Makassar, Berita Nusantara 89. Aksi unjuk rasa akan berlangsung di sejumlah wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/8/2026). Berdasarkan pemetaan aparat, Demo 27 Agustus Makassar di 34 titik aksi yang melibatkan 19 organisasi atau kelompok massa dengan estimasi sekitar 1.590 peserta. Sebanyak 833 personel kepolisian siaga untuk mengamankan rangkaian demonstrasi tersebut.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad membenarkan adanya pengerahan personel untuk mengantisipasi sejumlah aksi yang berlangsung di berbagai lokasi.
Dari total kekuatan pengamanan tersebut, sebanyak 220 personel berasal dari Polda Sulawesi Selatan, sedangkan 613 personel lainnya merupakan anggota Polrestabes Makassar.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan yang menjadi titik konsentrasi massa serta tetap memperhatikan perkembangan kondisi lalu lintas.
Demo 27 Agustus Makassar di Puluhan Titik
Rencana Demo 27 Agustus Makassar tersebar di berbagai lokasi strategis. Titik aksi antara lain berada di kantor pemerintahan, lembaga penegak hukum, fasilitas publik, perbankan, hingga sejumlah perusahaan.
Beberapa lokasi yang masuk dalam pemetaan antara lain Kantor Gubernur Sulsel, Kantor RRI Makassar, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Kejaksaan Tinggi Sulsel, Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, Dinas ESDM Sulsel, DPRD Sulsel, serta sejumlah kawasan di Jalan AP Pettarani.
Aksi juga akan berlangsung di kawasan Fly Over Makassar, pertigaan Jalan Sultan Alauddin-Jalan AP Pettarani, Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar, sejumlah kantor perbankan, serta beberapa perusahaan.
Selain Kota Makassar, rencana unjuk rasa juga tercatat di Kabupaten Gowa dengan estimasi massa sekitar 70 orang.
Demo 27 Agustus Makassar : Beragam Tuntutan Massa Aksi
Demonstrasi tersebut membawa beragam isu, mulai dari persoalan lahan, dugaan korupsi, lingkungan, pelayanan publik, hingga sejumlah persoalan ekonomi dan hukum.
Ahli Waris Sobrim Bustam, misalnya, akan menggelar aksi di Kantor Gubernur Sulsel sekitar pukul 10.00 WITA. Massa yang mencapai 150 orang akan meminta penyelesaian sisa pembayaran ganti rugi lahan GOR Sudiang.
Sementara itu, Rakyat Sipil Bergerak akan mendatangi Kantor RRI Makassar dan Balai Kota Makassar sekitar pukul 14.00 WITA. Aksi tersebut membawa persoalan terkait dugaan pelanggaran aktivitas usaha di lingkungan RRI Makassar.
Barisan Aktivis Mahasiswa (BARAK) juga merencanakan aksi di Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel serta Kejati Sulsel. Mereka meminta penyelidikan terhadap dugaan persoalan dalam pembangunan Apartemen Ikan Tahun Anggaran 2025, termasuk kegiatan penanaman mangrove dan pemasangan pagar waring.
Di Kejati Sulsel, Aliansi Mahasiswa & Masyarakat Anti Korupsi (AMMAK) juga akan menyampaikan aspirasi terkait dugaan korupsi dana hibah KORMI Tahun Anggaran 2023.
Sejumlah Aksi Soroti Persoalan Hukum dan Korupsi
Isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi turut menjadi perhatian sejumlah kelompok.
Dewan Pengurus Gerakan Mahasiswa Indonesia akan menggelar aksi di Polda Sulsel dan Lanud Hasanuddin. Massa meminta penyelidikan terhadap dugaan pengambilan avtur di Lanud Hasanuddin, termasuk aspek perizinan, dokumen pengeluaran volume, dan tujuan pengiriman.
Forum Mahasiswa Selayar (FORMAS) juga akan mendatangi Polda Sulsel. Mereka membawa tuntutan terkait dugaan pembiaran dan penyalahgunaan kewenangan dalam aktivitas pengangkutan material kayu chipping di Kabupaten Selayar.
Sementara itu, BADKO HMI Sulsel membawa isu dugaan aktivitas pertambangan ilegal atau PETI di Bajo Barat. Aksi akan berlangsung di sejumlah instansi, termasuk Dinas ESDM Sulsel dan Polda Sulsel.
Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAKS) juga akan melakukan aksi di BBWS Pompengan, Satker OP SDA, dan Kejati Sulsel. Mereka meminta pejabat terkait turun langsung untuk memeriksa kondisi pekerjaan irigasi yang menjadi sorotan.
Isu Nasional Turut Mewarnai Demo
Selain persoalan daerah, terdapat sejumlah aksi yang membawa isu nasional. Salah satunya Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia Koordinator Wilayah V (HMIPIKW-V).
Aksi tersebut sekitar pukul 13.00 WITA di pertigaan Jalan Sultan Alauddin-Jalan AP Pettarani dan kawasan bawah Jembatan Fly Over Makassar dengan membawa tema “Indonesia Cemas — Bukan Hoaks.”
Aliansi Anti Mafia Hukum juga merencanakan aksi di kawasan Fly Over dan Bank Mandiri Boulevard. Kelompok tersebut membawa tuntutan mengenai pencabutan dan pembatalan pemblokiran rekening aktivis.
HMI Cabang Makassar juga akan melakukan aksi di Bank Mandiri sekitar pukul 11.00 WITA dengan isu solidaritas boikot Bank Mandiri.
Demo Berpotensi Ganggu Lalu Lintas Makassar
Dengan puluhan titik aksi yang tersebar di wilayah perkotaan, aktivitas demonstrasi berpotensi memengaruhi arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Kawasan yang perlu antisipasi antara lain Jalan AP Pettarani, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Sultan Alauddin, kawasan Fly Over Makassar, serta ruas jalan di sekitar kantor pemerintahan dan institusi penegak hukum.
Masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut agar memperhatikan situasi terkini dan mempertimbangkan rute alternatif apabila terjadi kepadatan.
Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati titik aksi apabila tidak memiliki kepentingan, sekaligus menjaga aktivitas tetap berjalan aman dan kondusif.
Data mengenai jumlah titik, organisasi, dan estimasi massa tersebut merupakan pemetaan berdasarkan dokumen rencana aksi yang aparat terima. Beberapa organisasi tercatat memiliki lebih dari satu lokasi aksi.













