kemudian Badan Gizi Nasional juga telah merespon dengan baik. Melalui Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan hal ini. BGN berharap ini akan berdampak pada pendapatan peternak lokal. Karena itu, BGN mendorong peningkatan penyerapan telur melalui program makanan bergizi.

“Kami telah instruksikan upaya penyerapan produk peternak lokal untuk merespons aksi portes peternak di Magetan. Aksi protes damai mereka akibat anjloknya harga di tingkat peternak,” ungkap Nanik.

Launching Penyaluran Jagung SPHP Oleh Satgas Pangan Magetan
Launching Penyaluran Jagung SPHP Oleh Satgas Pangan Magetan

Gercepnya Satgas Pangan Magetan Siapkan Jagung Untuk Peternak

Menurut Awang, pemerintah juga memberikan bantuan jagung murah untuk peternak kecil. Dengan prediksi serapan telur yang meningkat, tentu saja peternak juga harus ikut menikmati.

“Bagian dari upata agar peternak bertahan dengan harga telur yang rendah,” pungkas Awang.

Dalam hal ini, Magetan akan memperoleh kuota 7 ribu ton jagung dengan mekanisme penyaluran melalui koperasi dan dinas terkait.

Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, Bulog Pusat telah bertemu peternak yang mendapat alokasi SPHP Jagung. Alokasi SPHP Jagung di Kab. Magetan sebesar 7.900 ton hingga akhir Desember 2026 sesuai kemampuan peternak.

Sementara Bapanas bersama peternak, Pemda dan Bulog juga telah melakukan pengecekan kualitas CJP. Lebih jauh, CJP dengan kualitas sangat baik dengan kadar air 12-14%.

Dan selanjutnya, peternak dapat menebus PO perdana SPHP Jagung pada Jumat, (8/5/2026). Sejumlah dua Koperasi Peternak telah melakukan PO melalui klik SPHP Jagung dan sehari setelahnya mereka telah dapat mengambilnya.

Tinggalkan Balasan