Bromo : Jalur Maut Renggut 3 Nyawa Dalam Sepekan !

Berita, Daerah324 Dilihat

Pasuruan, Berita Nusantara 89. Jalur maut Letter S Bromo kembali menjadi sorotan setelah tiga orang meninggal dunia dalam dua kecelakaan berbeda hanya dalam sepekan. Lokasi yang berada di jalur Penanjakan menuju Lautan Pasir, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan itu dikenal memiliki turunan curam dan tikungan tajam.

Dalam rentang sepekan, kecelakaan motor dan jip wisata terjadi di titik yang sama. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran terkait keselamatan wisatawan di kawasan Gunung Bromo. Polisi kini menyiapkan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan serupa.

3 Orang Meninggal di Jalur Maut Bromo

Rentetan kecelakaan maut terjadi di tikungan Letter S sebagai salah satu jalur paling ekstrem menuju kawasan wisata Bromo. Dalam dua insiden berbeda, tiga orang kehilangan nyawa.

Ketua Paguyuban Hardtop Bromo wilayah Pasuruan, Widian Dharma Singgih, memastikan kecelakaan terbaru terjadi di titik yang sama dengan insiden sebelumnya.

“Lokasi kecelakaan di tikungan Letter S, lokasi yang sama dengan kecelakaan wisatawan Korea tempo hari,” ujarnya.

Korban Pertama Turis Korea

Sebelumnya, kejadian pertama pada Jumat (22/5/2026) jam 11.30 WIB yang melibatkan turis asal Korea, Hye Jin Kim. Lebihi jauh, turis ini membonceng rekannya menuju kawasan wisata Bromo.

Namun saat melintasi jalur menurun dan berkelok, dugaan kendaraan mengalami rem blong. Pengendara kemudian kehilangan kendali hingga menabrak tebing.

Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal di lokasi kejadian. Sementara pengemudi hanya mengalami luka ringan.

“Saat melewati jalan menurun dan berkelok, pengendara tidak menguasai medan dan mengalami rem blong sehingga jatuh menabrak tebing,” kata Kapolsek Tosari Iptu Sumbut Pujaningwang saat itu.

“Pengendara luka ringan. Sementara penumpangnya meninggal di lokasi,” terangnya.

Jip Terguling

Kemudian kejadian kedua juga pada hari Jumat (29/5/2026), Sebuah jip wisata yang membawa empat wisatawan mengalami kecelakaan di tikungan yang sama.

Dugaan kendaraan juga kehilangan fungsi pengereman saat melaju dari Penanjakan menuju Lautan Pasir. Jip kemudian oleng, menghantam tebing, lalu terguling.

Sopir bernama Muhammad Sonif (53) meninggal di lokasi. Sementara seorang penumpang, Yolanda Wahyu Anggraeni (27), meninggal saat perjalanan menuju fasilitas kesehatan dan tiga penumpang lainnya mengalami luka ringan.

“Saat di jalan turunan dan tikungan leter “S” kendaraan mengalami rem blong dan pengemudi tidak menguasai laju kendaraannya sehingga oleng kekanan dan menabrak tebing kemudian terguling,” terang Kapolsek.

Proses Evakuasi Jip Wisata di Jalur Maut Bromo
Proses Evakuasi Jip Wisata di Jalur Maut Bromo

Polisi Siapkan Antisipasi Pencegahan di Jalur Maut Bromo

Meski kecelakaan tersebut kecelakaan tunggal, polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut. Petugas memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca menyatakan proses pemeriksaan tetap berjalan meskipun keluarga korban tidak membuat laporan resmi. Selain itu, polisi juga mengumpulkan berbagai keterangan dari pihak yang berada di lokasi kejadian saat kecelakaan berlangsung.

“Korban tidak laporan, masuk laka tunggal. Namun kami tetap akan memeriksa dan melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Serangkaian kecelakaan ini membuat aparat kepolisian berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kepala Pos Lantas Kejayan, Pasuruan, Aiptu Sugeng Wahono menyebut akan melakukan evaluasi dan penceegahan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.

Beberapa upaya antara lain dengan pemasangan pengaman di sisi jurang, penambahan rambu peringatan, hingga evaluasi kendaraan yang boleh melintas.

Kemudian juga muncul wacana pembatasan kendaraan matik menuju Lautan Pasir karena kondisi jalur yang curam dan berkelok tajam. Polisi menilai langkah tersebut penting untuk menekan risiko kecelakaan di kawasan wisata.

“Kami berkoordinasi dengan TNBTS dan ada beberapa langkah yang pengamanan,” ungkapnya. “Kami berencana penambahan rambu himbauan kepada masyarakat yang akan turun ke Lautan Pasir Bromo,” terangnya.

“Kemungkinan rambu untuk kendaraan matik tidak boleh ke Lautan Pasir mengingat banyak tanjakan dan tikungan yang sangat tajam,” pungkasnya.

Jalur maut Letter S Bromo kini kembali menjadi perhatian setelah tiga korban meninggal dalam waktu singkat. Kontur jalan yang ekstrem membuat pengendara harus lebih waspada saat melintas.

Meski panorama Bromo tetap menjadi daya tarik wisata dunia, faktor keselamatan kini menjadi isu penting yang mendapat sorotan publik. Selanjutnya, evaluasi jalur dan peningkatan fasilitas keselamatan diharapkan mampu mencegah tragedi serupa terjadi kembali di kawasan wisata tersebut

Tinggalkan Balasan