Bekasi, Berita Nusantara 89. Bos Grup Lippo James Riady berkomitmen membeli 20.000 unit Motor Listrik Nasional (Molinas) saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekosistem Molinas di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Komitmen tersebut muncul setelah CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani saat menyapa James Riady dalam pidatonya. Rosan menyebut James sebagai pemilik lahan yang menjadi lokasi proyek Molinas.
“Yang mempunyai lahan Pak James Riady dari Lippo yang tadi sempat bicara komitmen untuk beli 20.000 motor listrik,” kata Rosan dalam acara tersebut.
Pernyataan Rosan langsung mendapat sambutan tepuk tangan dari para hadirin.
Pasar Motor Listrik Nasional Masih Sangat Besar
Rosan memperkirakan nilai pasar sektor motor listrik mencapai sekitar US$170 miliar atau sekitar Rp3.039 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.877 per dolar AS.
Namun, tingkat penyerapan motor listrik di Indonesia saat ini masih rendah. Pembelian kendaraan listrik roda dua baru mencapai sekitar 1 persen dari total pembelian sepeda motor setiap tahun.
Rosan menyebut Indonesia memiliki sekitar 140 juta sepeda motor. Sementara itu, penjualan sepeda motor baru setiap tahun berada di kisaran 6 juta hingga 7 juta unit.
“Tetapi yang membeli motor listrik kurang lebih hanya 60 sampai 70 ribu. Jadi hanya 1 persen,” ujar Rosan. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang pertumbuhan pasar motor listrik nasional.
Molinas sebagai Ekosistem Nasional
Presiden Prabowo meresmikan Molinas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Sementara pengembangan proyek tersebut melalui kolaborasi pemerintah, badan usaha milik negara, dan pelaku usaha nasional. Pengembangan Molinas tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem pendukung.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan ekosistem Molinas mencakup industri dan manufaktur, komponen serta baterai, infrastruktur charging dan battery swapping, pembiayaan, distribusi, hingga layanan purnajual.
Penguatan penyerapan pasar juga menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Sementara itu, PT Len Industri sebagai lead integrator untuk mengorkestrasi kolaborasi berbagai pihak.
10 Perusahaan Penuhi Kriteria TKDN
Rosan mengatakan sekitar 10 perusahaan nasional telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai peraturan Kementerian Perindustrian.
Pengembangan Molinas juga melibatkan CTO Danantara Sigit Puji Santosa sebagai pimpinan proyek. Salah satu fokusnya adalah mendorong standardisasi produk agar mampu bersaing di pasar regional hingga global.
Menurut Rosan, penguatan industri dalam negeri menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem motor listrik nasional yang berkelanjutan.
Danantara Siapkan Pembiayaan Motor Listrik
Danantara juga menyiapkan skema pembiayaan bersama perbankan dan institusi keuangan di bawahnya.
Skema tersebut mencakup suku bunga yang lebih rendah dan tenor pinjaman yang lebih panjang. Selain itu, Danantara berencana memangkas uang muka atau down payment (DP) pembelian motor listrik.
Sementara itu, Danantara masih mengupayakan pengurangan DP yang saat ini berada di kisaran 10 persen agar dapat menjadi 0 persen.
“Dari perbankan kami untuk memberikan pendanaan dengan suku bunga lebih rendah, jangka waktu lebih panjang, dan kita akan membuat agar DP-nya yang selama ini masih ada, kalau menurut informasi dari perbankan kami itu ada 10 persen, kita akan coba reduce bahkan akan kita coba hilangkan,” terang Rosan.
Kebijakan pembiayaan tersebut agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan pasar motor listrik nasional.
Danantara Dorong Baterai Berbasis Nikel
Selain pembiayaan dan pengembangan pasar, Danantara mendorong penggunaan baterai berbasis nikel dalam ekosistem Molinas.
Pengembangan tersebut mulai dari pengolahan nikel menjadi cell battery dan battery pack hingga penggunaannya dalam produksi motor listrik nasional.
Langkah tersebut untuk memperkuat rantai pasok industri di dalam negeri. Selain itu, penggunaan energi listrik agar dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap BBM impor.
“Terutama kita lihat baterai untuk listrik nasional ini kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel based. Karena nikel kita ketahui bersama 46 persen reserve nikel di dunia itu ada di Indonesia,” tutur Rosan.
Dengan komitmen pembelian 20.000 unit dari James Riady, dukungan pembiayaan, penguatan TKDN, serta pengembangan baterai berbasis nikel, pemerintah dan Danantara berupaya memperluas pasar Molinas.
Pengembangan ekosistem tersebut agar tidak hanya meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, tetapi juga memperkuat industri dan rantai pasok nasional.














