Motor Listrik Nasional, DP 0% dan Skema Tukar Tambah

Berita638 Dilihat

Bekasi, Berita Nusantara 89. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendorong pembelian Motor Listrik Nasional (Molinas) melalui skema pembiayaan dengan uang muka atau down payment (DP) 0 persen.

Program tersebut akan melalui bank-bank milik negara yang berada dalam ekosistem Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini untuk meningkatkan minat masyarakat beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan perbankan dan institusi finansial di bawah Danantara untuk mendukung pembiayaan pembelian motor listrik.

“Di dalam Danantara, kami sudah berbicara dengan seluruh perbankan dan juga seluruh institusi finansial di bawah Danantara bahwa kita siap mendukung dari perbankan kami untuk memberikan pendanaan,” kata Rosan saat peluncuran Motor Listrik Nasional di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Presiden Siapkan Skema Tukar Tambah Motor Bensin

Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan skema tukar tambah bagi masyarakat yang ingin mengganti sepeda motor berbahan bakar bensin dengan motor listrik nasional atau Molinas.

Skema tersebut pemerintah siapkan untuk mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Masyarakat yang sudah memiliki motor konvensional nantinya dapat menyerahkan kendaraan lama untuk mendapatkan motor listrik dengan tambahan biaya tertentu.

“Tenang saja kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah sedikit lah,” ujar Prabowo saat peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Pemerintah Siapkan Cicilan Motor Listrik

Selain program tukar tambah, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pembiayaan yang lebih ringan untuk masyarakat.

Salah satu opsi yang sedang dalan kajian adalah menurunkan bunga cicilan pembelian motor listrik nasional. Pemerintah bahkan berupaya menekan kebutuhan uang muka atau down payment (DP) hingga memungkinkan pembelian tanpa DP.

Prabowo menilai peralihan dari kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik merupakan bagian dari perkembangan transportasi dunia.

Ia mencontohkan Beijing, China, yang menerapkan kebijakan pajak karbon dan pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di sejumlah wilayah.

Menurut Prabowo, penggunaan motor listrik juga dapat memberikan penghematan biaya operasional bagi masyarakat.

“Penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya,” kata Prabowo.

DP Motor Listrik Saat Ini Sekitar 10 Persen

Rosan menjelaskan, uang muka kredit motor listrik melalui perbankan saat ini masih berada di kisaran 10 persen dari harga kendaraan.

Besaran DP tersebut masih menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum memutuskan membeli motor listrik. Karena itu, Danantara berinisiatif memangkas kebutuhan uang muka tersebut.

Bahkan, Danantara membuka peluang untuk menghapus DP sepenuhnya sehingga masyarakat dapat membeli motor listrik dengan skema DP 0 persen.

“DP-nya yang selama ini masih ada, kalau menurut informasi dari perbankan kami itu ada 10%, kita akan coba reduce bahkan akan kita coba hilangkan (DP 0%),” tegas Rosan.

Siapkan Bunga Kredit dan Tenor Pinjaman

Tidak hanya memangkas uang muka, Danantara juga menyiapkan skema pembiayaan dengan suku bunga yang lebih rendah.

Selain itu, tenor pinjaman akan semakin panjang agar besaran cicilan motor listrik menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Menurut Rosan, kombinasi DP rendah atau tanpa DP, bunga yang lebih ringan, serta tenor lebih panjang agar mampu mempercepat pertumbuhan pasar motor listrik nasional.

“Sehingga minat masyarakat untuk membeli motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat, dengan baik dan kita mempunyai kemampuan untuk mengakselerasi produksi dari motor listrik nasional yang ada di Indonesia ini,” ujarnya.

Inilah Penampakan Motor Listrik Nasional
Inilah Penampakan Motor Listrik Nasional

Pembelian Motor Listrik Masih Rendah

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan tingkat pembelian motor listrik di Indonesia saat ini masih relatif rendah.

Padahal, menurutnya, peluang pengembangan pasar kendaraan listrik roda dua masih sangat besar. Indonesia memiliki sekitar 140 juta sepeda motor oleh masyarakat.

Setiap tahun, penjualan sepeda motor di Indonesia berada di kisaran 6 juta hingga 7 juta unit. Besarnya jumlah tersebut menjadi peluang bagi percepatan penggunaan motor listrik.

Rosan mengatakan pihaknya juga akan mengupayakan skema pembelian motor listrik tanpa DP. Kebijakan tersebut untuk dapat meningkatkan minat masyarakat untuk beralih dari motor bensin ke kendaraan listrik.

Pengembangan Ekosistem Motor Listrik Nasional

Pada Kamis (13/8/2026), Prabowo meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pengembangan Molinas menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat industri motor listrik nasional. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

Molinas tidak hanya diarahkan sebagai program peluncuran satu merek atau model kendaraan. Pemerintah menyiapkannya sebagai ekosistem nasional yang mencakup berbagai sektor pendukung.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan ekosistem tersebut mencakup pengembangan industri dan manufaktur, komponen serta baterai, infrastruktur charging dan battery swapping, pembiayaan, distribusi, hingga layanan purnajual.

Ekosistem tersebut juga akan diarahkan untuk memperkuat penyerapan pasar kendaraan listrik di dalam negeri.

Potensi Pasar Motor Listrik Indonesia Besar

Rosan menilai berbagai insentif pembiayaan tersebut penting karena pasar sepeda motor listrik di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.

Saat ini terdapat sekitar 140 juta sepeda motor di Indonesia. Sementara itu, pembelian sepeda motor baru setiap tahunnya mencapai sekitar 6 juta hingga 7 juta unit.

Namun, jumlah masyarakat yang membeli motor listrik masih sangat kecil dibandingkan total pasar tersebut.

Rosan memperkirakan pembelian motor listrik saat ini baru berada di kisaran 60 ribu hingga 70 ribu unit per tahun. Angka tersebut setara sekitar 1 persen dari total pembelian sepeda motor.

“Jadi kalau kami lihat ini potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial,” papar Rosan.

Dengan dukungan pembiayaan dari perbankan dan pengembangan ekosistem Motor Listrik Nasional, Danantara berharap penetrasi kendaraan listrik roda dua dapat meningkat.

Kebijakan tersebut sekaligus diharapkan mampu mendorong pertumbuhan produksi motor listrik nasional dan mempercepat peralihan masyarakat menuju kendaraan yang lebih rendah ketergantungannya terhadap BBM.

Tinggalkan Balasan